"Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran". (Amsal 19:11)
Akhir-akhir ini orang sabar sulit kita temukan, meskipun dilingkungan orang-orang percaya. Pengaruh teknologi & zaman modern dalam pengertian negatip, membuat orang gampang jadi tidak sabaran dalam menghadapi segala sesuatu.
Misalnya para ibu-ibu dalam suatu acara ibadah di gereja, kalau pemimpin pujiannya meminta agar agak lama berdiri sambil bernyanyi memuji Tuhan, maka mereka mulai mengomel dan mengeluh : “Lama banget nyanyi puji-pujiannya”. Tetapi kalau para ibu-ibu berdiri didepan tukang sayur, sambil ngobrol dengan yang lainnya maka mereka tahan berdiri dua jam tanpa mengeluh, malahan semakin seru ngobrolnya dan bergosip.
Bapa-bapa demikian juga halnya, dalam acara misa atau kebaktian di gereja kalau mereka mendengar khotbah yang lama, maka mereka mulai gelisah ditempat duduknya. Tetapi kalau mereka ngobrol diwarung kopi, pasti mereka bisa tahan berjam-jam, sambil ngobrol macam-macam yang tidak bermutu/berguna.
Kesabaran adalah salah satu buah Roh (Galatia 5:22), dan merupakan suatu sifat yang harus dimiliki oleh setiap orang percaya. Mengapa kita harus sabar ? Karena kesabaran akan membuat kita lebih mampu untuk dapat memahami hati Tuhan, sebab Tuhan itu adalah sabar. (2 Petrus 3:8-9) Kesabaran juga akan memadamkan perbantahan/pertengkaran dan mencegah kita dari melakukan kesalahan-kesalahan yang besar. (Amsal 15:18 dan Pengkhotbah 10:4). Kesabaran adalah salah satu sifat yang dikehendaki Tuhan dan yang disenangi oleh banyak orang. Sabar dalam hal apa saja ? Sabar terhadap sesama kita & semua orang, sabar menderita, sabar menantikan waktunya yang tepat, sabar dalam kesesakkan, sabar ketika dianiaya, dan sabar menanggung segala sesuatu.
Bagaimana supaya kita sabar….?
Pertama, Dalam segala sesuatu janganlah ambil putusan atau jalan pintas. Sesuai dengan nas tersebut diatas, maka sebagai orang percaya kita harus mempunyai ciri khas yaitu berakal budi, bisa mengendalikan diri dan bisa memaafkan kesalahan orang lain. Dengan demikian, dimana-pun kita berada, maka kita bisa menjadi saksi Tuhan, yang mempermuliakanNya dan bukan mempermalukannya. Orang percaya harus berani tampil beda, berani berkata "Tidak" pada dosa dan berkata "Ya" pada kebenaran Tuhan. Dalam menghadapi segala sesuatu atau dalam meraih kesuksesan, janganlah mau jadi orang yang tidak sabaran atau emosional, sehingga karena kesal atau marah maka kita menempuh jalan atau putusan pintas yang salah. Sebaliknya bersabarlah dalam menempuh proses yang diberikan Tuhan, biarlah cara-cara Tuhan yang terjadi dalam segala sesuatu apa yang kita kerjakan atau usahakan, sebab itulah yang terbaik bagi kita.
Kedua, Bersabar dalam penderitaan atau kesesakkan. (2 Timotius 4:5) Dalam kitab 2 Timotius 3:12, sangat jelas dikatakan bahwa semua orang percaya yang mau hidup beribadah didalam Yesus Kristus akan mengalami penderitaan. Jadi ketika kita sebagai orang percaya menghadapi pergumulan atau penderitaan, maka kita harus sabar dan tidak langsung menggerutu atau mengeluh. Kita perlu sungguh-sungguh belajar untuk dapat mengendalikan diri & sabar, dan mencari apa yang dikehendaki Tuhan melalui peristiwa yang kita alami itu. Kelemahan banyak orang percaya adalah mau cepat-cepat selesai, mau cepat sukses ; tetapi tidak mau tekun, bersabar dan bersusah-susah untuk mencapai hal itu.
Ketiga, Kita harus siap diproses setiap hari agar dapat menjadi lebih dewasa rohani. Tuhan punya maksud dalam hidup ini yaitu menjadikan kita dewasa rohani dan menjadi sempurna. (Matius 5:48) Tuhan ingin agar roh kita semakin hari menjadi semakin kuat & diperbaharui, meskipun tubuh jasmani kita semakin merosot. (2 Korintus 4:16)
Dalam menuju kedewasaan rohani memang ada proses yang harus kita lewati. Misalnya: Melalui ujian waktu, seperti Abraham yang menanti dengan sabar selama 25 tahun penggenapan janji Allah yang akan memberinya keturunan dan lain-lain. (Ibrani 6:13-15)
Bagi kita orang percaya, mungkin pada awalnya terasa sulit untuk mempraktekkannya, namun apabila kita mengandalkan Tuhan, maka semuanya akan dapat kita lewati dengan baik. Setiap kali kita jatuh dalam ketidak sabaran, maka segeralah minta ampun kepada Tuhan dan juga meminta maaf kepada orang yang bersangkutan. Sebab biasanya apabila kita marah-marah dan tidak bisa mengendalikan diri, maka akan ada banyak kata-kata yang sia-sia, menyakiti hati atau kasar yang kita ucapkan terhadap Allah & terhadap sesama kita, ataupun tindakan kasar dan tidak sopan yang kita perbuat atau hal-hal jahat lainnya.
Marilah kita mulai bersabar & mengendalikan diri kita, sehingga dengan demikian kita akan dapat mencapai kemampuan menurut standar Tuhan bagi kita masing-masing.
Doa kami :
Tuhan Yesus, jadikanlah kami pribadi yang sabar dan sesuai dengan firmanMu. Amin.
Doa kami :
Tuhan Yesus, jadikanlah kami pribadi yang sabar dan sesuai dengan firmanMu. Amin.

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.