“Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yg kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaannya itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini didepan kamu semua”. (Kisah Para Rasul 3:16)
Bahan renungan hari ini dikirim oleh seorang sahabat seiman, yang selalu mengingatkan demi kebaikkan kita umatNya, agar kita selalu beriman kepada Tuhan dan berharap akan kasih, kuasa & pertolonganNya.
Ada suatu kisah nyata sebagai berikut: Seorang ibu lanjut usia, yang kaya raya akan melakukan transplantasi atau cangkok ginjal untuk kelanjutan hidupnya. Setelah melalui proses seleksi yang ketat, ternyata salah satu di antara calon donor yang memenuhi syarat untuk menjadi penderma atau donor ginjalnya adalah seorang ibu muda yang miskin.
Saat tiba waktunya, kedua ibu ini harus bermalam di Rumah Sakit untuk mempersiapkan operasi cangkok ginjal. Kemudian sebelum waktu yang telah ditentukan untuk masuk ke ruang operasi, ibu kaya ingin bertemu terlebih dahulu dg ibu miskin yang bersedia menjadi penderma/donor ginjal. Namun, di depan kamar penderma ginjal tsb, ibu kaya itu mendengar ibu donor ginjal sedang menangis. Setelah diketuk berkali-kali, pada akhirnya pintupun dibuka oleh jururawat yg sedang bertugas disitu. Setelah memperkenalkan diri, ibu kaya bertanya kepada si ibu muda itu :"Apa yang menyebabkan ibu menangis?" "Saya terpaksa menjadi penderma/donor ginjal, karena saya sangat membutuhkan uang. Suami saya telah meninggal. Saya harus memelihara 3 anak saya yang masih perlu biaya untuk sekolah. Sebenarnya saya juga tidak ingin melakukan hal ini, seandainya saya punya uang," ujar ibu penderma ginjal itu.
Mendengar penuturan ibu penderma ginjal yang akan mendonorkan ginjalnya, ibu kaya merasa terharu. Sejenak kemudian dia berkata: "Saya sudah tua, dan sudah begitu banyak nikmat yang telah Allah berikan kepada saya. Saya pikir, saya tidak perlu lagi ginjal. Kalau Allah menghendaki biarlah saya meninggal dengan penyakit ini. Ambillah uang itu sebagai berkat dari saya, untuk membiayai hidupmu dan biaya sekolah anak-anakmu. Saya ikhlas dengan penyakit ini." Sehingga operasi itu akhirnya dibatalkan dan kedua ibu itu masing-masing kembali ke rumahnya.
Setelah beberapa lama kemudian, ibu kaya itu tidak lagi mengalami masalah dengan fungsi ginjalnya. Dia kembali melakukan cek ke Rumah Sakit dan ternyata dokter terkejut karena ginjalnya telah berfungsi dgn baik. Secara medis hal itu tidak mungkin terjadi.
Hanya oleh karena keikhlasan membantu, serta berderma dg rela & tulus tanpa pamrih dalam jumlah yang besar, ternyata penyakit ibu kaya ini telah disembuhkan langsung secara ajaib oleh Tuhan.
Para ahli/pakar kesehatan zaman sekarang menyebut atau meng-istilah-kan kesembuhan yg seperti demikian adalah sebagai "Quantum Healing”. Yaitu suatu kesembuhan yg terjadi oleh kombinasi dari pertolongan, misteri & keajaiban Tuhan, iman dan harapan dari orang-orang yg mengalami kesembuhan atau pemulihan yg ajaib dari suatu penyakit kanker atau penyakit serius lainnya. Kesembuhan tsb tidak bisa dijelaskan prosesnya oleh ilmu kedokteran, yakni tentang bagaimana hal itu bisa terjadi.
Keajaiban atau mujizat seperti itu, yakni kesembuhan, keluputan, pertolongan ..dll, akan terus ada tersedia bagi semua manusia yg percaya kepada Yesus Kristus, Tuhan, Anak Tunggal Allah yg diutusNya & dikaruniakanNya kepada manusia karena kasih Allah yg begitu besar, supaya setiap orang yg percaya kepada Tuhan Yesus tidak binasa melainkan beroleh hidup yg kekal. (Yohanes 3:16) Tuhan Yesus datang sebagai pendamaian bagi dosa kita ; untuk menyampaikan kabar baik bagi orang miskin, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, yakni yg tertawan oleh dosa, sakit penyakit, ketakutan, kuasa kegelapan dll; untuk memberikan penglihatan bagi orang buta jasmani ataupun bagi orang buta rohani yg tidak tahu kebenaran; untuk membebaskan orang-orang yg tertindas oleh sesamanya, trauma, penyesalan, tuduhan/dakwaan, penghinaan, kutuk hukum Taurat dan segala kutuk lainnya; dan untuk memberitakan bahwa tahun anugerah/belas kasihan Tuhan sudah datang. (Matius 1:21 dan Lukas 14:18-19)
Untuk itu, mengapakah kita masih tidak percaya, masih terus bimbang atau kurang percaya kepada Yesus, Anak Tunggal Allah? Bukankah Allah sudah menjamin keselamatan kita dengan mengasihi kita lebih dahulu, ketika kita masih berdosa. Yakni Ia telah mengutus Yesus, AnakNya yg tunggal sebagai sebagai pendamaian bagi dosa kita ? (1 Yohanes 4:10)
Memang itu terserah kepada kita untuk memutuskannya, karena kepada manusia telah diberikanNya “kehendak bebas”. Tetapi asalkan saja jangan sampai terlambat waktunya, sebab kita tidak tahu kapan waktunya kita akan mati. Dan kalau terlambat percaya pada Yesus, Anak Tunggal Allah, maka sebenarnya kita sudah berada dibawah hukuman karena dosa kita, yakni maut atau kebinasaan kekal. (Yohanes 3:18-21 dan Lukas 1:31 dan Roma 6:23) Agar kita tidak menyesal nanti dengan menyia-nyiakan keselamatan yg sebesar itu (Ibrani 2:3-4), maka sesuai dg nas tersebut diatas, marilah kita percaya kepadaNya dg sepenuh hati, maka dengan demikian, kita akan dikuatkanNya dan disembuhkanNya.
Doa kami:
Tuhan Yesus, tolonglah kami supaya taat & setia percaya kepadaMu dan mampu selalu berharap akan kasihMu, pertolonganMu dan kuasaMu. Amin
.

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.