
"Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi dan damai sejahtera di bumi diantara manusia yang berkenan kepadaNya". (Lukas 2:14)
Kelahiran Yesus Kristus merupakan kesukaan/suka-cita bagi seluruh bumi, karena Ia lahir untuk memberikan damai sejahtera bagi orang percaya. (Lukas 2:10-14)
Lagu-lagu Natal yang berkumandang berisi pesan-pesan yang penuh suka-cita. Tetapi dalam mamaknai perayaan Natal bukan hanya sekedar mendengar dan menyanyikan lagu-lagu rohani, melainkan ada satu pertanyaan yang perlu kita jawab bersama-sama : “Seberapa penting Yesus lahir bagi kita ?” Pertanyaan ini penting sekali untuk kita renungkan, supaya kita tidak terjebak dalam ritual perayaan dari Natal ke Natal.
Dalam perayaan Natal yang terpenting bagi kita adalah : “Menemukan dan berjumpa dengan Yesus Kristus” sama seperti orang majus atau dalam bahasa inggrisnya versi KJV : wise men = orang bijaksana dari Timur yang datang dari tempat yang jauh, mencari Yesus Raja orang Israel dengan bersusah-susah hanya untuk berjumpa dengan Yesus dan sujud menyembahNya, serta memberiNya persembahan berupa emas, kemenyan dan mur.
Jadi pastikanlah diri kita-pun dalam Natal ini dapat berjumpa dengan Yesus secara pribadi. Sehingga setelah perayaan Natal, kita mampu menunjukan bahwa Yesus Kristus telah lahir, tinggal dalam hati kita, dan mampu membagikan terangNya & kasihNya kepada keluarga, teman dan sesama melalui hidup kita.
Nas tersebut diatas mengatakan bahwa Yesus Kristus telah lahir untuk memberikan damai sejahtera dibumi. Namun untuk itu ada satu hal penting yang perlu kita ketahui dalam merayakan Natal :
Tuhan Yesus lahir & datang ke dunia ini untuk memberikan damai sejahtera, tetapi hanya bagi orang yang berkenan kepadaNya.
Siapakah orang-orang yang berkenan kepada Tuhan ? Mereka adalah orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus (Ibrani 11:6) ; orang-orang yang takut akan Tuhan dan melakukan/mengamalkan kebenaran (Kisah Para Rasul 10:35) ; dan orang-orang yang tidak hidup didalam kedagingan (Roma 8:8), misalnya menyembah berhala, makan minum pesta pora & kemabukkan, hidup dalam percabulan, suka bersungut-sungut yaitu tidak puas dengan kasih karunia & anugerah Allah. (2 Korintus 10:5-11)
Bagaimanakah hidup takut akan Tuhan ? Yaitu dengan membenci kejahatan, benci kesombongan, benci kecongkakan/angkuh, benci tingkah laku jahat dan benci mulut penuh tipu muslihat. (Amsal 8:13) Untuk periksalah diri kita terlebih dahulu :
Apakah kita hanya takut akan Tuhan, ketika berada di gereja saja waktu kita beribadah ? atau kita hanya takut akan Tuhan, ketika ada orang lain yang memperhatikan kita, tetapi kalau tidak orang yang memperhatikan, maka kita akan berbuat semau kita, misalnya mencuri/korupsi atau berbuat kejahatan lainnya ? atau apakah kita masih suka menghina dan meremehkan sesama kita? Atau apakah kita masih sering berdusta & menipu sesama kita ? Dan lain-lain.
Demikian periksa juga diri kita selanjutnya : Bagaimanakah percaya kita kepada Tuhan ? Apakah hanya percaya dimulut saja, tetapi hati kita masih ragu-ragu, dan sering kuatir atau takut ? Jika jawabannya "Ya", maka itu berarti kita sama saja seperti setan-setan yang percaya kepaa Tuhan dan gemetar, tetapi mereka memberontak dan menolak Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Raja nya. (Yakobus 2:19) .
Padahal Tuhan sudah berkata berkali-kali kepada kita umatNya : "Jangan takut sebab Aku menyertai engkau senantiasa, jangan bimbang dan ragu sebab Aku ini AllahMu, Aku akan menolong engkau dan meneguhkan/menguatkan engkau. Aku akan memegang engkau dengan tangan kananKu yang maha kuasa dan penuh mujizat, yang membawa kemenangan". (Yesaya 41:10,13)
Apakah kita hanya suka membaca firman Tuhan saja, tetapi tidak merenungkannya dan tidak melakukannya ? Maka itu berarti, kita sama saja seperti orang yang bodoh yaitu orang mendirikan rumahnya diatas pasir, ketika hujan turun dan datanglah banjir dan serta angin melanda rumahnya itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan besarlah kerusakkannya. (Matius 7:26-27).
Padahal Tuhan sudah berkata berkali-kali kepada kita umatNya : "Jangan takut sebab Aku menyertai engkau senantiasa, jangan bimbang dan ragu sebab Aku ini AllahMu, Aku akan menolong engkau dan meneguhkan/menguatkan engkau. Aku akan memegang engkau dengan tangan kananKu yang maha kuasa dan penuh mujizat, yang membawa kemenangan". (Yesaya 41:10,13)
Apakah kita hanya suka membaca firman Tuhan saja, tetapi tidak merenungkannya dan tidak melakukannya ? Maka itu berarti, kita sama saja seperti orang yang bodoh yaitu orang mendirikan rumahnya diatas pasir, ketika hujan turun dan datanglah banjir dan serta angin melanda rumahnya itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan besarlah kerusakkannya. (Matius 7:26-27).
Itulah sebabnya yang menjadi pergumulan kita dalam menyambut Natal adalah bagaimana supaya hidup kita ini berkenan kepada Tuhan, agar damai sejahtera Allah turun atas kita.
Dalam setiap perayaan Natal, kita merayakannya untuk mengingat-ingat bahwa karena kasihNya yang begitu besar atas dunia ini, Yesus telah lahir & datang ke dunia untuk menebus dosa kita, manusia. Oleh karena itu janganlah keraskan hati kita dan merasa nyaman hidup dalam dosa. Natal adalah suatu momen penting bagi kita untuk meminta pertolongan & belas kasihan Tuhan agar kita bebas dari belenggu dosa dan akhirnya kita di selamatkan.
Doa kami :
Terima kasih Tuhan Yesus, Engkau telah datang untuk menebus dosa kami dan menyelamatkan kami dari maut. Amin.
Terima kasih Tuhan Yesus, Engkau telah datang untuk menebus dosa kami dan menyelamatkan kami dari maut. Amin.
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.