Pengumuman

Selamat Datang di Blog Persekutuan Doa Air Hidup.


Tuhan Yesus Memberkati.
ENTER

Anda rindu ingin membagikan berkat berupa renungan atau kabar gembira atau kesaksian pribadi? Kirim ke pdairhidup@gmail.com
POSTED BY Persekutuan Doa Air Hidup on 05.15 under


"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan". ( Amsal 4:23 )




Sebagai umat Tuhan yg sudah sekian lama mengikuti Tuhan, kehidupan seperti apakah yg terpancar dari kehidupan kita? Apakah suatu kehidupan yg mengasihi Tuhan & sesama (Matius 22:36-40) sesama dan kehidupan yg berkenan kepadaNya (Ibrani 11:6), atau sebaliknya suatu kehidupan yg degil/tidak percaya kepadaNya, yg penuh dosa, yg fasik & najis, yg menyakitiNya dan menjijikanNya?
 
 
Kalau kita mau selamat dari hukuman kekal dan dari kehidupan yg penuh dg kefasikkan, dosa & kejahatan (Mazmur 1:4-6), maka sebaiknya mulailah kita menginterospeksi diri kita dan menjaga hati kita dg segala kewaspadaan. Sebelum terlambat, yaitu selama kita masih hidup, masih bisa bernafas itu artinya masih ada kesempatan dari Tuhan bagi kita. Sebab Yesus Kristus Tuhan kita yg panjang sabar & berlimpah kasih karunia, Ia ingin supaya jangan ada yg binasa, melainkan supaya semua orang berbalik & percaya kepada Tuhan, dan bertobat dari semua dosa & kedegilannya/ketidak percayaannya. (2 Petrus 3:9)
 
Jadi marilah kita segera gunakan kesempatan ini, dan jangan sampai terlambat, yaitu tiba-tiba Tuhan berkata kepada kita: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu diambil daripadamu, untuk siapakah itu nanti? (Lukas 12:20) Padahal ketika Tuhan mengambil jiwa kita malam itu, keadaan kehidupan kita sedang berada di “kondisi puncak” atau pada saat “top condition”, yaitu: masih muda, sehat, banyak uang kaya raya, banyak teman, populer, sukses dan berkuasa.

 
Salah suatu contoh, bagaimana maksudnya dengan menjaga kehidupan: 
Dalam suatu acara retreat pemuda, setiap peserta diberi sebutir telur oleh panitia, dengan pesan supaya telur itu dijaga agar jangan sampai pecah atau hilang dan selalu dibawa kemana-mana setiap saat selama retreat berlangsung sampai akhir acara. Entah ketika mereka sedang mengikuti session, makan, tidur, bahkan ke kamar mandi, telur itu tidak boleh mereka tinggalkan. Barangsiapa yang kehilangan telur atau sampai memecahkannya, maka dia akan mendapatkan "hukuman/penalti" dari Panitia.
 
Dua hari kemudian, tepatnya ketika acara retreat selesai, legalah mereka semua, kecuali beberapa orang yang harus menanggung hukuman/penalti, karena memecahkan telur mereka. Seperti halnya mereka menjaga sebutir telur dalam suatu acara retret, demikian juga kita harus menjaga hati kita selama kita hidup. Mengapa demikian ?
 
 
Persoalan terbesar yang dihadapi oleh semua manusia di dunia ini adalah persoalan hati. Karena dari dalam hati orang-lah, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahaan, keserakahan, kejahatan, kelicikkan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Dan semua hal-hal yg jahat ini timbul dari dalam hati & menajiskan orang dihadapan Tuhan Allah kita. (Markus 7:21-23)
 
Hati adalah sesuatu yang penting dalam kehidupan kita, yang mengatur dan mengarahkan setiap hal yang kita pikirkan, katakan, inginkan dan lakukan. Kalau kita sebagai orang yg percaya kepada Tuhan Yesus Kristus selalu menjaga hati kita dengan “percaya kepada Tuhan, firmanNya, kebenaranNya & kuasaNya”, maka dari hidup kita akan terpancar suatu kehidupan yg serupa segambar Allah dalam Yesus Kristus. Yaitu suatu kehidupan yg suci, yg benar, yang mulia, yg manis, yg sedap didengar, yg patut dipuji dan semua yg disebut kebajikkan. Dan demikian pula dari kehidupan kita akan terpancar suatu kehidupan yang senantiasa bersyukur, memuji & memuliakan Tuhan kita.

 
Tuhan ingin agar kita percaya sepenuh hati kepadaNya dan mengasihiNya dengan sungguh-sungguh, yaitu dg dan memegang teguh perintahNya/firmanNya dalam hati kita dan melakukannya dalam hidup kita. Dengan menjaga hati sedemikian, itu berarti menjaga kita kehidupan kita sendiri, agar menjadi seperti kehidupan suatu pohon yg ditanam ditepi aliran air, yg menghasilkan buah pada musimnya dan yg tidak layu daunnya; dan agar apa saja yg kita perbuat berhasil dan kita menjadi beruntung. (Mazmur 1:1-3) Sebaliknya, janganlah kita hidup fasik, berdosa dan tidak percaya kepada Tuhan, sebab hidup kita akan menderita dan tidak berarti bagi siapapun, termasuk bagi diri kita, bagi orang tua kita, keluarga kita, sesama kita. Kehidupan kita akan menjadi seperti kehidupan sekam yg ditiup angin; dan kita tidak akan tahan dalam penghakiman dan menuju kebinasaan kekal.(Mazmur 1:4-6)

 
 
Doa kami:
Tuhan Yesus, tolonglah kami setiap waktu agar dapat menjaga hati kami, agar kehidupanMu dapat terpancar melalui hidup kami. Amin

0 comments so far:
-->

Copyright 2012 Persekutuan Doa Air Hidup | Halaman ini adalah ruang maha kudus Tuhan, dimana kita menikmati hadiratNya, firmanNya, kasihNya, kuasaNya, berkatNya, didikanNya, pimpinanNya, penghiburanNya, perlindunganNya dan segalaNya. Jadi bukanlah halaman untuk berbinis atau segala macam bentuk kegiatan duniawi. Tuhan berkati. Amin