Pengumuman

Selamat Datang di Blog Persekutuan Doa Air Hidup.


Tuhan Yesus Memberkati.
ENTER

Anda rindu ingin membagikan berkat berupa renungan atau kabar gembira atau kesaksian pribadi? Kirim ke pdairhidup@gmail.com
POSTED BY Persekutuan Doa Air Hidup on 05.22 under


"Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai." (Pengkhotbah 11:4)



Dalam kitab sejarah Amerika Serikat, tanggal 6 Juli 1944 adalah hari yang sangat penting dalam sejarah kemiliteran mereka. Hari itu adalah hari invasi tentara sekutu ke Normandia, dan merupakan titik balik dari seluruh peperangan dalam era Perang Dunia yg ke 2. 

Cuaca waktu itu sangat tidak bersahabat, angin dan badai membuat keadaan begitu buruk. Ketika itu Jenderal tentara Sekutu yaitu Dwight Eisenhower hampir saja sempat menunda rencananya untuk menyerang, sebelum akhirnya dia berkata: "Tidak peduli cuaca macam apapun, kita harus menyerang sekarang juga! Menunda adalah suatu tindakan yang berbahaya." Keputusannya ini adalah suatu keputusan yang sangat tepat, sebab dengan menunda serangannya sehari, sama berarti dengan menghancurkan semangat pasukannya.

Seringkali kita sudah merencanakan dengan matang dan mengetahui suatu tindakan yang harus kita laksanakan, tetapi kita menundanya untuk bertindak pada saat yang telah direncanakan. Ibarat kapal yang sudah hampir tenggelam, kita ini hanya berkali-kali mencelupkan kaki kedalam air tetapi tetap ragu-ragu untuk melompat terjun masuk kedalam air, dan segera berenang menjauhi kapal yang akan tenggelam itu. 

Penundaan suatu keputusan, bukanlah berarti kita perlu memikirkannya secara matang lagi. Tetapi yang terjadi sebenarnya adalah kita ragu-ragu untuk bertindak melaksanakan  suatu keputusan yang sudah kita siapkan, rencanakan & pertimbangkan secara matang sebelumnya. Contoh: Mengambil keputusan untuk mulai menjadi seorang wiraswata dan berhenti bekerja sebagai pegawai kantor. Atau keputusan untuk memulai  suatu pelayanan bagi Tuhan, secara penuh waktu (full-time).  Atau keputusan untuk meluncurkan suatu produk atau strategi baru.  Atau keputusan untuk pindah kerja dan melamar suatu karier yang baru di perusahaan lain. 

Tapi ingatlah, bahwa dengan hanyut terlalu lama di dalam suatu kebimbangan/keraguan dalam mengambil keputusan, maka hal itu akan dapat menghilangkan kesempatan-kesempatan besar dalam hidup ini. Yang menentukan suatu keberhasilan, bukanlah hanya sumber daya manusia, riset/teknologi, modal atau strategi saja, tetapi faktor utama lainnya adalah keberanian dalam bertindak melakukan suatu keputusan tepat waktu. Kalau kita tetap ragu-ragu , maka kita akan kehilangan suatu kesempatan besar.

Contoh: Ketika Yohanes Pembaptis dan dua muridnya melihat Yesus lewat, dia berkata: Lihatlah Anak domba Allah ! Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus. Tetapi Yesus menoleh ke belakang , Ia melihat, bahwa mereka mengikutiNya, lalu Yesus berkata kepada mereka: Apa yang engkau cari ? Kata mereka : Rabi/guru, dimanakah Engkau tinggal “?  Ia berkata kepada mereka: Marilah dan kamu akan melihatnya. Merekapun datang dan melihat dimana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama sama denganNya;  waktu itu kira-kira pukul empat. Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus. Andreas mula-mula bertemu dengan Simon saudaranya, dan dia berkata kepadanya: Kami telah menemukan Mesias/ Kristus. Andreas membawa Simon kepada Yesus. Yesus memandangnya dan berkata: Simon, anak Yohanes, engkau akan dinama-kan Kefas Petrus. (Yohanes 1: 35-42) 

Andreas adalah orang yang berani cepat mengambil keputusan untuk mengikut Yesus. Dan Simon Petrus juga cepat dan berani mengambil keputusan untuk mengikut Yesus, setelah mendengar Andreas berkata kepadanya bahwa Andreas telah menemukan Mesias/Kristus, yang ditunggu-tunggu kedatanganNya oleh bangsa Israel.

Seperti Simon Petrus dengan iman percaya kepada Yesus, dia berani melompat keluar dari perahu dan mendapatkan Yesus. Sehingga dia juga bisa berjalan diatas air, seperti yang Tuhan Yesus lakukan. (Matius 14:28-29) Marilah kita-pun berani bertindak dan mengambil keputusan seperti itu, maka mujizatpun akan dapat kita alami dalam hidup ini. 

Doa kami : 
Tuhan Yesus, mampukanlah kami untuk dapat mempunyai iman yang hidup kepadaMu seperti Andreas dan Petrus, dan bukan hanya iman yang mati. Amin.



0 comments so far:
-->

Copyright 2012 Persekutuan Doa Air Hidup | Halaman ini adalah ruang maha kudus Tuhan, dimana kita menikmati hadiratNya, firmanNya, kasihNya, kuasaNya, berkatNya, didikanNya, pimpinanNya, penghiburanNya, perlindunganNya dan segalaNya. Jadi bukanlah halaman untuk berbinis atau segala macam bentuk kegiatan duniawi. Tuhan berkati. Amin