“Sebab itu, hendaklah setiap orang saleh
berdoa kepadaMu, selagi Engkau dapat ditemui. Sesungguhnya pada waktu banjir
besar terjadi , itu tidak melandanya. Engkaulah persembunyian bagiku,
terhadapan kesesakkan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku
luput dan bersorak”. (Mazmur 32:6-7)
Dibawah ini ada suatu renungan singkat &
bagus bagi kita untuk renungkan bersama, yg terambil dari Sumber: jawaban.com
Coba bayangkan, jikalau pada suatu siang ada
seorang teman yang mengajak kita ke sebuah lapangan. Di sana teman kita ini
meminta kita untuk membantunya menggali sebuah lubang, tanpa disebutkan tujuan
& alasannya. Kemudian dia memberikan kita sebuah sekop, sementara dia
memegang sebuah cangkul.
Karena teman yang meminta pertolongan ini
adalah teman yang dekat dg kita, maka, kita pun mulai menggali di sudut
lapangan tersebut. 5 Menit pertama, kita
masih belum merasa apapun...... 15 menit kemudian, tangan sudah mulai merasa
kelelahan, keringat juga sudah mulai bercucuran mengingat siang itu cukup
terik. Sambil menggali, kita mulai bertanya-tanya, buat apa sih tanah hasil
galian ini? Saat kita melihat teman kita, kok kayaknya dia semangat sekali
menggalinya. Setengah jam sudah berlalu, kita mulai mengeluh pada teman kita.
Namun, dia cuek dan tetap meneruskan pekerjaannya. Namun karena merasa kalau
matahari mulai membakar kulit, ditambah keringat yang bercucuran, pegal, kotor,
akhirnya kita berkata, “Cukup!”
Lalu dengan langkah gontai kita langsung
berjalan ke pinggir lapangan dan meninggalkan pekerjaan galian kita tersebut.
Tetapi sekarang sebaliknya, jikalau kita tahu
bahwa ternyata teman kita itu datang dengan membawa kabar mengenai sebuah harta
karun yang dikuburkan di sudut lapangan. Katanya, harta tersebut bernilai
milyaran rupiah. Letaknya sudah pasti, dan kita hanya perlu menggali kira-kira
satu meteran dalamnya.
Lalu dia mengajak kita ke lapangan, memberi
kita sekop, sementara dia memegang cangkulnya. Pasti respons kita akan sangat
berbeda dg kejadian yg diatas. Bisa-bisa, justru kita yang jauh lebih semangat
menggali dibandingkan dengan teman kita itu, karena sudah tahu dengan pasti
tujuan & alasan dari pekerjaan menggali tersebut.
Kisah ini membuat kita merenung, bahwa memang ada banyak hal yang sering
bikin kita malas melakukannya, karena tidak mengetahui tujuan & alasannya
yang jelas. Seperti halnya “doa”. Kita sering
malas meluangkan waktu untuk berdoa, karena kita tidak yakin terhadap apa yang
akan kita dapatkan dari “doa”.
Bahkan dari pengalaman2 yg pernah kita alami,
setelah kita berdoa, tapi keadaan kita nggak jadi lebih baik, biasa-biasa saja nggak
ada kemajuan yang nampak dari luar; bahkan kadang-kadang membuat keadaan justru
jadi makin parah. Padahal, dalam keadaan apa pun, sesuai firmanNya yg tersebut dalam
nas tsb diatas, Tuhan ingin agar kita umatNya untuk selalu berdoa.
Firman Tuhan dalam kitab Yakobus 4:2 menulis:
“Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.” Ayat ini mengajarkan
kita, bahwa tidak ada satu hal pun yang akan terjadi kalau kita tidak berdoa. Tetapi
kalau kita berdoa, masih ada kemungkinan bahwa sesuatu akan terjadi. Karena kita
perlu ingat bahwa doa punya kuasa. Namun, bukan doa yang mengabulkan keinginan/memuaskan
hawa nafsu duniawi kita, melainkan doa yg sesuai dg kehendak Tuhan. (Yakobus
4;3)
Dengan berdoa, tandanya kita percaya dengan
kuasa Tuhan. Ada banyak orang yang berpikir bahwa kalau doa itu hanyalah sebuah
kebiasaan yang buang-buang waktu saja. Untuk itu, pertama-tama kita perlu
mengerti bahwa berdoa adalah suatu cara bagi kita untuk berkomunikasi dengan
Tuhan. Doa itulah yang akan mendekatkan diri kita dengan Tuhan. Sekarang,
tinggal kita yang memilih, mau lebih percaya pada Tuhan dengan berdoa, ataukah
pada mereka yang berkata bahwa doa itu sia-sia?
Doa kami:
Tuhan
Yesus, tolonglah kami umatMu supaya kami dapat berdoa seperti yg Kau kehendaki,
untuk itu kami mau senantiasa merendahkan diri kami dihadapanMu dalam doa kami.
Amin

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.