
"Yang hatinya teguh, Kau jagai dengan damai sejahtera, sebab kepadaMu-lah dia percaya”. (Yesaya 26:3)
Pokok daripada renungan hari ini adalah “Mengalahkan kekuatiran”.
Firman Tuhan diatas dalam bahasa Inggrisnya ( versi NIV) ditulis : “You will keep in perfect peace all who trust in you, all whose thoughts are fixed on you"! Terjemahan bebasnya dalam bahasa Indonesia adalah “Engkau Tuhan akan memelihara mereka semua yang percaya kepadaMu dan yang pikirannya senantiasa tertuju kepadaMu, dalam damai sejahtera”.
Ada suatu pernyataan yang ditulis oleh seorang insinyur, orang Belanda, jurusan teknik mesin : “Jalan keluar akan menjadi lebih cepat diperoleh, jikalau suatu masalah disebut/dianggap sebagai suatu tantangan atau kesempatan”.
Contohnya: Ada dua orang sahabat, yang naik sepeda menuju suatu puncak gunung untuk menikmati pemandangan yang indah dan hawa yang segar disana. Satu orang yang berbadan tegap dan kuat , ketika mengayuh sepedanya menuju puncak gunung, dia berkata : “Aduh saya harus mendaki gunung nih…..berat dan tinggi sekali tanjakannya”. Dia sangat terengah-engah, berkeringat dan akan segera menyerah.
Tetapi temannya yang seorang lagi, yang lebih kurus badannya dan sepertinya tidak sekuat temannya, dia terus menyauh sepedanya dan berada didepan orang ini ; dia belum berkeringat ataupun terengah-engah , dia terus dengan penuh semangat mengayuh sepedanya mendaki puncak gunung, dan berkata : “Nah, ini barusan namanya tantangan dan kesempatan, sehingga saya nanti bisa menikmati pemandangan yang indah disana dan udara yg segar”.
Demikian juga halnya dengan kita, ketika kita menghadapi masalah apapun juga dalam hidup ini, misalnya, sakit penyakit, percobaan, kekurangan dan beban hidup yang berat dan sulit ; maka belajarlah menyebut/menganggap masalah itu sebagai suatu tantangan dam kesempatan untuk mengatasinya, sehingga semua masalah itu akan menjadi ringan bagi kita dan memperoleh jalan keluarnya.
Janganlah kita mau cepat-cepat menyerah dan menganggap bahwa masalah itu terlalu berat bagi kita. Sebab firman Tuhan dalam Alkitab sudah berkata : Pencobaan-pencobaan yang kamu hadapi adalah pencobaan yang biasa-biasa saja, semuanya yang tidak akan melebihi kekuatanmu. Anggaplah masalah itu sebagai suatu kebahagiaan atau sebagai suatu ujian terhadap iman kita, sehingga kita akhirnya bisa memperoleh buah yang matang dan menjadi sempurna, tidak berkekurangan apapun juga. (1 Korintus 10:13 dan Yakobus 1:2-4)
Yang penting adalah teguhlah percaya kepada Tuhan dan fokuskanlah pikiran kita senantiasa kepada Tuhan. Percayalah bahwa Tuhan kita adalah Allah yang setia pada janjiNya dan rencanaNya dan Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu. Semuanya tidak ada yang gagal dan sudah teruji, dan Tuhan pasti akan menggenapi apa yang dikatakanNya. (Yehezekiel 12:25 dan Mazmur 119:140 dan Ayub 42:2)
Ingatlah selalu bahwa rencanaNya bagi kita adalah rencana damai sejahtera yang memberikan masa depan yang penuh harapan, dan bukannya rencana kecelakaan bagi kita. Kita tidak perlu takut , kuatir lagi atau terus mengeluh/mengomel kepada Tuhan ; sebab Tuhan Yesus selalu menyertai kemanapun kita pergi dan dimanapun kita berada, Ia adalah Imanuel yaitu Allah yang selalu menyertai kita. (Matius 1:23)
Tidak ada gunanya kita terus kuatir, takut atau stress, karena semuanya hanya akan memperberat masalah kita dan lambat/sulit bagi kita untuk memperoleh jalan keluarnya. Akibatnya kita tidak bisa bergembira lagi, tidak bisa tidur dan pada akhirnya akan membuat kita jatuh sakit, depresi dan putus asa. Terlebih lagi, kita sudah menjadikan diri kita sebagai orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, Raja dan Juruselamat kita. Sehingga pada akhirnya kita akan binasa untuk selama-lamanya.
Doa kami:
Tuhan Yesus, teguhkanlah hati kami agar tetap percaya kepadaMu dalam menghadapi masalah apapun, maka Engkau akan jagai kami dengan damai sejahteraMu. Amin.
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.