“Berbahagialah orang yang tidak berjalan dalam nasehat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi kesukaannya ialah Taurat Tuhan dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil“. (Mazmur 1:1-3)
Kebanyakan dari kita kalau ditanya : “Apakah anda mau sukses/berhasil ?” Tanpa berpikir panjang, biasanya dia berkata “Ya, saya mau”. Nah, didalam kerinduan kita mencapai kesuksesan/keberhasilan, maka kita harus menyadari bahwa hal itu tidaklah semudah seperti kita membalikkan telapak tangan. Mengapa ? Karena keberhasilan itu perlu dicapai melalui berbagai-bagai proses dan membutuhkan waktu yang panjang. Disinilah seringkali manusia jadi kecewa dan tawar hati, sebab cara mendapat kesuksesan menurut rumusnya Tuhan berbeda dengan cara mencapai kesuksesan yang dipakai manusia. Tuhan menghendakinya melalui suatu proses pembentukkan diri dulu, sedangkan manusia mengharapkannya dengan cara yang instan, cepat dan segera terlihat hasilnya.
Kita dapat melihat bagaimana manusia sekarang ini mendapatkan kesuksesan / keberhasilannya. Seringkali supaya cepat & langsung kelihatan hasilnya dan mudah tercapai, mereka mengejarnya dengan jalan pintas, dengan menghalalkan segala cara dan lain-lain. Tetapi pertanyaan kita adalah : Bagaimana kita bisa menjadi orang yang berhasil/sukses menurut Tuhan…?
Menjadi sukses/berhasil menurut Tuhan berbeda dengan menjadi sukses menurut dunia. Untuk mencapainya, maka Tuhan katakan agar kita jangan mencapainya seperti yang dilakukan oleh orang berdosa. Yaitu dengan mengikuti nasihat mereka, dengan bertindak jahat, dengan menindas & kejam tidak berbelas kasihan, dengan menipu/tidak jujur, dengan tidak sabaran, dengan berlaku kasar, menghujat, mengomel, dengan egois & tidak memperhatikan kepentingan orang lain, dengan mengabaikan firman / perintah Tuhan dan lain-lain.
Untuk dapat menjadi berhasil menurut Tuhan, maka janganlah kita bergaul atau sering kumpul-kumpul dengan orang-orang pencemooh. Sebab kita akan mudah terpengaruh/terbawa oleh sikap dan perilaku mereka. Lalau kita jadi ikut-ikutan dengan cara berpikir atau berperilaku mereka dalam mencapai kesuksesan. Yaitu jadi terlalu percaya/mengandalkan diri sendiri, kemampuan, atau harta benda atau kekuasaan atau koneksi diri sendiri. Itu akan membuat kita menjadi berhati angkuh, memandang rendah atau menjelek-jelekan orang lain, tidak mau kalau kalah, tidak mau dinasihati, merasa diri paling benar dan lain-lain. Bagaimana kita akan sukses, kalau orang-orang pada benci kepada kita ? Bagaimana kita bisa berhasil kalau para tetangga atau teman-teman kita atau rekan-rekan sekantor atau para karyawan kita tidak ada mendukung tapi malahan membenci & menjegal kita ?
Selanjutnya agar dapat menjadi orang sukses/berhasil menurut Tuhan, maka kita perlu memiliki kesukaan atau hobby akan firman Tuhan yaitu hidup sesuai firmanNya. Sebab kerinduan & ketaatan kita pada firman Tuhan akan berdampak pada pekerjaan kita yaitu “Apa saja yang kita kerjakan pasti berhasil”, sebab Tuhan yang akan membuatnya berhasil. Kita sepertinya menjadi orang yang penuh rezeki. Dalam bekerja atau belajar atau berusaha, atau apapun yang dikerjakan, semuanya akan berhasil & sukses, dan tidak ada yang gagal atau rugi. Ketika sukses/berhasil, kita tidak lupa diri, jadi sombong/takabur atau lupa kpd orang-orang yang membantu/menolong. Demikian juga ketika bermaksud menipu atau berlaku tidak jujur, kita diingatkan akan firman Tuhan, dan tidak jadi menipu/tidak jujur dan lain-lain.
Maka dengan demikian keberhasilan/kesuksesan kita akan selalu diharapkan, didoakan & dibantu oleh semua anggota keluarga kita, tetangga kita, teman & karyawan kita dan lain-lain ; sebab mereka juga nanti akan dapat turut menikmatinya bersama-sama seumur hidup kita.
Itulah rumusnya Tuhan agar kita dapat menjadi orang yang berhasil/sukses, marilah kita mulai sekarang berusaha mencapai kesuksesan/keberhasilan kita dengan cara yang Tuhan inginkan.
Doa kami :
Bapa yang ada di sorga dalam Yesus Kristus, Engkau adalah sumber segala keberhasilan/kesuksesan, untuk itu kami mau mencapainya dan menikmatinya sesuai dengan rumusMu. Amin.
Bapa yang ada di sorga dalam Yesus Kristus, Engkau adalah sumber segala keberhasilan/kesuksesan, untuk itu kami mau mencapainya dan menikmatinya sesuai dengan rumusMu. Amin.

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.