“Apapun juga yg kamu
perbuat, perbuatlah dg segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan utk manusia.
Kamu tahu bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yg ditentukan bagimu
sebagai upah”. (Kolose 3:23)
Kalau setiap minggu,
seorang perangkai bunga yg melakukan tugas pelayanan dari gereja, yakni menyiapkan
rangkaian bunga untuk dipajang di altar. Gereja biasanya hanya memberinya dana
sedikit. Tidak jarang dia harus menombok demi mendapat bunga terbaik. Tidak
heran, rangkaian bunganya selalu tampak elegan dan berselera tinggi. Dari sudut
waktu atau bisnis, dia rugi. Dengan dana minim, buat apa bersusah payah? Namun,
baginya ini merupakan pengabdian, bukan lagi pekerjaan. Dan rangkaian bunganya
adalah persembahan bagi Tuhan dan juga sebagai suatu kesempatan memberi berkat
yg indah bagi saudara seiman yg hadir digereja, bukan sekadar hiasan atau
barang jualan.
Tetapi dalam bekerja,
berusaha dll, pada umumnya orang-orang lebih mementingkan hak. Misalnya sebagai pekerja yg
bekerja keras harus dibayar dengan upah lebih dan aneka fasilitas dll. Sedangkan
“Pengabdian” nilainya lebih dari itu. Melibatkan loyalitas dan pengorbanan
waktu, uang, tenaga. Rasul Paulus, contohnya. Ketika memberitakan Injil, dia
tidak mau bergantung pada orang lain, meski biasanya jemaat memang mendukung penghidupan
para rasul. (2 Tesalonika 3:7-9) Upah yang menjadi haknya tidak diambil (1 Korintus
9:6:4-9, 15-17), karena dia tidak mau membebani jemaat. Akibatnya, dia harus
berjualan tenda sebagai usaha sampingan. Memang merepotkan ! Namun, semua itu dia
jalani dengan sukacita & sedikit pun tidak merasa terpaksa. Paulus tidak
hitung-hitungan karena dia memandang pekerjaannya itu sebagai suatu pengabdian
untuk Tuhan.
Pada zaman modern ini, kata “mengabdi” kian menjadi usang. Para pebisnis berusaha mendapat untung maksimal dengan upaya minimal. Para karyawan kerapkali bahkan setiap tahun menuntut kenaikan upah dan fasilitas, tetapi bekerja tanpa loyalitas dan bekerja yg tidak dg segenap hati. Pelayanan di gereja pun kerap dilakukan orang ala kadarnya, tanpa pengorbanan, memandangnya hanya sebagai suatu kewajiban atau soladaritas saja, sebab kita tidak pernah membantu sebelumnya.
Pada zaman modern ini, kata “mengabdi” kian menjadi usang. Para pebisnis berusaha mendapat untung maksimal dengan upaya minimal. Para karyawan kerapkali bahkan setiap tahun menuntut kenaikan upah dan fasilitas, tetapi bekerja tanpa loyalitas dan bekerja yg tidak dg segenap hati. Pelayanan di gereja pun kerap dilakukan orang ala kadarnya, tanpa pengorbanan, memandangnya hanya sebagai suatu kewajiban atau soladaritas saja, sebab kita tidak pernah membantu sebelumnya.
Tetapi oleh hikmat Tuhan,
rasul Paulus menulis bahwa sebgai orang-orang yg percaya kepada Tuhan, kita
harus menganggap bahwa semua pekerjaan, usaha atau bisnis, tugas pelayanan,
tugas rumah tangga, tugas seorang murid sekolah, tugas mencari nafkah... dan
apapun yg kita lakukan adalah sebagai suatu pelayanan kepada Tuhan. Kita yg
bekerja, berusaha atau melakukan tugas, seakan-akan melakukannya “sebagai suatu
pengabdian” dari kita selaku abdiNya atau hambaNya Tuhan Yesus
Kristus sebagai majikkan kita atau pemilik hidup kita. (Kolose 3:22-24)
Andaikata kita mampu memandang
pekerjaan, usaha, tugas kita sebagai suatu pengabdian dan sebagai suatu kesempatan
dan menjadi berkat bagi sesama, seperti yg Paulus contohkan, maka cara kita
bekerja, berusaha atau melakukan tugas kita pasti akan berbeda, yaitu dengan sepenuh
hati seperti untuk Yesus Kristus Tuhan & Juruselamat kita, bukan untuk
manusia. Dan hal itu pasti akan memberi kepuasan lebih daripada hanya sekadar
menerima gaji atau untung atau penghargaan saja, sebab dari Tuhanlah, kelak kita
akan menerima bagian yg ditentukan bagi kita sebagai upah . (Kolose 3:24-25)
Doa kami:
Tuhan Yesus, mampukanlah
kami untuk dapat senantiasa melakukan semua yg perlu kita lakukan dalam hidup
ini dg sepenuh hati seperti untuk Engkau Tuhan. Amin

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.