Pengumuman

Selamat Datang di Blog Persekutuan Doa Air Hidup.


Tuhan Yesus Memberkati.
ENTER

Anda rindu ingin membagikan berkat berupa renungan atau kabar gembira atau kesaksian pribadi? Kirim ke pdairhidup@gmail.com
POSTED BY Persekutuan Doa Air Hidup on 23.31 under



"Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran". (Amsal 17:17)


Firman Tuhan dalam nas tersebut diatas dialami oleh seorang pelukis dan pemahat yang terkenal dari Jerman melalui karyanya "Tangan yang Berdoa". Kisah ini diambil dari cuplikan kisah dalam renungan harian Gandoem Mas tertanggal Senin 02 Juni 2014.

Ketika itu "Albrecht atau Albert Durer", sang pelukis & pemahat terkenal itu adalah seorang pemuda yang baru lulus sekolah menengah, demikian juga dengan sahabatnya yang bernama Hans. Mereka berdua ini ingin sekali masuk sekolah seni pahat & melukis. Namun masalahnya, mereka berdua tidak punya cukup uang untuk membiayai biaya sekolahnya.

Akhirnya Albert menemukan suatu solusi, yaitu salah satu diantara mereka berkerja terlebih dahulu mencari uang untuk membiayai sekolah yang lainnya. Setelah lulus sekolah maka tiba gilirannya yang bekerja mencari uang, untuk membiayai sahabatnya  belajar di sekolah seni pahat & lukis tersebut. Dan Hans sahabatnya itu menyetujui idenya Albert.

Kemudian Albert menawarkan dirinya untuk bekerja terlebih dahulu dan Hans yang belajar di sekolah seni, tetapi Hans tidak menyetujuinya. Lalu dia berkata dia-lah dulu yang bekerja dan Albert yang belajar di sekolah seni. Akhirnya mereka berdua sepakat, Hans yang bekerja terlebih dahulu dan Albert yang belajar disekolah seni. Untuk itu, Hans bekerja keras sebagai kuli bangunan mencari uang, guna membiayai Albert sekolah.

Beberapa tahun kemudian setelah lulus sekolah, Albert segera pergi ke rumahnya Hans untuk mengatakan bahwa dia sudah lulus sekolah , dan sekarang tiba gilirannya Hans untuk belajar di sekolah seni, dan Albert yang bekerja mencari uang.

Tetapi ketika dia pergi ke rumahnya Hans di sore hari, Albert melihat melalui kaca jendela rumahnya bahwa Hans sedang berdoa sambil berlutut & menangis dengan kedua tangan yang tertangkup & mengarah keatas. Ternyata dengan Hans bekerja kasar sebagai kuli bangunan bertahun-tahun, hal itu telah mengakibatkan tangan Hans menjadi kaku dan kasar, sehingga dia tidaklah mungkin bisa menjadi pelukis atau pemahat.

Pengorbanan yang telah diberikan Hans bagi dirinya itu, tidak bisa dilupakan oleh Albert seumur hidupnya. Dan untuk mengabadikan kenangan & pengorbanan Hans sahabatnya yang luar biasa ini, Albert membuat sebuah lukisan dan pahatan yang diberinya nama "Tangan Berdoa".

Hans telah memberi Albert "kasih" di setiap waktu, dan menjadi "saudara" Albert dalam kesukaran, ketika dia ingin belajar di sekolah seni.

Hal ini jugalah yang diperintahkan Tuhan Yesus kepada kita, umatNya yaitu agar kita saling mengasihi, dengan "kasih" dari seorang sahabat yang rela berkorban, yaitu seperti "kasih" dari Hans terhadap Albert. (Yohanes 15:12-14)

Hans telah mengorbankan hidupnya/nyawanya (dalam bahasa inggrisnya, KJV : life=nyawa) yaitu "keinginannya & karirnya" sebagai seorang pelukis dan pemahat, agar Albert sahabatnya dapat mencapai keinginannya yaitu menjadi seorang pelukis dan pemahat.

Tuhan Yesus bahkan telah lebih lagi menyatakan kasihNya yang begitu besar bagi kita, yaitu dengan rela mengorbankan nyawanya/hidupnya mati diatas kayu salib, sebagai korban penebus dosa seluruh umat manusia ciptaanNya. Sehingga barangsiapa yang percaya kepadaNya memperoleh hidup yang kekal.

Seperti Albert yang tidak bisa melupakan pengorbanan Hans bagi dirinya seumur hidupnya, maka kita-pun janganlah pernah melupakan pengorbanan Tuhan Yesus ini seumur hidup kita. Percayalah kepada Tuhan & nantikanlah Tuhan dengan taat & setia sepanjang umur hidup kita dengan hiduplah senantiasa dalam pertobatan yang menyenangkan hatiNya.

Apakah yang telah kita lakukan sebagai tanda ucapan syukur kita atas pengorbanan yang luar biasa dari Yesus Kristus Tuhan, sahabat kita itu ? Maukah kita membuang semua kesombongan/keangkuhan hati kita dan belajar rendah hati seperti Tuhan Yesus? Maukah kita memaafkan & mengampuni orang-orang yang telah menyakiti kita? Maukah kita murah hati dan tidak kikir/pelit lagi? Maukah kita menjauhi semua pergaulan lama kita yang buruk yang tidak berkenan kepada Tuhan? Maukah kita memberitakan Injil Yesus Kristus bagi orang-orang yang belum mengenalNya ? dan lain-lain....

Dalam hidup ini, janganlah kita pernah sekalipun meninggalkan Tuhan  Yesus dan melupakan kasih & kebaikkanNya, agar dengan demikian kita akan layak menjadi sahabat Tuhan.

Doa kami :                                                      
Tuhan Yesus mampukanlah kami untuk selalu tekun percaya kepadaMu, dan taat & setia menantikan Engkau seumur hidup kami. Amin.
0 comments so far:
-->

Copyright 2012 Persekutuan Doa Air Hidup | Halaman ini adalah ruang maha kudus Tuhan, dimana kita menikmati hadiratNya, firmanNya, kasihNya, kuasaNya, berkatNya, didikanNya, pimpinanNya, penghiburanNya, perlindunganNya dan segalaNya. Jadi bukanlah halaman untuk berbinis atau segala macam bentuk kegiatan duniawi. Tuhan berkati. Amin