" Namun Aku mencela engkau,karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula." (Wahyu 2:4)
Ketika seseorang jatuh cinta, maka dia pasti selalu merindukan orang yang dicintainya. Kalau bisa dia ingin sesering mungkin bertemu, berhubungan dan berada bersamanya. Pagi, siang dan malam, dia terus memikirkan kekasihnya, bahkan sampai tidak bisa tidur, dia terus membayangkan wajah kekasihnya, apa yang telah dikatakannya dan lain-lain. Apapun yang diingini kekasihnya, dia pasti akan mengabulkannya dan menuruti apa yang dimintanya. Dia ingin selalu mengasihinya dan menyenangkan hati kekasihnya itu.
Namun ketika dia sudah sekian lama bergaul dengan kekasihnya dan lebih dalam mengenal kepribadian dan karakternya, maka dia mulai berani memberikan kritik atau komentar kepada kekasihnya dan menegur kekasihnya, apabila ada hal-hal yang tidak berkenan kepada dia atau ada perbedaan pendapat antara dia dengan kekasihnya itu. Jadwal pertemuan dengan kekasihnya juga mulai berkurang, mungkin hanya seminggu sekali saja, jarang telpon-telponan dan cintanya kepada kekasihnya itu sudah tidak berkobar-kobar lagi seperti pada mulanya. Dan hatinya sekarang akan dapat lebih mudah tergoda oleh cinta kepada wanita-wanita cantik atau pria-pria tampan yang lain, lalu melupakan atau meninggalkan kekasihnya yang semula.
Demikian juga hal nya dengan kasih kita kepada Tuhan. Ketika kita mula-mula jatuh cinta kepada Tuhan, maka rasanya hidup ini semuanya adalah untuk Tuhan. Pagi, siang dan malam kita selalu mengingat Tuhan, berdoa kepadaNya, memuji dan menyembahNya dan menuruti apa yang dimintaNya dan diinginkanNya.
Sedapat mungkin setiap minggu beribadah di gereja, dan mengikuti kegiatan doa bersama atau pendalaman Alkitab di tengah-tengah minggu atau mengikuti acara kebangkitan rohani. Membaca Alkitab dengan tekun selama satu jam, setiap pagi bangun pukul 5 pagi tanpa terkecuali, meskipun mengantuk atau sakit atau berada di luar kota atau sedang sibuk, kita pasti akan sediakan waktu kita untuk membaca Alkitab atau mendengarkan khotbah melalui radio/kaset dan lain-lain.
Sebab Alkitab adalah seperti surat cinta dari Tuhan bagi kita, berisi rencana, kehendak dan janji Tuhan bagi kita yang mengasihiNya. Setelah kita membacanya lalu kita merenungkan dan melakukannya setiap hari. Kita tidak pernah mengeluh kepada Tuhan, apalagi menggerutu atau memarahiNya atau meninggalkanNya.
Namun setelah tahun demi tahun berlalu, kita menjadi pengikutNya dan mengasihiNya, dan ketika kita berada dalam kesulitan/masalah, ternyata doa-doa kita seringkali tidak mendapat jawabanNya atau tidak dapat mendapat solusi yang instan dari Tuhan ; maka bisa saja kita menjadi kecewa atau bimbang kepadaNya. Dan akibatnya mungkin saja kita dapat meninggalkan Tuhan dan kembali hidup seperti yang semula yaitu penuh keduniawian & dosa.
Ke gereja juga hanya kadang-kadang saja, mungkin hanya setahun sekali ketika hari Natal. Kita mulai jarang membaca Alkitab, jarang mengikuti kegiatan doa bersama atau pendalaman Alkitab dan tidak ada waktu lagi untuk Tuhan oleh karena kesibukkan kita sehari-hari bekerja, berusaha, belajar dan lain-lain. Dan cinta kita kepada Tuhan sudah tidak lagi menggebu-gebu lagi seperti ketika kita mula-mula jatuh cinta kepadaNya. Dalam keadaan yang demikian, hati kita akan dapat lebih mudah tertarik kepada kuasa-kuasa lain atau allah-allah yang lain atau arwah orang mati, melalui dukun-dukun atau peramal-peramal, medium dan lain-lain, yang dapat memberikan jawaban yang instan dan logis untuk setiap permasalahan kita.
Ketika hal ini terjadi, maka sebenarnya kita sedang menjalani hidup ini tanpa Tuhan. Kita tidak lagi melakukan firman Tuhan dengan taat dan setia.
Misalnya kita lupa bahwa ada firmanNya yang berkata : 'Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik". (1 Korintus 15:33) Karena ada peluang bisnis yang menguntungkan, maka kita bersedia menjamu tamu bisnis kita untuk makan malam, pesta pora di klab malam yang menyediakan jasa wanita-wanita penghibur.
Kemudian kita pulang kerumah pada larut malam dalam keadaan yang sedikit mabuk. Namun karena saking seringnya menjamu tamu-tamu bisnis ini, maka hal ini akan membuat kita jadi alpa berdoa bersama dengan keluarga pada malam hari. Dan selain itu kita juga jadi mulai ketagihan pergi mengunjungi klab malam, dimana pada akhirnya kita akan jadi lebih mudah terjatuh dalam perzinahan dengan wanita-wanita yang bekerja di klab malam dan mulai hidup dalam dosa.
Itulah sebabnya Tuhan berkata : Betapa dalamnya engkau telah jatuh! Dan Tuhan katakan supaya kita segera bertobat dan melakukan lagi apa yang semula kita pernah lakukan, yaitu mengasihi Tuhan dengan berkobar-kobar dan sepenuh hati. (Wahyu 2:5)
Sebab kalau kita tidak bertobat dan kembali mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati, maka Tuhan akan mengambil kaki dian kita dari tempatnya yaitu Roh Kudus yang ada dalam kita akan pergi meninggalkan kita dan tidak menyertai kita lagi. Akibatnya kita akan semakin dalam dan terbiasa hidup dalam dosa. Dan semuanya ini akan mendatangkan murka Allah bagi kita.
Doa kami :
Tuhan Yesus, kami mau bertobat dan kembali mengasihi Engkau dengan sepenuh hati. Oleh sebab itu penuhilah kami dengan kasihMu yang semula ya Tuhan. Amin.
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.