Pengumuman

Selamat Datang di Blog Persekutuan Doa Air Hidup.


Tuhan Yesus Memberkati.
ENTER

Anda rindu ingin membagikan berkat berupa renungan atau kabar gembira atau kesaksian pribadi? Kirim ke pdairhidup@gmail.com
POSTED BY Persekutuan Doa Air Hidup on 05.26 under
“Maka bangkitlah anak itu dan pergi kepada bapanya. Ketika dia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.  Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia…………….Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, dia telah hilang dan didapat kembali”. (Lukas 15:20-24)

Ada seorang dokter ahli psikolog yang menginterview seorang wanita lesbian dalam suatu acara radio. Dua puluh tahun yaang lalu, wanita lesbian itu telah meninggalkan kehidupannya sebagai wanita lesbian, dan hidup mengikut Tuhan. Hari ini, dia sibuk dan giat melayani/memberikan berbagai konseling/nasihat kepada wanita wanita yang sedang bergumul dengan kehidupan homoseksualitas mereka, dan dia juga aktip membantu gereja-gerja yang membutuhkan bantuannya untuk melayani jemaatnya yang juga mengalami jerat kehidupan homoseksualitas/lesbian.

Setelah dia melalui pencaharian akan cinta kasih dan kebahagiaan yang sejati selama 8 tahun di dunia lesbian, ternyata yang telah dilakukannya itu semuanya sia-sia saja. Dia tidak dapat menemukan adanya suatu cinta kasih dan kebahagiaan yang sempurna dari kehidupan yang demikian. Semula dia menyangka bahwa tidak akan ada pengkhianatan cinta dari sepasang lesbian yang saling mengasihi ; namun ternyata mereka pun bisa saling mengkhianati, sama saja seperti halnya cinta kasih antara pria dan wanita, atau antara suami dan istri. 

Meskipun dia telah menyatakan secara terbuka di surat kabar, bahwa dia hidup menikah sebagai lesbian dengan temannya, tetapi hal itu tetap saja tidak bisa mengisi kekosongan hatinya. Pada suatu dini hari, ketika dia meninggalkan suatu pesta dengan sesama lesbian ; barulah dia menyadari bahwa dia telah berada di tempat/kehidupan yang salah untuk cinta kasih & kebahagiaan yang sejati. 

Saat itu juga, dia berseru-seru minta tolong kepada Tuhan, dan tiba-tiba dia merasakan bahwa ada suatu rintangan atau bendungan yang roboh/hancur didalam hati-nya. 

Kemudian, dia mengakui semua dosa dan kesalahan-nya kepada Tuhan dan berkata bahwa dia membutuhkan Tuhan. Namun meskipun demikian, dia juga mengaku kepada Tuhan, bahwa mungkin Tuhan masih belum bisa berharap banyak dari dirinya, sebab dia sendiri tidak sanggup merubah siapa dirinya yaitu hanya seorang wanita lesbian saja.  

Hanya ketika itu, dia berjanji dua hal kepada Tuhan, bahwa mulai saat itu dia akan rajin membaca Alkitab dan pergi beribadah ke gereja setiap minggu. Wanita ini terus berusaha dan belajar mengiring Tuhan dalam perjalanan hidupnya. Dia berkata bahwa satu pelajaran yang dia telah petik adalah kehidupan cinta kasih & kebahagiaan yang terus dicari-carinya dulu dengan susah payah melalui kehidupan homoseksualitas, ternyata hanya bisa didapatnya dalam suatu hubungan cinta kasihnya dengan Yesus. 

Meskipun janjinya ini, hanyalah suatu langkah kecil mendekat kepada Yesus, tetapi ternyata Yesus adalah seperti ayah dari anak yang pemberontak itu atau anak yang hilang itu. Tuhan berlari menghampirinya dan menyambutnya.

Demikianlah, wanita ini hidupnya mulai diubahkan Tuhan dari suatu kehidupan homoseksualitas, menuju ke suatu kehidupan yang penuh dengan kekudusan Tuhan. Sepanjang jalan menuju kekudusan itu, dia telah belajar suatu hal yang pasti bahwa hanya ada satu tempat yang sempurna untuk kasih setia yang tulus dan hidup yang berbahagia yaitu ada pada Yesus saja.

Apakah kita telah mencari alamat/tempat yang salah dalam mencari kebahagiaan dan cinta kasih setia yang tulus ? Mungkin kita sedang mencarinya melalui suatu kehidupan homoseksualitas atau melalui suatu kehidupan pesta pora, kemabukan, serta kepentingan-kepentingan duniawi, percabulan/perzinahan dan lain-lain ? 

Ketahuilah bahwa hanya dalam Yesus saja-lah kita bisa menjumpai kasih setia dan kebahagiaan yang sempurna. Asalkan, kita mau berbalik saja kepada Yesus dan percaya kepadaNya, maka Tuhan yang sedang menanti-nanti-kan kita anaknya yang hilang dan yang pemberontak ini, Ia pasti akan lari menghampiri kita dengan sukacita dan menyambut kita.  

Doa kami:
Tuhan Yesus, kami menyadari bahwa kami telah salah mencari cinta kasih dan kebahagiaan di kehidupan yang salah. Kami mengakui semua dosa kami dan ampunilah kami ya Tuhan. Amin.


0 comments so far:
-->

Copyright 2012 Persekutuan Doa Air Hidup | Halaman ini adalah ruang maha kudus Tuhan, dimana kita menikmati hadiratNya, firmanNya, kasihNya, kuasaNya, berkatNya, didikanNya, pimpinanNya, penghiburanNya, perlindunganNya dan segalaNya. Jadi bukanlah halaman untuk berbinis atau segala macam bentuk kegiatan duniawi. Tuhan berkati. Amin