"Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal". (2 Korintus 4:18)
Renungan kita hari ini marilah kita membahas sebuah tema menarik yaitu : “Melihat yang tidak kelihatan”. Untuk kita mengerti bersama bahwa dalam setiap hidup manusia ada dua unsur kehidupan yaitu manusia lahiriah dan manusia batiniah.
Kenyataannya adalah manusia lahiriah kita semakin merosot yaitu lama hari semakin lemah, antara lain ditandai dengan melemahnya kemampuan panca indera kita, sedangkan sebaliknya manusia batiniah kita terus diperbahuri dari hari ke sehari. (2 Korintus 4:16) . Mata lahiriah kita, kecuali Tuhan izinkan, mungkin tidak dapat melihat hal-hal yang rohani, tetapi mata batiniah kita dapat melihat sesuatu yang tidak kelihatan yatu perkara rohani. Inilah yang dimaksudkan dalam tema diatas. Hati adalah mata iman kita atau mata batiniah kita.
Tubuh kita memiliki dua mata yang mampu melihat, yaitu mata jasmani dan mata iman. Mata jasmani manusia memang terbatas dan semakin merosot kemampuannya setiap hari dengan bertambahnya umur kita. Penglihatan kita akan semakin berkurang/berubah fokusnya dan membutuhkan bantuan seperti kaca mata untuk dapat melihat dengan baik.
Secara jasmaniah bukan hanya mata lahiriah yang semakin merosot, tetapi juga tenaga, daya ingat, penampilan da lain-lain. Intinya adalah segala yang sifatnya jasmaniah bertambah hari, akan semkin menurun nilainya. Sedangkan mata iman kita akan semakin dapat melihat "apa yang tidak dapat kelihatan" oleh mata jasmani, karena semakin diperbaharui setiap hari melalui ibadah, doa, firman Tuhan, melayani Tuhan dan lain-lain. Mata iman kita akan dapat berfungsi dengan baik dan semakin baik, jikalau kita terus memiliki persekutuan yang erat dengan Tuhan dan tetap dekat bersamaNya dalam menghadapi setiap kesulitan & pencobaan. Kita akan menyaksikan betapa Tuhan menolong kita dalam kesesakan. (Mazmur 46:2) Mata lahiriah kita bisa saja menyatakan bahwa pertolongan itu hanyalah karena kebetulan saja, sehingga kita dapat lolos dari bahaya maut. Tetapi mata iman kita dapat melihat sesuatu hal-hal yang tidak terlihat oleh mata lahiriah kita yaitu pertolongan itu dari Tuhan-lah datangnya.
Salah satu kunci keberhasilan orang percaya adalah kemampuan melihat sesuatu yang tidak kelihatan. Itulah yang dikatakan Allah kepada Abraham dalam kitab Kejadian 15 : 5-6 dan yang dikatakanNya kepada tokoh-tokoh iman misalnya dalam kitab Ibrani 11 : 29, sebab iman adalah bukti daripada segala sesuatu yang tidak kita lihat. (Ibrani 11:1)
Itulah sebabnya tidaklah salah, apabila kita seperti contoh Abraham atau bangsa Israel, memimpikan sesuatu dalam pengharapan kita kepada Tuhan, karena Ia adalah sumber pengharapan kita.
Tetapi, apakah yang menghambat, sehingga kita tidak dapat melihat yang tidak kelihatan ? Pertama adalah perasaan kita yang berorientasi pada hal-hal jasmaniah & kenyataan yang telah kita lihat/alami , dan kedua adalah logika kita yang lebih dominan daripada iman kita.
Maka untuk dapat melihat yang tidak kelihatan adalah iman harus lebih berperan lebih aktif daripada perasaan dan logika. Meskipun sesuatu hal menurut perasaan kita atau menurut pikiran kita adalah mustahil akan terlaksana, tetapi apabila sesuai dengan firman Tuhan, maka dengan mata iman kita percaya bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah dan hal itupun akan dapat terlaksana.
Contoh : Seandainya Petrus berpikir dengan logikanya dan menggunakan perasaannya, maka dia tidak akan berani turun ke air danau yang berombak dan mulai berjalan diatas air mendapatkan Yesus, sesuai dengan yang diperintahkanNya dan ternyata hal itu terjadi. (Matius 14:28-29) Tetapi sebaliknya ketika dia merasakan embusan air dan mulai takut, lalu logika dan pikirannya mulai menguasai Petrus, maka imannya jadi goyah dan diapun mulai tenggelam. (Matius 14:30)
Doa kami:
Tuhan Yesus, tolonglah hambaMu ini supaya iman kami lebih bertumbuh setiap hari. Amin.
Tuhan Yesus, tolonglah hambaMu ini supaya iman kami lebih bertumbuh setiap hari. Amin.

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.