Pengumuman

Selamat Datang di Blog Persekutuan Doa Air Hidup.


Tuhan Yesus Memberkati.
ENTER

Anda rindu ingin membagikan berkat berupa renungan atau kabar gembira atau kesaksian pribadi? Kirim ke pdairhidup@gmail.com
POSTED BY Persekutuan Doa Air Hidup on 05.24 under


“Apapun juga yg kamu perbuat, perbuatlah dg segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan utk manusia. Kamu tahu bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yg ditentukan bagimu sebagai upah”. (Kolose 3:23)



Kalau setiap minggu, seorang perangkai bunga yg melakukan tugas pelayanan dari gereja, yakni menyiapkan rangkaian bunga untuk dipajang di altar. Gereja biasanya hanya memberinya dana sedikit. Tidak jarang dia harus menombok demi mendapat bunga terbaik. Tidak heran, rangkaian bunganya selalu tampak elegan dan berselera tinggi. Dari sudut waktu atau bisnis, dia rugi. Dengan dana minim, buat apa bersusah payah? Namun, baginya ini merupakan pengabdian, bukan lagi pekerjaan. Dan rangkaian bunganya adalah persembahan bagi Tuhan dan juga sebagai suatu kesempatan memberi berkat yg indah bagi saudara seiman yg hadir digereja, bukan sekadar hiasan atau barang jualan.


Tetapi dalam bekerja, berusaha dll, pada umumnya orang-orang lebih mementingkan hak. Misalnya sebagai pekerja yg bekerja keras harus dibayar dengan upah lebih dan aneka fasilitas dll. Sedangkan “Pengabdian” nilainya lebih dari itu. Melibatkan loyalitas dan pengorbanan waktu, uang, tenaga. Rasul Paulus, contohnya. Ketika memberitakan Injil, dia tidak mau bergantung pada orang lain, meski biasanya jemaat memang mendukung penghidupan para rasul. (2 Tesalonika 3:7-9) Upah yang menjadi haknya tidak diambil (1 Korintus 9:6:4-9, 15-17), karena dia tidak mau membebani jemaat. Akibatnya, dia harus berjualan tenda sebagai usaha sampingan. Memang merepotkan ! Namun, semua itu dia jalani dengan sukacita & sedikit pun tidak merasa terpaksa. Paulus tidak hitung-hitungan karena dia memandang pekerjaannya itu sebagai suatu pengabdian untuk Tuhan.

Pada zaman modern ini, kata “mengabdi” kian menjadi usang. Para pebisnis berusaha mendapat untung maksimal dengan upaya minimal. Para karyawan kerapkali bahkan setiap tahun menuntut kenaikan upah dan fasilitas, tetapi bekerja tanpa loyalitas dan bekerja yg tidak dg segenap hati. Pelayanan di gereja pun kerap dilakukan orang ala kadarnya, tanpa pengorbanan, memandangnya hanya sebagai suatu kewajiban atau soladaritas saja, sebab kita tidak pernah membantu sebelumnya.
Tetapi oleh hikmat Tuhan, rasul Paulus menulis bahwa sebgai orang-orang yg percaya kepada Tuhan, kita harus menganggap bahwa semua pekerjaan, usaha atau bisnis, tugas pelayanan, tugas rumah tangga, tugas seorang murid sekolah, tugas mencari nafkah... dan apapun yg kita lakukan adalah sebagai suatu pelayanan kepada Tuhan. Kita yg bekerja, berusaha atau melakukan tugas, seakan-akan melakukannya “sebagai suatu pengabdian” dari kita selaku abdiNya atau hambaNya Tuhan Yesus Kristus sebagai majikkan kita atau pemilik hidup kita. (Kolose 3:22-24)


Andaikata kita mampu memandang pekerjaan, usaha, tugas kita sebagai suatu pengabdian dan sebagai suatu kesempatan dan menjadi berkat bagi sesama, seperti yg Paulus contohkan, maka cara kita bekerja, berusaha atau melakukan tugas kita pasti akan berbeda, yaitu dengan sepenuh hati seperti untuk Yesus Kristus Tuhan & Juruselamat kita, bukan untuk manusia. Dan hal itu pasti akan memberi kepuasan lebih daripada hanya sekadar menerima gaji atau untung atau penghargaan saja, sebab dari Tuhanlah, kelak kita akan menerima bagian yg ditentukan bagi kita sebagai upah . (Kolose 3:24-25)


Doa kami:
Tuhan Yesus, mampukanlah kami untuk dapat senantiasa melakukan semua yg perlu kita lakukan dalam hidup ini dg sepenuh hati seperti untuk Engkau Tuhan. Amin

0 comments so far:
-->

Copyright 2012 Persekutuan Doa Air Hidup | Halaman ini adalah ruang maha kudus Tuhan, dimana kita menikmati hadiratNya, firmanNya, kasihNya, kuasaNya, berkatNya, didikanNya, pimpinanNya, penghiburanNya, perlindunganNya dan segalaNya. Jadi bukanlah halaman untuk berbinis atau segala macam bentuk kegiatan duniawi. Tuhan berkati. Amin