“Perhatikanlah orang
yg tulus, dan lihatlah kepada orang yg jujur, sebab pada orang yg suka damai
akan ada masa depan” (Mazmur 37:37)
Meskipun sebagai
anak-anak kecil, ada banyak diantara mereka yg semula sudah ber-angan-angan
ingin menjadi seperti orang tuanya, menjadi seorang aktor/aktris, penyanyi,
pemain musik, menjadi kaya, menjadi dokter, militer, polisi, pilot, atau bahkan
menjadi biarawan, pastor, pendeta...dll. Tetapi ada banyak dari mereka, termasuk
juga kita sebagai anak-anak Tuhan, yg seringkali melupakan angan-angan kita tsb
ketika beranjak dewasa. Dan kita tidak tahu lagi : apakah masa depan kita, kita
mau jadi apa ? dan bahkan ada banyak juga diantara kita yg lupa & tidak
pernah memikirkan masa depan kita.
Tetapi yg Tuhan
beritahukan kepada kita sebagai orang-orang yg percaya kepadaNya, melalui nas tsb
diatas, bahwa apapun yg menantikan kita dimasa depan, asalkan kita hidup takut
akan Tuhan yaitu benci kejahatan, benci kesombongan, benci kecongkakan, tingkah
laku yg jahat, mulut penuh dusta/tipu muslihat dan tidak iri hati, maka masa
depan kita dan harapan kita akan selalu ada dan tidak akan hilang. (Amsal 23:17-18 dan Amsal 8:13) Dengan kata
lain “Hidup senantiasa takut akan Tuhan dan tidak iri hati “dalam nas diatas adalah
sama dengan “hidup mengasihi Tuhan”. (Yohanes 14:21)
Ada suatu kesaksian
nyata dari seorang hamba Tuhan dalam renungan-harian-kita.blogspot.co.id sebagai berikut: Dia adalah seorang pemuda kristen, anak
bungsu yg sangat disayangi oleh kedua orang tuanya. Semula dia tidak pernah
memikirkan tentang masa depannya & kelak dia mau jadi apa ? Dan setiap hari sehabis pulang kuliah, pemuda
ini selalu pergi bermain bersama teman2nya dan jarang sekali pulang kerumahnya sebelum jam 12 malam.
Apalagi kalau hari sabtu, pemuda ini terus bersenang-senang & bergadang dg
kawan-kawannya dan sampai menjelang subuh, barulah dia kembali kerumah orang
tuanya. Pada suatu hari dia diajak oleh temannya untuk ikut beribadah di suatu
gereja dan ternyata disitu dia dijamah Tuhan dan beroleh anugerahNya dan dia menerima
Yesus sebagai Tuhan dan JuruselamatNya. Sejak saat itu pemuda ini tahu akan
panggilan hidupnya dan akan masa depannya, yakni “kelak dia mau jadi apa yaitu
menjadi hamba Tuhan yg sepenuh hati melayaniNya”. Pemuda ini mulai berusaha untuk
menjadi seorang pengikut/murid Tuhan yg sungguh-sungguh percaya kepadaNya. Dia
mulai belajar & mempraktekan “hidup yg senantiasa takut akan Tuhan”, yaitu “hidup
yg mengasihiNya”.
Pada hari sabtu
berikutnya, dia tidak mau bertingkah laku jahat lagi yaitu tidak pulang
malam-malam lagi, tetapi sebelum jam 10 malam dia sudah berada dirumah; sehingga
membuat kedua orangtuanya menjadi ter-heran2. Dan ketika ditanya oleh ibunya : Hai
nak, kenapa kamu sudah pulang masih sore begini ? Lalu jawab pemuda itu: Kan
besok mau ibadah ke gereja bu ! Ayah dan ibunya sangat terkejut mendengarnya, karena sebelumnya
pemuda ini jarang sekali pergi beribadah ke gereja.
Dihari-hari selanjutnya,
ketika pemuda ini berusaha untuk menceritakan tentang Alkitab dan tentang Yesus
kepada ayahnya, tetapi ayahnya berkata kepadanya: Kamu tahu apa ? Sebelum kamu
lahirpun bapa sudah baca Alkitab dan sudah tahu tentang Yesus. Pemuda itu hanya
berkata: Ya pa dan tidak berkomentar apa2 lagi. Sekarang dia berubah menjadi suka
berdamai dan tidak mau bandel lagi dan melawan perkataan ayahnya, kalau berbeda
pendapat.
Dia juga terus berusaha
belajar dari Tuhan Yesus yaitu menjadi lemah lembut dan rendah hati dan juga terus melatih dirinya beribadah. (Matius
5:13-14 dan 1 Timotius 4:8) Sehingga suasana dirumahnya berubah & terasa
lebih damai & nyaman, sejak adanya perubahan sifat & kebiasaan daripada
pemuda tsb. Demikian juga prestasinya di universitas beroleh banyak kemajuan.
Lama kelamaan perubahan ini juga menjadi suatu pertanyaan bagi kedua orang
tuanya. Lalu mereka bertanya: Nak..., koq kamu bisa berubah demikian drastisnya
nak ? Lalu pemuda itu menjawab: Karena Tuhan Yesus, pa.
Demikianlah dan
seterusnya sekarang pemuda itu menjadi seorang pendeta sepenuh waktu
melayaniNya, menjadi seorang pengikut Tuhan yg sungguh-sungguh menjadi terang & garam dunia. Yaitu
membawa perubahan yg positip kepada anggota keluarganya & orang-orang disekelilingnya.
Dan bahkan kedua orang tuanya pun sekarang sangat senang untuk menghadiri
ibadah yg dipimpin olehnya.
Walaupun kata orang,
sebagai “pendeta yg sepenuh waktu melayani Tuhan”, maka hidupnya pasti akan
susah, dari mana dia akan mendapat nafkahnya dll ; tetapi sebaliknya ternyata
hidupnya sekarang sangat diberkati Tuhan dg berkat dan damai sejahtera Tuhan yg
berlimpah baginya dan keluarganya.
Nah, bagi kita umatNya,
apapun pekerjaan/karir/kegiatan kita sekarang, kalau kita mau berubah dari kehidupan kita yg lama yg buruk, yg
gelap : tidak percaya Tuhan, tidak tahu mana yg benar & salah, yang hambar,
tiada damai & tiada harapan akan masa depan; dan sekarang kita mau berubah menjadi
pengikut Tuhan yg sungguh-sungguh percaya kepadaNya, dan menjalani hidup yg
takut akan Tuhan ; maka pasti akan ada masa depan yg baik bagi kita dan akan ada
harapan bagi kita. Selamat mencoba ! Tuhan pasti akan menggenapi firmanNya.
Doa kami:
Tuhan Yesus, tolonglah
agar dapat menjalani hidup kami dg menjadi pengikutMu yg sunguh percaya
kepadaMu dan senantiasa takut akan Tuhan. Amin

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.