"Tetapi berfirmanlah Tuhan kepada Samuel : Janganlah pandang parasnya atau perawakan tinggi, sebab Aku telah menolaknya.Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang didepan mata, tetapi Tuhan melihat hati". (1 Samuel 16:7)
Ketika nabi Samuel diutus Allah untuk mengurapi Daud sebagai raja, sebelumnya Samuel telah melihat/menilai beberapa orang kakaknya Daud. Yang dilihatnya antara lain adalah Eliab yang tampan dan tinggi perwawakannya, lalu Samuel berpikir bahwa mungkin Eliab-lah yang cocok untuk jadi raja yang baru pengganti raja Saul. Tetapi sesuai dengan nas tersebut diatas Tuhan berkata: Bukan Eliab !
Demikian juga halnya dengan kita yang seringkali memiliki penilaian dan respons yang berbeda terhadap seseorang berdasarkan latar belakangnya yang diterima oleh panca indera & persepsi kita. Misalnya kalau ada seorang pejabat atau orang terhormat datang kerumah kita, maka pasti sikap & cara kita menyambutnya berbeda dengan orang biasa.
Sehubungan dengan itu, ada sebuah film drama Korea yang cocok untuk menjelaskan firman Tuhan dalam nas diatas. Kisahnya adalah tentang : Sepasang suami istri yang kaya raya, yang mempunyai sebuah perusahaan besar di Korea. Mereka sedang mencarikan jodoh untuk putri sulungnya. Mereka bertemu dengan seorang pemuda yang melamar pekerjaan di perusahaan mereka. Ibu pemuda itu kebetulan adalah teman sekolah dari sang istri kaya. Pemuda itu sopan, suka menolong, tampan & pandai, lulusan sekolah di amerika dan pernah bekerja di sebuah perusahaan besar disana. Sekarang pemuda itu kembali ke Korea untuk mencari pekerjaan. Selama di Korea pemuda itu tinggal sementara bersama dengan ibunya. Pemuda itu sudah menikah dan punya bayi laki-laki di Amerika. Ketika dia kembali ke Korea, dia belum mengajak istri dan anaknya, melainkan dia terlebih dahulu merintis persiapan, agar mereka bisa punya rumah dan pekerjaan untuk menafkahi istri & anaknya itu di Korea nanti. Setelah pemuda itu diterima, ternyata dia memang pandai dan berhasil membuat perusahaan suami istri itu maju pesat. Tetapi suami istri kaya itu hanya dapat melihat/menilai pemuda itu dari luar yaitu apa yang ada didepan mata. Mereka tidak dapat melihat isi hati pemuda itu. Mereka tidak tahu bahwa pemuda itu sudah berkeluarga dan berhati jahat & serakah, serta ingin menguasai kekayaan suami istri kaya tersebut.
Sebelum menikahkan putri sulungnya, ibunya menanyakan nasihat seorang peramal tentang perjodohan putri sulungnya dengan pemuda itu. Kata si peramal bahwa pemuda itu adalah pasangan yang sangat cocok untuk putri sulungnya. Padahal si istri kaya itu tidak mengetahui bahwa peramal itu sudah disuap uang oleh ibu dari pemuda itu, agar mengatakan hal itu.
Setelah pemuda itu menikah dengan putri sulung keluarga kaya itu, lalu dia memanggil istri & anaknya pulang ke Korea. Dia melakukan berbagai tindak korupsi & menggelapkan uang perusahaan milik mertuanya untuk membeli apartemen, mobil dan lain-lain, termasuk uang untuk membiayai hidup istri & anaknya itu. Selain itu dia juga mengangkat istrinya sebagai sekretarisnya di perusahaan mertua kaya itu. Langkah jahat mereka selanjutnya adalah bayi mereka yang barusan berumur 4 bulan juga diletakkan didepan pintu rumah mertuanya, seolah-olah sebagai anak yang dibuang oleh orang tuanya yang miskin.
Ketika dilihat ada bayi laki2 di muka gerbang rumah, si putri sulung itu mengambil bayi itu dan memeliharanya sementara di keluarga mereka. Setelah mertua yang lelaki meninggal, karena kecelakaan lalu lintas yang disengaja oleh menantunya tanpa diketahui oleh mertuanya yang perempuan, maka si menantu diangkat menggantikan kedudukan mertua laki-laki yang kaya di perusahaannya.
Tetapi Allah sungguh adil, ternyata akhirnya terbongkar-lah semua kejahatan si menantunya itu. Sebab dia sering pergi berkencan dengan istrinya yang dari Amerika, yang sekarang bekerja sebagai sekretarisnya itu. Dan juga terbongkar dari rekaman CCTV tentang kejadian kecelakaan lalu lintas yang disengaja oleh si menantu, sehingga mengakibatkan mertua lelakinya meninggal. Selain itu terbongkar juga rahasia bahwa bayi laki-laki yang beberapa waktu lalu dibuang didepan pitu gerbang rumah keluarga kaya itu, adalah anak dari si menantu dengan istrinya yang di Amerika. Maksud jahat pemuda & istrinya yang dari Amerika itu adalah agar anak mereka nanti dapat menjadi ahli waris dari perusahaan mertua kaya itu. Setelah terbongkar semua kejahatannya, si pemuda itu diceraikan oleh putri sulung keluarga kaya itu dan dihukum penjara. Anak bayi pemuda itu dikembalikan ke istrinya yang dari Amerika, dan apartemen serta mobilnya disita oleh perusahaan keluarga kaya itu.
Jadi yang dilihat atau dinilai oleh manusia sebetulnya adalah belum tentu baik/cocok bagi dirinya. Kita sebagai umat Tuhan yang serba terbatas kemampuannya & umurnya, haruslah sangat berhati-hati. Terutama didalam hal memilih pasangan hidup, memilih teman atau pacar, memilih karyawan yang bisa dipercaya, memilih karir/pekerjaan/usaha/proyek, memilih rumah/tempat tinggal dan lain-lain. Untuk itu kita harus selalu bergaul karib dengan Tuhan, maka Tuhan pasti akan menolong kita agar terhindar dari segala musibah & penderitaan dan lain-lain.
Doa kami :
Berilah kami hikmatMu ya Tuhan Yesus dengan berlimpah-limpah, supaya kami dapat senantiasa mengerti & melakukan kehendakMu & rencanaMu bagi kami dalam hidup ini. Amin.
Berilah kami hikmatMu ya Tuhan Yesus dengan berlimpah-limpah, supaya kami dapat senantiasa mengerti & melakukan kehendakMu & rencanaMu bagi kami dalam hidup ini. Amin.
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.