"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir". (Pengkhotbah 3:11)
Firman Tuhan dalam ayat tersebut diatas ini, memang termasuk salah satu yang difavoritkan oleh banyak orang yang percaya kepada Tuhan. Bahkan umatNya yang malas membaca Alkitab sekalipun, dia bisa menyebutkan ayat tersebut dengan lancar. Dan kebanyakan dari antara mereka tahu & percaya pada firman Tuhan yang tersebut dalam nas diatas yaitu “Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya”.
Kalau begitu, mengapa masih ada banyak anak Tuhan yang tawar hati, bahkan ada banyak juga yang mundur imannya ? Misalnya oleh karena terlalu lama menantikan jawaban doanya yang tidak dijawab, atau terlalu banyak pergumulan & pencobaan yang dihadapinya ?
Ada cerita tentang seorang kakek tua yang lupa akan mobilnya sendiri di sebuah SPBU pada saat antrian untuk mengisi bahan bakar. Kejadiannya bermula ketika si kakek tersebut memarkir mobilnya untuk mengisi bahan bakar. Setelah memberikan uang, si kakek tentu harus menunggu proses pengisian bensin yang yang ternyata memakan waktu yang cukup lama. Entah karena si kakek tersebut bosan menunggu, atau karena sudah pikun ; maka dia keluar dari mobilnya dan berjalan keliling sambil melihat-lihat keadaan sekitar dan akhirnya si kakek pulang ke rumahnya berjalan kaki.
Setelah pengisian bensin selesai, pegawai SPBU sibuk mencari pemilik mobil, karena mobilnya mengganggu antrian berikutnya. Akhirnya pegawai tersebut menghubungi polisi untuk mencari si pemilik mobil. Dan polisi berhasil menemukan pemilik mobil tersebut yaitu si kakek tua yang sedang santai dirumahnya, lalu mereka mengajak si kakek mengambil mobilnya di SPBU tersebut.
Mungkin kita belum pernah melakukan hal pikun yang sedemikian, atau tidak pernah mengalami peristiwa/pengalaman persi seperti itu ; tetapi pernahkah kita merenungkan bahwa seringkali kita juga melupakan hal-hal penting dalam hidup kita, yaitu : Janji Allah dalam Yesus Kristus!
Karena terlalu lama kita harus menunggu jawabanNya, kadang-kadang kita sudah menunggu 5 tahun, 10 tahun, bahkan lebih dari itu kita menunggu ; namun janji Tuhan belum juga digenapiNya. Maka tentunya kita akan mulai bosan, jengkel, jenuh, dan hati kita perlahan-lahan mulai menjadi tawar terhadap janji Tuhan tersebut. Kemudian kita coba mulai mencari pemikiran/solusi yang lain atau jalan keluar sendiri , dan keluar dari bingkai iman percaya kita kepada Tuhan. Akhirnya hal itu akan membuat kita jadi semakin menjauh dari Tuhan dan tidak percaya lagi pada janji-janjiNya.
Dalam menghadapi hal yang demikian, maka kita perlu belajar dari pengalaman Abraham. Dia telah menantikan penggenapan janji Tuhan yaitu kelahiran anaknya Ishak dari istrinya Sarah yang tidak kunjung tiba. Padahal Tuhan telah menjanjikan hal itu kepada Abraham 30 th sebelumnya, yaitu dia akan mempunyai banyak keturunan seperti bintang dilangit banyaknya. (Kejadian 15:1-6)
Tetapi karena tidak tahan menantikan lamanya penggenapan janji Tuhan tersebut, maka Abram dan Sarai (ketika itu nama mereka belum disebut "Abraham & Sarah" oleh Tuhan) mencari solusi sendiri yaitu mengambil Hagar yang masih muda sebagai istri Abraham yang kedua. Sebab ketika itu Sarah telah mati haid dan Abraham sudah lanjut usianya sekitar 85 th. Akibatnya, maka lahirlah Ismael anak Abraham yang lahir dari Hagar istri keduanya, dan Ismael ini bukanlah keturunan yang dijanjikan Tuhan bagi Abraham, melainkan Ishak yang lahir dari Sarah istrinya yang tua dan telah mati haid itu. (Kejadian 16:11-16 dan Kejadian 21:1-7).Keberadaan Ismael ini dalam kehidupan Abraham, dikemudian hari ternyata mengakibatkan timbul banyak penderitaan & perseteruan antara keturunan Ismael dengan keturunan Ishak.
"Waktu" memang merupakan sebuah misteri yang telah membuat banyak orang percaya gagal dalam hidup sesuai dengan rencana dan janji Allah. Tetapi bagi orang yang sungguh-sungguh mempercayai kedaulatan Allah atas "waktu", mereka tentunya tidak perlu menyerah ; meskipun mungkin mereka tidak melihat/mengalami penggenapan janji Allah tersebut sampai mereka mati. (Ibrani 11:39)
Bukankah ayat firman Tuhan diatas berkata : Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya? Rencana dan waktu Tuhan adalah selalu tepat dan indah, oleh sebab itu marilah kita selalu sabar menantikan jawaban-jawaban Tuhan atas segala permohonan kita kepadaNya.
Doa kami :
Tuhan Yesus, penuhilah kami dengan kesabaran untuk menunggu waktu penggenapan janjiMu/ firmanMu. Amin.
Tuhan Yesus, penuhilah kami dengan kesabaran untuk menunggu waktu penggenapan janjiMu/ firmanMu. Amin.

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.