Pengumuman

Selamat Datang di Blog Persekutuan Doa Air Hidup.


Tuhan Yesus Memberkati.
ENTER

Anda rindu ingin membagikan berkat berupa renungan atau kabar gembira atau kesaksian pribadi? Kirim ke pdairhidup@gmail.com
POSTED BY Persekutuan Doa Air Hidup on 08.17 under
"Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota abadi". (1 Korintus 9:25)
 
Dalam nas tersebut diatas, kehidupan orang percaya digambarkan sebagai olahragawan yang sedang bertanding.
 
Bagi orang Korintus, kegiatan olahraga bukanlah merupakan suatu kegiatan yang asing, jadi contoh pertandingan olah raga dalam nas diatas tentang kehidupan orang percaya, akan dapat lebih mudah dimengerti. Rasul Paulus ingin menjelaskan bahwa sambil menjalani kehidupan di dunia ini, kita harus bertanding memenangkan iman kita, dalam melawan gemerlap kehidupan duniawi, kedagingan dan kuasa si jahat. Mahkota abadi yang dimaksud Paulus adalah keselamatan kekal, sebagai mahkota yang akan kita raih sebagai upah kemenangan kita dalam pergumulan memenangkan iman kita kepada Tuhan. Sebab si iblis yang jahat, lawan kita, dia akan terus berusaha supaya iman kita gugur, menjadi hamba dosa dan menjadi pengikutnya. (1 Petrus 5:8-9)
 
Untuk dapat meraih mahkota abadi ini, kita tidak perlu takut untuk menghadapi pertandingan ini. Kalau kita takut bertanding, maka tidak akan ada hadiah yang akan kita peroleh yaitu "tidak ada mahkota tanpa kemenangan".
 
Musuh terbesar bagi kita sebagai seorang atlet iman adalah diri kita sendiri. Ketika kita takut kecut hatinya, keder atau tawar hatinya dalam menghadapi tantangan/masalah yang seharusnya menjadi bagian kita, maka kita telah kehilangan pertandingan yang memberi hadiah itu. Oleh sebab itu ada firman Tuhan dalam Alkitab yang berkata : Janganlah kecut dan tawar hatimu, melainkan kuatkan dan teguhkanlah hatimu ! Sebab Tuhan Allahmu menyertaimu dan ada upah yang menantinya yaitu mencapai tanah perjanjian ! (Yosua 1:9)
 
Jikalau kita harus menghadapi pencobaan, maka hadapilah pencobaan itu dengan iman yang teguh kepada Tuhan, bahwa pencobaan yang kita hadapi itu tidak akan melebihi kemampuan kita, pada waktunya Tuhan akan memberi kita kekuatan dan jalan keluarnya, sehingga kita dapat menanggungnya. ( 1 Koritnus 10:13)
 
Yang penting, jangan takut atau kecut hati, keder atau tawar hati, ketika kita menghadapi persoalan atau pencobaan. Semuanya yang diizinkan Tuhan terjadi dalam hidup kita, pastilah kita akan dapat menanggungnya dengan iman percaya kepadaNya. Janganlah andalkan kekuatan, kepandaian diri sendiri atau koneksi pribadi kita ; melainkan andalkanlah & percayalah selalu kepada Tuhan, bahwa Ia selalu bersama kita dalam menghadapinya.
 
Selain itu, kita juga harus dapat menguasai diri dalam segala hal dan memiliki tujuan yang jelas. Misalnya : Bagi seorang pelari, kemenangan bukan hanya ditentukan oleh kecepatannya, tetapi tujuannya juga harus benar. Kalau dia berlari dengan cepat sekali, tetapi arahnya salah yaitu menuju toilet atau w/c misalnya, dan bukannya menuju garis finish yang benar ; maka meskipun dia sampai paling dulu di w/c atau toilet, tetapi dia tidak akan dapat hadiah.
 
Dalam praktek hidup sehari-hari, kita melihat bahwa banyak ada banyak orang yang hanya mengedepankan kecepatan, tanpa memperhatikan kebenaran. Sehingga karena hanya mau cepat, maka mereka kehilangan arah. Semula mereka ingin cepat sukses menjadi orang kaya yang dermawan, hidup kudus & rela berkorban untuk menolong orang-orang miskin & men-sejahterakan lingkungannya. Namun ternyata, akhirnya mereka menjadi orang yang sukses, tapi egois, serakah dan lupa diri. Tanpa mengetahui tujuan hidup kita dengan jelas, maka iman kita akan menjadi lemah dan tidak berdaya, ketika menghadapi godaan gemerlapnya kehidupan duniawi dan keinginan daging & hawa nafsu yang jahat.
 
Terakhir adalah kita harus secara terus menerus melatih tubuh jasmani kita. Yang dimaksud melatih tubuh disini adalah agar daging tidak berkuasa lagi dan firman Tuhan menjadi prioritas serta kompas dalam hidup kita. Misalnya : Dengan membiasakan diri kita setiap pagi untuk berdoa dan membaca firman Tuhan dalam Alkitab, kemudian menerapkannya/melakukannya dalam hidup sehari-hari.
 
Keinginan dan kerinduan hati Allah adalah memberikan kemenangan bagi kita, itulah sebabnya Dia turut bertanding membela kita, memberi kita nasihat, tegoran, pertolongan, kekuatan, penghiburan dan berkatNya. 
 
Doa kami :
Tuhan Yesus, Engkaulah kekuatan kami dan perlindungan kami, dalam berjuang memperoleh mahkota yaitu keselamatan kekal yang daripadaMu. Amin.
 
0 comments so far:
-->

Copyright 2012 Persekutuan Doa Air Hidup | Halaman ini adalah ruang maha kudus Tuhan, dimana kita menikmati hadiratNya, firmanNya, kasihNya, kuasaNya, berkatNya, didikanNya, pimpinanNya, penghiburanNya, perlindunganNya dan segalaNya. Jadi bukanlah halaman untuk berbinis atau segala macam bentuk kegiatan duniawi. Tuhan berkati. Amin