“Bagi orang-orang yang tidak hidup dibawah hukum Taurat, aku menjadi seperti orang yang tidak hidup dibawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup diluar hukum Allah, karena aku hidup dibawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup dibawah hukum Taurat”. (1 Korintus 9:21)
Bagi sebagian orang Kristen yang merayakan tahun baru Imlek, maka hari ini tanggal 19 Febuari 2015 adalah merupakan awal/hari pertama dari tahun baru Imlek yaitu tahun baru 2566 yang dihitung berdasarkan pergerakan bulan, bintang dan matahari menurut kepercayaan bangsa Tionghoa.
Untuk menyambut datangnya awal tahun yang baru ini, mereka sebelumnya melakukan berbagai kegiatan doa, penyembahan dan berbagai ritual lainnya sesuai dengan kepercayaan, adat istiadat mereka. Sebab mereka percaya bahwa setiap tahun yang baru akan membawa pengaruh yang baru, yang positip atau negatip dalam hidup, nasib mereka masing-masing.
Misalnya, tentang urusan perjodohan, pernikahan, pekerjaan, perdagangan dan lain-lain ; tergantung daripada bintang apa yang berkuasa atau paling besarnya berpengaruh pada setiap tahun yang baru itu. Setiap bintang disimbolkan dengan satu macam binatang yaitu : tikus, kerbau, harimau, kelinci… dan lain-lain.Setelah melalui siklus 12 tahunan, maka kembali lagi ke siklus awal dan begitu seterusnya tahun demi tahun.
Kalau ada satu tahun yang baru dan bintangnya bertentangan/tidak cocok dengan bintang tahun kelahiran mereka ; maka ada sesuatu yang harus mereka lakukan sesuai dengan kepercayaan mereka tersebut. Ada yang tidak boleh melayat ke rumah duka, termasuk juga kalau ada anggota keluarganya yang meninggal sepanjang tahun itu. Atau tidak boleh melangsungkan pernikahan pada tahun yang bertentangan bintangnya tersebut,…dan lain-lain.
Bagaimana halnya dengan sikap kita sebagai orang-orang yang menjadi pengikut Yesus Kristus, yang keluarganya merayakan tahun baru imlek ? Untuk menyambut kedatangan tahun yang baru ini, kedua orang tua mereka beserta semua keluarga yang bukan pengikut Yesus Kritus, pasti akan melakukan berbagai doa, ritual keagamaan dan menyembah di tempat ibadah mereka, kepada Dewa/Tuhan mereka sesuai dengan kepercayaan & adat istiadat mereka.
Untuk itu sesuai dengan nas yang ditulis diatas, berdasarkan hikmat Tuhan melalui rasul Paulus yaitu dikatakan : Agar kita juga menjadi seperti mereka, meskipun kita sendiri tidak hidup diluar hukum Allah, karena kita hidup dibawah hukum Yesus Kristus ; supaya kita dapat memenangkan sedikitnya beberapa orang dari antara mereka yang tidak hidup dibawah hukum Yesus Kristus.
Kalau diajak/diminta oleh orang tua untuk ikut berdoa, menyembah bersama mereka di tempat ibadah mereka, maka janganlah kita menolaknya dan menjadi anak yang tidak menghormati orang tua; dengan alasan kita berbeda keyakinan & kepercayaan. Sebab hal ini dapat menimbulkan suatu gesekan/pertengkaran yang sangat menyakitkan hati mereka semua.Pada akhirnya, hal itu akan menjadi suatu “batu sandungan” bagi kedua orang tua atau keluarga kita, untuk dapat datang dan percaya kepada Tuhan Yesus.
Untuk itu, Tuhan sudah memberikan jalan keluarnya bagi kita sebagai umat Tuhan, yaitu menjadi seperti mereka. Bagaimana caranya? Kita ikuti saja permintaan orang tua kita dan ikut bersama mereka berdoa, menyembah dan melakukan semua ritual agama kepercayaan atau adat istiadat mereka di tempat ibadahnya.
Hal ini kita lakukan ini adalah seperti contoh yang telah dilakukan oleh Jenderal Naaman. Dia telah menjadi orang yang percaya kepada Tuhan, Allah bangsa Israel, sejak dia disembuhkan dari penyakit kustanya oleh Kuasa dan Anugerah Tuhan, setelah dia mandi/dibaptis/memembenamkan dirinya dalam sungai Jordan sebanyak tujuh kali sesuai dengan perintah Tuhan melalui nabi Elisha kepadanya.
Naaman meminta nasihat nabi Elisha sikap/tindakan apa yang harus diambilnya, kalau dia harus ikut masuk kekuil Rimon untuk menyembah Dewa Rimon disana bersama dengan tuannya yaitu Raja Aram, sebagai pengapitnya. Lalu Naaman meminta Elisha supaya mendoakannya kepada Tuhan agar mengampuninya. Dan oleh hikmat Tuhan melalui nabi Elisha, Tuhan berkata kepada Naaman : Pergilah dan lakukanlah itu “dalam damai Tuhan”. (2 Raja-Raja 5: 13-15 dan 2 Raja-Raja 5:18-19)
Doa kami:
Tuhan Yesus, terima kasih ya Tuhan, Engkau sudah memberi kami contoh dan caranya, kalau kami harus turut beribadah, berdoa bersama orang tua kami di tempat ibadah mereka dan menyembah Tuhan/Dewa mereka disana. Amin.
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.