“Kenangan kepada orang
benar mendatangkan berkat, tetapi nama orang fasik menjadi busuk”. (Amsal 10:7)
Hidup manusia itu
singkat, ada orang yang dikenang karena hal-hal baik yang mereka lakukan, seperti
misalnya bunda Theresa yang hidupnya untuk melayani Tuhan melalui orang papa, miskin
dan yang terbuang.
Ada juga yang terkenang akan orang lain, karena kejahatan atau kesalahan yang mereka buat. Dan tidak jarang juga, kita mengenang anggota keluarga kita atau orang yang dekat dengan kita, yang lebih dulu kembali kepada Bapa di sorga.
Hidup ini hanya sementara, namun kenangan yang kita wariskan akan hidup selamanya, apakah kita mewariskan lukisan indah dalam hidup kita atau hanya berupa coretan-coretan yang tidak beraturan,
yang tidak indah untuk dilihat, yakni apakah hidup kita ini memberi buah? Atau kita hanya numpang hidup saja sementara didunia, lalu mati dan tidak ada kenangan yg baik, yg berguna, yg menyenangkan, atau kenangan yg indah, atau apapun yg baik bagi yg ditinggalkan.
Seperti yang rasul Paulus katakan oleh hikmat Allah: "Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah". (Filipi 1:22) Memberi buah kehidupan yg berguna, menyenangkan & bermanfaat bagi Allah dan bagi sesama yg ditinggalkan. (Roma 7:4)
Jadi isilah hidup kita ini untuk menjadi berkat bagi sesama kita dan apabila kita sudah meninggalkan dunia ini,
kita akan dikenang orang, bahkan bisa membawa berkat bagi generasi berikutnya. (Amsal 10:7)
Pemazmur berkata, "Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan Tuhan, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala". (Mazmur 77:12-21)
Daud dalam hidupnya selalu ingat akan kebaikan-kebaikan Tuhan dan setiap dia mengenang,
betapa baiknya Tuhan, maka kepercayaannya kepada Tuhan pun dibangkitkan.
Alkitab dalam nas diatas menuliskan bahwa kenangan kepada orang benar mendatangkan berkat.
Orang benar adalah orang yang takut akan Tuhan, yang hidup dalam kebenaran firman Tuhan,
senantiasa berjalan dalam kebenaran, sekalipun ada alternatif atau jalan lain yang ditawarkan untuk menyimpang dari firman Tuhan.
Seperti apa kita akan dikenang? Tergantung kepada sikap hidup, perilaku dan tutur kata, buah yang kita hasilkan selama kita hidup di dunia ini dan semuanya itu akan dapat memberkati orang lain
Oleh hikmat Tuhan, Salomo menulis dalam kitab Amsal, "Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik daripada perak dan emas”. (Amsal 22:1)
Marilah kita renungkan, apa yg telah kita lakukan selama ini, apakah kita hidup berbuah yg baik, menyenangkan & bermanfaat bagi Allah dan bagi sesama kita, atau sebaliknya kita tidak berbuah apapun yg baik, melainkan yg fasik & tidak berguna selama hidup kita ini ?
Renungan ini dikirimkan oleh kawan sekerja Allah yg tinggal di luar negri, bagi semua pembaca renungan pdairhidup. Tuhan Yesus memberkati
Ada juga yang terkenang akan orang lain, karena kejahatan atau kesalahan yang mereka buat. Dan tidak jarang juga, kita mengenang anggota keluarga kita atau orang yang dekat dengan kita, yang lebih dulu kembali kepada Bapa di sorga.
Hidup ini hanya sementara, namun kenangan yang kita wariskan akan hidup selamanya, apakah kita mewariskan lukisan indah dalam hidup kita atau hanya berupa coretan-coretan yang tidak beraturan,
yang tidak indah untuk dilihat, yakni apakah hidup kita ini memberi buah? Atau kita hanya numpang hidup saja sementara didunia, lalu mati dan tidak ada kenangan yg baik, yg berguna, yg menyenangkan, atau kenangan yg indah, atau apapun yg baik bagi yg ditinggalkan.
Seperti yang rasul Paulus katakan oleh hikmat Allah: "Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah". (Filipi 1:22) Memberi buah kehidupan yg berguna, menyenangkan & bermanfaat bagi Allah dan bagi sesama yg ditinggalkan. (Roma 7:4)
Jadi isilah hidup kita ini untuk menjadi berkat bagi sesama kita dan apabila kita sudah meninggalkan dunia ini,
kita akan dikenang orang, bahkan bisa membawa berkat bagi generasi berikutnya. (Amsal 10:7)
Pemazmur berkata, "Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan Tuhan, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala". (Mazmur 77:12-21)
Daud dalam hidupnya selalu ingat akan kebaikan-kebaikan Tuhan dan setiap dia mengenang,
betapa baiknya Tuhan, maka kepercayaannya kepada Tuhan pun dibangkitkan.
Alkitab dalam nas diatas menuliskan bahwa kenangan kepada orang benar mendatangkan berkat.
Orang benar adalah orang yang takut akan Tuhan, yang hidup dalam kebenaran firman Tuhan,
senantiasa berjalan dalam kebenaran, sekalipun ada alternatif atau jalan lain yang ditawarkan untuk menyimpang dari firman Tuhan.
Seperti apa kita akan dikenang? Tergantung kepada sikap hidup, perilaku dan tutur kata, buah yang kita hasilkan selama kita hidup di dunia ini dan semuanya itu akan dapat memberkati orang lain
Oleh hikmat Tuhan, Salomo menulis dalam kitab Amsal, "Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik daripada perak dan emas”. (Amsal 22:1)
Marilah kita renungkan, apa yg telah kita lakukan selama ini, apakah kita hidup berbuah yg baik, menyenangkan & bermanfaat bagi Allah dan bagi sesama kita, atau sebaliknya kita tidak berbuah apapun yg baik, melainkan yg fasik & tidak berguna selama hidup kita ini ?
Renungan ini dikirimkan oleh kawan sekerja Allah yg tinggal di luar negri, bagi semua pembaca renungan pdairhidup. Tuhan Yesus memberkati
Doa kami:
Tuhan Yesus, tolonglah
kami agar selama kami hidup didunia ini , dapat memberi buah yg baik,
menyenangkan & bermanfaat bagiMu dan bagi sesama. Amin
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.