"Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari". (Matius 6:34)
Salah seorang berkata : “Hidup ini adalah masalah konsep”. Kalau kita berkata sulit, ya akan sulit jadinya. Sebaliknya kalau kita berkata gampang, ya akan gampang jadinya. Suatu saat ada seorang yang bertanya: “Hidup ini sulit ya, pak?” Saya katakan : Ya sulit, karena saudara sendiri yang membuat sulit.
Dalam nas tersebut diatas dikatakan supaya jangan kuatir akan hari esok. Semua orang mengerti akan hal ini bahwa tidak ada gunanya mengkuatirkan hari esok. Tetapi sebenarnya yang membuat hidup manusia tidak tenang dan tidak damai adalah karena terlalu memikir-mikirkan hari esok. Hal yang menggerogoti suka-cita dan damai sejahtera dalam hati manusia adalah kekuatiran akan masa yang akan datang, kekuatiran akan hari esok, padahal hari esok masih belum tiba. Tetapi mereka sudah kuatir akan sesuatu yang belum terjadi.
Sebuah kalimat berkata : Hanya orang mati yang tidak merasakan kuatir, dan itulah manusia. Kalau tidak demikian tentunya bukan manusia, sebab binatang seperti burung-burung atau tumbuh-tumbuhan/bunga-bunga tidak kuatir akan hari esok.
Dan oleh karena Tuhan mengerti akan hal itu, oleh sebab itu firmanNya berkata : Jangan kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. Artinya, kalau hanya kita berpikir kebutuhan kita hari ini, maka sebenarnya tidak terlalu masalah dngan apa yang akan terjadi hari esok.
Tetapi karena yang kita selalu pikirkan adalah “Bagaimana kalau nanti begini....bagaimana kalau begitu….dan lain-lain ? Inilah masalahnya.
Namun, demikian melalui renungan kita hari ini, marilah kita renungkan dua hal untuk dapat memecahkan masalah kekuatiran.
Pertama. Yakini betul bahwa Allah adalah Allah pemelihara. Dalam kitab 1 Petrus 5 : 7 dan Mazmur 55:23 dikatakan : “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu. Melalui kesaksian-kesaksian dalam Alkitab, kiranya sudah cukup menguatkan kita. Bagaimana pemeliharaan Tuhan terhadap bangsa Israel dipadang gurun, ketika mereka lapar dan haus selama 40 tahun. Tuhan dapat menurunkan roti dari sorga dan mereka dapat minum dari air yang memancar dari gunung batu. (Mazmur 78:20-28)
Bagaimana pemeliharaan Tuhan terhadap nabi Elia ditepi sungai Kerit dimasa kelaparan. Tuhan dapat mengirim makanannya melalui burung-burung gagak setiap pagi dan petang. (1 Raja-Raja 17:1-6)
Kalau saat ini kita mempercayai Allah yang dapat dipercaya/diandalkan oleh bagsa Israel dan yang dipercayai/diandalkan oleh nabi Elia, maka juga Tuhan pasti akan memelihara hidup kita sekarang dan dimasa yang akan datang.
Kedua. Serahkan hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan dan percayalah kepadaNya dan Ia akan bertindak.(Mazmur 37:5)
Hidup orang percaya adalah didalam genggaman tangan Tuhan, bukan dikantor/perusahaan dimana kita kekerja, bukan diluar negeri dan dikantor BUMN. Semuanya itu hanyalah sarana bagi Tuhan. Sumber segala berkat adalah Tuhan Yesus yang memiliki segala yang ada di sorga dan di bumi. (Kolose 1:16)
Oleh karena itu, percayalah hanya kepadaNya saja dan berhentilah kuatir akan hari esok. Tuhan pasti akan menyertai kita & menolong kita di hari esok.
Doa kami:
Tuhan Yesus, kami percaya bahwa Engkau Allah adalah Allah pemelihara dan yang menjamin kelangsungan hidup kami sesuai dengan rencanaMu dan kehendakMu. Amin.
Tuhan Yesus, kami percaya bahwa Engkau Allah adalah Allah pemelihara dan yang menjamin kelangsungan hidup kami sesuai dengan rencanaMu dan kehendakMu. Amin.

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.