"Jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga". (Matius 6:14)
Mengapa sulit sekali kita mengampuni orang yang bersalah kepada kita ? itu adalah sebuah pertanyaan yang muncul ditengah-tengah suatu kelompok diskusi. Sebagian orang berkata saya tidak mau mengampuni karena kesalahannya sangat besar dan sudah sangat menyakit hati saya, atau sebab dia sudah terlalu sering mengulangi kesalahan yang sama terhadap saya, atau karena orang yang bersalah kepada saya itu tidak mau datang dan meminta maaf kepada saya, dan lain-lain.
Apa-pun alasannya, maka jawaban daripada pertanyaan diatas adalah Hati kita sudah dipenuhi oleh kebencian, amarah, sakit hati & dendam.
Bagi orang yang percaya kepada Tuhan sekalipun, perihal mengampuni kesalahan orang lain adalah merupakan sesuatu hal yang sangat sulit atau bahkan tidak mungkin untuk dilakukannya.
Sakit hati, kekecewaan, kebencian, kerugian, kesedihan, kemarahan, kehilangan dan lain-lain, telah membuat hati kita tertutup untuk memperbaiki hubungan dengan mereka yang telah menyakiti kita.
Hubungan kita yang dulu telah terbina dengan baik, akhirnya dipisahkan oleh jarak yang disebut kekecewaan, kebencian dan sakit hati atau bahkan keputus-asa-an dan lain-lain.
Keadaan yang seperti inilah, penting bagi kita untuk dapat merenungkan kembali seberapa banyak dosa & kesalahan yang telah kita lakukan kepada Tuhan & sesama ? berapa kali dalam sehari kita telah berbuat dosa ? seberapa banyak kita telah menyakiti hati bekas kekasih/pasangan kita, teman kita atau keluarga kita, dan juga seberapa banyak Tuhan telah mengampuni kesalahan kita.
Kita juga harus menyadari bahwa tidak ada gunanya bagi kita untuk terus mendendam atau sakit hati terhadap seseorang yang telah bersalah kepada kita atau menyakiti hati kita, apalagi jika sampai kita bawa mati, dibawa ke alam akhirat sana. Nanti kita bisa kerepotan/over-weight membawa "barang-barang rongsokan yang tidak berguna atau sampah sakit hati" ke sorga. Firman Tuhan katakan bahwa ada waktunya bagi kita untuk membenci seseorang dan juga ada waktunya bagi kita untuk mengasihinya. (Pengkhobah 3:8) Jadi untuk segala sesuatu ada waktunya, oleh karena itu tidak ada gunanya bagi kita untuk terus menerus dendam, sakit hati & membenci orang yg bersalah kepada kita.
Kita juga harus menyadari bahwa tidak ada gunanya bagi kita untuk terus mendendam atau sakit hati terhadap seseorang yang telah bersalah kepada kita atau menyakiti hati kita, apalagi jika sampai kita bawa mati, dibawa ke alam akhirat sana. Nanti kita bisa kerepotan/over-weight membawa "barang-barang rongsokan yang tidak berguna atau sampah sakit hati" ke sorga. Firman Tuhan katakan bahwa ada waktunya bagi kita untuk membenci seseorang dan juga ada waktunya bagi kita untuk mengasihinya. (Pengkhobah 3:8) Jadi untuk segala sesuatu ada waktunya, oleh karena itu tidak ada gunanya bagi kita untuk terus menerus dendam, sakit hati & membenci orang yg bersalah kepada kita.
Ingatlah dalam nas diatas dikatakan bahwa jikalau kita mengampuni orang yg bersalah kepada kita atau menyakiti hati kita, maka dosa & kesalahan kita juga akan diampuni Tuhan. Bukankah itu suatu hadiah atau imbalan yang sangat baik dari Tuhan bagi kita?
Selain itu orang yang bersalah atau menyakiti hati kita itu, bisa saja sudah melupakan kita ; atau bisa saja dia sudah tidak ingat lagi akan semua apa yang telah dilakukannya kepada kita.
Jikalau kita percaya kepada Tuhan bahwa Ia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal, maha kuasa, adil dan bijaksana ; mengapa kita tidak berserah saja kepadaNya . Bukankah hak pembalasan ada pada Tuhan ? (Ulangan 32:35) Dan bukankah pada waktunya Tuhan akan memberi keadilan kepada kita umatNya dan membalas kejahatan orang itu sesuai dengan perbuatannya. (Ulangan 32:36 dan Roma 2:6)
Berikutnya yang perlu kita ketahui adalah bahwa tanpa Tuhan & kasihNya, kita tidak akan mampu mengampuni orang yang bersalah kepada kita atau yang menyakiti hati kita.
Berikutnya yang perlu kita ketahui adalah bahwa tanpa Tuhan & kasihNya, kita tidak akan mampu mengampuni orang yang bersalah kepada kita atau yang menyakiti hati kita.
Untuk itu sebaiknya kita berdoa kepada Tuhan dan mengakui ketidak-mampuan kita untuk mengampuni dengan berdoa, misalnya : Saya sih mau menuruti perintahMu untuk mengampuni orang yang bersalah kepada saya, tetapi tanpa Engkau & tanpa kasihMu yang memampukan saya, maka saya tidak bisa mengampuni kesalahan orang itu. Oleh karena itu tolonglah saya Tuhan, supaya saya jangan sampai berdosa terhadap Engkau ?
Pesan yang tegas melalui firman Tuhan dalam nas hari ini adalah ampunilah mereka yang bersalah kepada kita. Sebesar apapun kesalahan mereka dan se-sakit apapun hati & perasaan kita, serahkanlah semuanya kepada Tuhan Yesus. Kalau bisa memaafkan atau mengampuni orang yang bersalah atau menyakiti hati kita, maka lakukanlah itu dengan rela dan tulus. Kalau belum bisa, maka berusahalah untuk mulai mengampuni orang itu dalam doa kepada Tuhan dan cobalah untuk tidak lagi mengingat-ingat lagi dosa/kesalahan orang yang bersalah atau menyakit hati kita. Selanjutnya Tuhanlah yang akan menyelesaikannya bagi kita.
Pesan yang tegas melalui firman Tuhan dalam nas hari ini adalah ampunilah mereka yang bersalah kepada kita. Sebesar apapun kesalahan mereka dan se-sakit apapun hati & perasaan kita, serahkanlah semuanya kepada Tuhan Yesus. Kalau bisa memaafkan atau mengampuni orang yang bersalah atau menyakiti hati kita, maka lakukanlah itu dengan rela dan tulus. Kalau belum bisa, maka berusahalah untuk mulai mengampuni orang itu dalam doa kepada Tuhan dan cobalah untuk tidak lagi mengingat-ingat lagi dosa/kesalahan orang yang bersalah atau menyakit hati kita. Selanjutnya Tuhanlah yang akan menyelesaikannya bagi kita.
Doa kami:
Tuhan Yesus, terima kasih atas firmanMu ini, kami mau mengampuni dan mendoakan orang-orang yang bersalah kepada kami. Amin.
Tuhan Yesus, terima kasih atas firmanMu ini, kami mau mengampuni dan mendoakan orang-orang yang bersalah kepada kami. Amin.

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.