"Tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati". (Kejadian 2:17)
Mengapa Tuhan melarang Adam dan Hawa untuk makan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat ? (Kejadian 2:17)
Padahal raja Salomo juga meminta diberikan hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat Tuhan dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat. (1 Raja-Raja 3:9)
Pertama, oleh karena Adam dan Hawa memakan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, tanpa seizin Tuhan. Mereka bahkan memakannya dengan memberontak terhadap Tuhan yaitu dengan melanggar perintahNya. Sehingga Tuhan menghukum mereka, mengusir mereka keluar dari Taman Eden, mereka harus menderita & berkeringat untuk mencari rezeki & makanannya sampai mereka mati dan kembali menjadi debu tanah dan lain-lain. (Kejadian 3:16-19,23-24)
Sedangkan sebaliknya Salomo memintanya atas seizin Tuhan dan Tuhan berkenan memberikan kepadanya "hati yang faham membedakan yang baik dan yang jahat" dan Tuhan memberkati Salomo dengan keamanan, kekayaan & harta yang berlimpah.
Kedua, oleh karena raja Salomo memintanya dengan tujuan untuk dapat menimbang perkara dalam menghakimi umat Tuhan yang jumlahnya sangat banyak. Sehingga dia dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat dan perkara mana yang benar dan yang salah.
Sebaliknya oleh tipu muslihat iblis, Adam dan Hawa memakannya dengan tujuan untuk menjadi sama seperti Tuhan yang mengetahui mana yang baik dan yang jahat. (Kejadian 3:5-6)
Jadi motif mereka jelas berbeda, dan hal itulah yang membuat Adam dan Hawa berdosa dimata Tuhan, sedangkan Salomo tidak.
Sebenarnya Adam dan Hawa, ketika dijadikan oleh Tuhan, mereka sudah dijadikan serupa dan segambar denganNya. (Kejadian 1:27) Sehingga ketika itu mereka tidak perlu lagi repot-repot untuk menjadi sama seperti Allah. Jadi berbeda keadaannya dengan kita yang adalah keturunan Adam dan Hawa yang sudah ada dosa didalamnya. (Roma 5:12) Sehingga bagi manusia zaman sekarang, kita harus berusaha & ber-repot-repot setiap hari untuk menjadi sempurna, serupa dan segambar dengan Allah dengan pertolongan firmanNya dan kuasaNya. (Matius 5:48)
Kita perlu terus berubah hari demi hari oleh pembaharuan budi kita dan tidak menjadi serupa dengan dunia ini, sehingga dapat membedakan manakah kehendak Allah : apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (Roma 12:2)
Selain itu Tuhan sudah menciptakan dunia beserta seluruh isinya termasuk menjadikan manusia dan segala yang dijadikannya itu dengan sungguh amat baik. (Kejadian 1:31) Tidak memerlukan koreksi atau perbaikkan lagi, tidak ada yang salah atau kurang sempurna. Semuanya yang dijadikan Tuhan sungguh amat baik & sempurna adanya. Jadi seharusnya Adam dan Hawa tidak perlu repot-repot memakan buah pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, kemudian memperbaiki/menyempurnakan lagi semua yang telah dijadikan Tuhan.
Selain itu masalahnya adalah dengan mengetahui mana yang baik dan yang jahat, ketika manusia berbuat baik, maka sebetulnya tanpa disadari ada sedikit rasa sombong dalam hati mereka. Kenapa ? Sebab ada suara hati dalam diri mereka yang berkata bahwa kalau saya mau, maka sebenarnya saya dapat melakukan yang jahat terhadap kamu. Tetapi karena saya kasihan terhadap kamu, maka saya tidak melakukan yang jahat, melainkan yang baik.
Persoalan lainnya adalah dengan mengetahui mana yang baik dan yang jahat, maka manusia akan cenderung terus menerus melakukan hal-hal yang jahat & melanggar firman Tuhan. Sebab ada firman Tuhan berkata : Yang baik yang ingin dilakukan, tetapi ternyata yang jahatlah yang manusia lakukan. Itu adalah karena dosa yang ada dalam diri mereka. (Roma 7:18-20) Akibatnya mereka menjadi manusia celaka dan tidak ada yang dapat menyelamatkan mereka dari tubuh maut , selain Tuhan Yesus Kristus. (Roma 7:24)
Jadi hal itu berbeda dengan Salomo yang atas seizin Tuhan diberikan hati yang faham/penuh hikmatNya untuk dapat membedakan yang baik dan yang jahat. Sehingga Tuhan berkenan menyertai Salomo & memimpinnya dalam menghakimi umat Tuhan dengan mempergunakan hati yang faham membedakan yang baik dan yang jahat. Dengan demikian keputusan Salomo dalam menghakimi umat Tuhan adalah adil dan benar adanya.
Itulah sebabnya Tuhan melarang Adam dan Hawa untuk memakan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat !
Doa kami :
Tuhan Yesus sumber segala hikmat, berilah kami hikmatMu supaya hati kami faham membedakan manakah kehendak Allah : apa yang baik , yang berkenan kepadaMu dan yang sempurna. Amin.
Tuhan Yesus sumber segala hikmat, berilah kami hikmatMu supaya hati kami faham membedakan manakah kehendak Allah : apa yang baik , yang berkenan kepadaMu dan yang sempurna. Amin.

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.