"Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Tuhan Yesus Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan". (Galatia 5:1)
Tanggal 17 Agustus setiap tahunnya, seluruh rakyat Indonesia bersuka-cita dan bersyukur oleh karena sudah merdeka dari jajahan/tindasan Penjajah. Secara “de jure” (hukum) kita sudah merdeka sejak tanggal 17 Agustus 1945, tetapi secara “de facto” (fakta/realita) kita masih belum merdeka. Kenapa? Sebab masih terjajah oleh berbagai bentuk ketidak-adilan, ketidak-benaran, dan ketidak-bebasan dalam menjalankan hak-hak sebagai warga Negara dan lain lain.
Dalam hal kerohanian juga demikian halnya bagi kita yang percaya kepada Yesus Kristus, kuasa dosa & maut telah ditaklukkan oleh penderitaan & pengorbanan nyawaNya diatas kayu salib dan kebangkitanNya dari antara orang mati. Kemudian seharusnya menurut nas tersebut diatas, kita sudah dimerdekakan oleh Tuhan Yesus Kristus dan bahkan kita dinasihatkan supaya jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.
Namun dalam kenyataannya, hidup kita ternyata masih belum sepenuhnya merdeka. Masih ada banyak hal-hal yang belum mengalami kemerdekaan, masih ada kekuatiran, ketakutan, keterikatan pada perangai yang buruk, berkata dusta, kasar, fitnah, bersikap egois, sombong, dengki, tidak mau kalah, kikir dan lain-lain. Kita masih masih terikat pada kebiasaan bermalas-malasan, suka berfoya-foya, kerajingan berbelanja dan lain-lain, masih terikat pada percabulan, perzinahan, mabuk-mabukan, judi dan lain-lain.
Kelihatannya bangsa kita sudah bebas, tetapi sesungguhnya sedang terjajah. Hidup kekristenan kita-pun jangan-jangan demikian juga. Jangan-jangan kita sedang dijajah oleh si jahat, sedang dijajah oleh hawa nafsu/kedagingan. Sebab Yesus mengatakannya bahwa Sesunguhnya setiap orang yang berbuat dosa adalah hamba dosa". (Yohanes 8:34). Ini berarti orang-orang yang percaya kepada Tuhan, tetapi masih hidup dalam dosa, artinya belum merdeka, bukan ?
Kemerdekaan dan kebebasan orang kristen yang hidup dalam Yesus Kristus adalah Bebas dari belenggu dosa atau merdeka dari dosa, artinya mereka mampu "menolak" dan berkata "tidak" kepada setiap cobaan dan bujukan si jahat, yang membuat kita melanggar firman Tuhan dan jatuh dalam dosa. Kemudian, Bebas merealisasikan martabat dirinya sebagai makhluk yang serupa & segambar dengan Allah yaitu : Bebas mengasihi Allah, bebas mengasihi sesama, Bebas beribadah dan memuliakan Tuhan, Bebas bersuka-cita, memuji dan bersyukur kepada Tuhan, dalam kehidupan sehari-hari. Yaitu meskipun misalnya kita hidup dalam keluarga yang belum atau tidak mengenal Tuhan, studi disekolah yang non kristen, berada dalam lingkungan pergaulan dengan orang-orang kristen duniawi atau non kristen, bekerja atau berusaha dilingkungan atau ditengah-tengah orang-orang duniawi yang tidak mengenal Tuhan atau menolak Tuhan ; kita tidak malu mengakui kepercayaan kita kepada Yesus dihadapan mereka, kita tidak malu atas ajaran Yesus yang seringkali bertentangan dengan kebenaran yang berlaku dilingkungan atau didunia kita tersebut.
Pertanyaannya adalah apakah kita sudah benar-benar bebas dari kedua hal diatas ? Kalau jawabnya "Belum" maka artinya kita belum tetap dalam firman Tuhan. (Yohanes 8:31) Lalu bagaimanakah kita dapat mengalami kemerdekaan yang sejati ?
Ini adalah suatu proses yang panjang dan membutuhkan tekad & pengorbanan kita hari demi hari.
Pertama, kita harus percaya, mengundang & menerima Yesus sebagai Tuhan, dan sebagai Allah Pembebas yaitu Kristus dalam hati & hidup kita, dan menjadikanNya Raja, dan Penguasa dan Pemilik hidup kita ; maka dengan demikian kita dilahirkan kembali menjadi "kita yang baru", yang dilahirkan kembali...... oleh firman Allah yang hidup dan kekal, dengan demikian firman Tuhan dengan perantaraan Roh kudus akan tinggal bersama kita dan kita akan hidup bersama firman Tuhan. (1 Petrus 1:23 dan Yohanes 3:3-6) Selanjutnya tanpa disadari, "kita yang baru" ini akan berubah dengan sendirinya dari cara hidupnya yang lama menjadi baru, yaitu kita mampu menolak dosa & taat kepada kebenaran yaitu firman Tuhan, dengan demikian kita tidak lagi diperbudak oleh dosa. (Yohanes 3:8 dan 1 Petrus 1:22).
Kedua, jikalau kita benar-benar ingin bebas merdeka seperti Yesus, maka kita harus tetap dalam firman Tuhan yaitu hidup mengikut Yesus setiap hari, mengikuti teladanNya, ajaranNya dan lain-lain yaitu "hidup seperti Yesus telah hidup". Caranya seperti yang diajarkan Tuhan adalah menyangkal diri,pikul salib dan ikut Tuhan senantiasa. (Markus 8:34).
Semuanya ini adalah merupakan sebuah proses perubahan yang berkelanjutan hari demi hari & terus menerus.
Oleh karena itu, bulatkanlah tekad & pengorbanan kita untuk melakukan ini, kalau gagal segera-lah menyesal & minta ampun kepada Tuhan, lalu bangkit dan lakukan lagi. Dengan bantuan Roh Kudus yang tinggal bersama kita, maka kita pasti akan berhasil hidup menurut segala firman Tuhan, ketetapanNya dan kehendakNya yaitu tetap dalam firmanNya. (Yehezekiel 36:26-27).
Dengan demikian kita menjadi sungguh-sungguh merdeka dan tidak ada lagi kuk perhambaan yang mengikat & menindas kita.
Doa kami :
Tuhan Yesus tolonglah kami ya Tuhan dengan bantuan Roh Kudus yang tinggal bersama kami, agar kami mampu hidup menuruti firmanMu, ketetapanMu & kehendakMu, sehingga kami benar-benar merdeka dan tidak dikenakan kuk perhambaan dosa lagi. Amin.
Tuhan Yesus tolonglah kami ya Tuhan dengan bantuan Roh Kudus yang tinggal bersama kami, agar kami mampu hidup menuruti firmanMu, ketetapanMu & kehendakMu, sehingga kami benar-benar merdeka dan tidak dikenakan kuk perhambaan dosa lagi. Amin.

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.