“Sesunggguhnya
, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaranNya
tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yg merupakan pemisah antara kamu dg
Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yg membuat Dia menyembunyikan diri
terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu”. (Yesaya
59:1-2)
Sebagai
penulis renungan pdairhidup, saya pribadi sangat menyukai tentang kisah2 pertobatan
daripada mereka yg berbalik percaya kepada Tuhan dan bertobat. Dan kesaksian2 mereka juga dapat
menguatkan/meneguhkan iman kita kepada Tuhan. Dibawah ini ada suatu kesaksian
dari Rudy Salam yg dimuat oleh Justinus Boham tgl 10 desember 2015 sebagai berikut :
Sewaktu
muda saya adalah seorang pelaut, di sebuah kapal turis berkeliling
dunia.Pekerjaan itu membuat kehidupan saya diisi dengan hura-hura saja,
mengikuti jiwa muda saya. Uang yang ada hanya habis untuk berfoya-foya dengan
perempuan di setiap pelabuhan yang saya singgahi. Kemudian suatu waktu saat
sedang di daratan, adik saya Roy menawarkan saya untuk ikut bersama dia bermain
film. Sehingga sejak saat itulah, saya berpindah haluan menjadikan aktor
sebagai pilihan pekerjaan saya. Kehidupan dunia perfilman tidak berbeda jauh
dengan pelaut di kapal pesiar, bahkan mungkin lebih tidak terkendali lagi. Karena
merasa mampu mendapatkan pekerjaan sebagai aktor dengan mudah, hal ini membuat
saya juga menjadi meremehkan kehidupan. Jalan hidup saya seakan tanpa tujuan
dan tidak ada artinya. Berbagai masalah timbul silih berganti, hanya karena
hidup saya saat itu dekat dengan perzinahan dan perjudian. Semuanya habis
sia-sia, semua uang saya habis entah kemana.
Sementara
keluarga saya sendiri hampir tidak pernah menikmati penghasilan dari bermain
film.Saya ingat, keluarga saya hidup sangat sulit walaupun nama saya cukup
terkenal dalam dunia perfilman. Saya tidak menjadi ayah dan suami yang baik,
dan tidak dapat mencukupi kehidupan keluarga. Kami tidak mempunyai tempat
tinggal yang tetap, hanya pindah-pindah kontrakan saja. Bahkan ada suatu masa
dimana rumah yang kami kontrak tidak punya kamar kecil, sehingga untuk buang
air saja kami harus menumpang pada tetangga. Saya tidak menyadari kesalahan
saya pada saat itu, karena saya pikir menjalankan hidup itu, ya seperti ini,
sehingga saya enjoy saja. Tetap berfoya-foya dan berjudi, walaupun hutang
dimana-mana, dan keluarga hidup dalam kekurangan.Tidak terpikirkan bahwa saya
sedang hidup dalam dosa dan Tuhan tidak berkenan akan apa yang saya lakukan.
Saya
tidak mengenal Tuhan itu siapa, dan tidak berpikir bahwa pengenalan akan Tuhan
itu sangat penting. Karena saya saat itu ke gereja seperti biasa, walaupun
tidak rajin kegereja. Sehingga tidak menjawab kerinduan saya akan damai
sejahtera yang datang dari Tuhan.Sampai suatu hari saya bermimpi bertemu dengan
seseorang yang berjubah merah datang pada saya. Rambut, wajahnya terlihat
sangat kusut, dan dia juga terlihat sangat sedih. Lalu saya bilang padanya,
sepertinya saya pernah melihat anda tapi saya lupa dimana. Dia menjawab, ya, kau mengenal Aku. Lalu saya
bertanya lagi, kenapa wajahnya sangat susah seperti itu? Dia menjawab, itu
karena Aku terlalu memikirkan kamu. Saya langsung terbangun dari mimpi itu dan
menyadari bahwa orang yang saya baru lihat dalam mimpi itu adalah Tuhan Yesus. Saya menjadi menyesal, dan meminta ampun atas
semua yang telah saya lakukan. Namun ternyata mimpi itu tidak menghentikan
kebiasaan judi saya dan hal-hal jahat yang saya lakukan. Pada tahun 1990, Roy
mengadakan acara natalan di Salatiga. Kemudian saat acara natal dimulai,
pendeta yang seharusnya berkhotbah belum datang juga. Kemudian datang kabar
kalau pendetanya mendadak sakit. Roy dan para pengurus acara itu langsung
menoleh pada saya, mereka meminta saya yang khotbah. Saya sangat terkejut,
karena sebelumnya saya tidak pernah berkhotbah. Tapi ini keadaan darurat, maka
saat itu sayapun berdoa sungguh-sungguh untuk Tuhan memberikan kemampuan saya
berkhotbah. Dan ajaibnya entah kenapa, saya bisa berkhotbah dengan lancar saat
itu.
Memang
sebelumnya, Oma saya pernah mengatakan bahwa ia mendapat penglihatan bahwa saya
akan menjadi seorang pendeta dan pergi berkhotbah. Tapi saya hanya tertawa
menganggap itu sebuah hal yang lucu dan tidak mungkin terjadi. Tidak lama
setelah itu, almarhum Melky Goeslaw juga pernah bertemu saya, dan berkata pada
orang-orang sambil menubuatkan tentang saya, bahwa saya akan menjadi
pengkhotbah. Saya bersikap sama pada beliau, saya pikir itu hanya sebuah
lelucon. Tapi ternyata itu semua sungguh terjadi, sungguh besar kasih
karuniaNya terhadap orang seperti saya ini.Dan setelah itu saya mulai diundang
kemana-mana untuk menjadi pengkhotbah di acara-acara gereja dan persekutuan.
Namun sebenarnya tanpa orang ketahui hidup saya belum sungguh-sungguh didalam
Tuhan. Saya belum mengerti apa itu Kelahiran Baru dan pertobatan sesungguhnya.
Ditengah kegiatan tambahan saya sebagai pengkhotbah, saya masih kadang-kadang
melakukan dosa saya yang lama, yaitu perzinahan dan perjudian. Saya sudah berusaha
lepas, tapi masih sering jatuh lagi didalam dosa yang sama. Kedagingan saya
masih sangat kuat dan berkuasa saat itu, sehingga mudah jatuh lagi dalam
dosa.Kemudian sampai tahun 2004 saya menderita sakit, karena depresi dan
kelelahan. Bukan hanya depresi biasa, tapi saya hampir mati karenanya.
Sepanjang hari saya menderita sakit kepala yang hebat, selalu ketakutan dan tidak dapat tidur di
waktu malam. Saya pergi kedokter mereka hanya bilang saya depresi, dan tidak
banyak membantu kecuali memberi obat penenang. Saya pergi pada beberapa
hamba-hamba Tuhan untuk didoakan, mereka juga tidak banyak membantu saya, hanya
menguatkan saya. Saat saya hampir mati, Tuhan berbicara pada saya, bahwa semua
penyebab penyakit saya adalah dosa.
Saya
diingatkan bagaimana saya sudah hidup melayani dengan berkhotbah tapi masih
hidup didalam dosa. Saya masih merokok, masih suka main judi walau
kecil-kecilan, dan berzinah. Saya disadarkan bahwa penyebab penyakit tidak lain
adalah dosa, penyakit yang kelihatan melalui gejala-gejala, itu semua karena
manifestasi dosa. Teguran itu membuat saya betul-betul bertobat dan tidak mau
main-main lagi, untuk hidup di dalam Tuhan. Saya bertobat dan meninggalkan
semua dosa saya yang lama oleh karena anugerahNya. Dua setengah tahun saya mengalami
sakit tersebut, setelah saya sungguh-sungguh bertobat, maka sayapun disembuhkan
oleh Tuhan Yesus.Sejak peristiwa itu, dan setelah saya bertobat
sungguh-sungguh, Tuhan mulai memberikan saya talenta kesembuhan. Orang-orang
yang saya doakan mendapatkan mujizat kesembuhan. Mulai dari keluarga dekat yang
saya doakan, mereka semua sembuh secara ajaib, dan berita ini tersebar pada
banyak orang, sehingga saya sering dipanggil untuk melayani mujizat kesembuhan.
Kalau saya ceritakan semua kesaksian-kesaksian bagaimana orang-orang
disembuhkan secara ajaib oleh kuasa Tuhan, tidak akan cukup untuk ditulis
disini. Kalau banyak hamba Tuhan khawatir akan kehilangan jemaat dan tidak lagi
disukai orang, saya tidak peduli akan hal itu. Apapun yang Tuhan sampaikan pada
saya, itu juga yang saya sampaikan pada orang, saya tidak peduli reaksi mereka
menyukai atau tidak pesan tersebut. Yang penting bagi saya adalah, saya sudah
melakukan tugas.
Saat
melihat apa yang Tuhan perbuat dalam kehidupan saya, sungguh saya terkagum akan
kasihnya, bagaimana saya yang sudah begitu berdosa ini, tapi Ia masih
mengampuni saya, mengasihi saya bahkan memberikan talenta sebesar ini. Saya
menjadi takut padaNya, bukan karena takut akan penghakimanNya, tapi takut akan
kasihNya yang sungguh luar biasa dalam kehidupan saya. Siapalah saya ini, saya
tidak pintar, layak ataupun berkenanpun tidak, tapi ia melakukan hal-hal ajaib
dalam kehidupan saya.Bila kita ingin mendapatkan mujizat, kuncinya hanya satu
yaitu “jangan ragu”, yakni "percaya kepada Tuhan 100%". Sayangnya kita umatNya masih “kebanyakan ragu, tidak sungguh-sungguh percaya”, dan
mengemukakan banyak alasan dan berargumen itulah yang menjadi penghalang berkat
dan mujizat. Rancangan Allah adalah rancangan damai sejahtera, bukan kecelakaan
atau kesakitan. Semua sakit berasal dari si Iblis dan dosa kita. Untuk itu
datanglah pada Tuhan Yesus, akuilah semua dosa kita, bertobat dari dosa-dosa
tersebut, maka pasti sesuai janji Tuhan, kita akan disembuhkan. Saya bukan asal
bicara mengatakan hal ini, saya sudah mengalaminya dan menyaksikannya saat ini.
Bila kita melakukan hal itu, mujizat akan nyata menjadi milik kita.
Doa
kami:
Bapa
yg baik dalam nama Yesus Kristus, tambahkanlah dan teguhkanlah iman kami
senantiasa dalam hidup mengiring Engkau sepanjang umur hidup kami. Amin

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.