"Apabila dasar-dasar dihancurkan, apakah yang dapat dibuat oleh
orang benar itu"? (Mazmur 11:3)
Kokohnya sebuah bangunan sangat tergantung pada dasar atau fondasinya
bukan ? Juga kehidupan seseorang sangat tergantung pada dasar hidup yang
dibangunnya.
Yesus pernah menjelaskan bahwa hidup manusia dibedakan atas dua bagian.
Ada kelompok orang yang membangun rumahnya diatas pasir dan kelompok kedua
adalah orang yang membangun diatas batu karang. (Matius 7:24-27)
Nah, melalui nas tersebut diatas pemazmur Daud mengatakan: Apabila
dasar-dasar dihancurkan, apakah yang dapat dibuat oleh orang benar itu ?
Artinya kalau begitu, orang benar harus memperhatikan dasar hidupnya dengan
sebaik-baiknya, supaya ketika ada badai kesulitan, persoalan, masalah dan sakit
pernyakit menyerangnya, maka imannya tidak goyah, rapuh, gugur dan hancur.
Apa yang harus dilakukan untuk itu ?
Percaya dan hidup sesuai firman Tuhan sampai akhir hidup kita ,
terutama adalah mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama seperti Tuhan telah
mengasihi kita. (Markus 12:30-31)
Kalau kita mengasihi Tuhan, maka kita akan taat dan setia melakukan
semua perintah dan firmanNya. (Yohanes14:23) Dan jikalau kita berkata bahwa
kita mengasihi Allah, maka kita harus terlebih dahulu mengasihi saudara kita,
keluarga kita, sahabat kita dll. Sebab kita tidaklah bisa mengasihi Allah yang
tidak kelihatan, jikalau kita membenci saudara kita yang kelihatan. (1 Yohanes
4:20-21)
Hal ini dapat diwujudkan dalam bentuk antara lain :
Pertama, dalam bentuk Kerendahan hati terhadap Allah dan sesama.
Kita sebagai orang yang percaya pada Tuhan, harus datang merendahkan
diri kita dihadapan Tuhan. Kita perlu sadar bahwa tanpa Tuhan, kita tidak dapat
berbuat apa-apa (Yohanes 15:5) Kita hanyalah manusia yang serba terbatas,
bahkan Alkitab katakan Hidup kita sama seperri uap yang sebentar kelihatan lalu
hilang. (Yakobus 4:14)
Lalu apa hubungannya dengan sesama ? Dengan kita datang dan belajar
pada Tuhan Yesus yang penuh belas kasihan, murah hati, rendah hati dan lemah
lembut itu, maka karakter Yesus tersebut akan mempengaruhi karakter kita,
sehingga kita bisa memujudkan kerendahan hati itu lewat pergaulan kita dengan
sesama. Dan kasih Tuhan dengan sendirinya akan terpancar melalui kehidupan kita
bagi mereka.
Kedua, dalam bentuk Ucapan syukur kepada Tuhan. Alkitab menjelaskan
supaya kita selalu mengucap syukur dalam segala hal, sebab itulah yang
dikehendaki Allah bagi kita dalam Kristus Yesus (1 Tesalonika 5:18)
Ada suatu pepatah yang mengatakan: Seperti kacang lupa pada kulitnya,
demikianlah orang yang tidak tahu berterima kasih.
Seseorang yang tahu berterima kasih atas budi kebaikkan sesamanya, maka
dia paling sedikit akan mengucapkan terima kasih kepada si pemberi ketika dia
menerima berkat, bantuan atau pertolongan dari si pemberi tersebut, meskipun
mungkin nilainya kecil dan tidak berarti bagi dia. Namun ternyata dalam keadan
akhir zaman sekarang ini, ada banyak orang-orang di dunia ini, termasuk orang
kristen cenderung jadi lebih egois, mementingkan diri sendiri, berontak terhadap
orang tua dan tidak tahu berterima kasih dll. (2 Timotius 3:2)
Nah, supaya kita menjadi umat Tuhan yang tahu berterima kasih, maka
tentunya sangatlah perlu bagi untuk selalu mengucap syukur dalam segala hal
kepada Tuhan, maskipun kita mungkin sedang berada dalam keadaan yang kurang
baik atau sakit sekalipun. Jikalau hal ini kita jadikan sebagai landasan hidup
kita, maka tidak ada hal yang sulit bagi Tuhan untuk meneguhkan iman kita dan
memampukan kita agar dapat terus teguh percaya kepadaNya sampai akhirnya.
Ketiga, dalam bentuk Berdoa, memuji dan menyembah Tuhan. Penting sekali
bagi orang kristen untuk selalu menjalin hubungan dan komunikasi yang rutin dan
baik dengan Tuhan dengan berdoa, memuji dan menyembahnya. (1 Tesalonika 5:17
dan Mamur 150:6 dan Lukas 4:8).
Ketika kita berdoa, memuji dan menyembah Tuhan, maka kuasa Tuhan akan
dinyatakan melalui kita. (Kisah Para Rasul 16:25-26). Dan ketika kita berdoa
kepada Tuhan, maka itulah saat yang terbaik bagi kita untuk menyerahkan
seutuhnya hidup kita kepada Tuhan, menyampaikan semua permohonan dan keinginan
kita, dan menyerahkan semua kekuatiran kita kepadaNya. (1 Petrus 5:7)
dengan melakukan semuanya itu, maka kita akan menjadi seperti rumah
yang dibangun diatas batu karang. Sehingga ketika kita berada ditengah-tengah
goncangan badai hidup, maka kita tidak akan goyah dan mampu menghadapinya,
sebab Tuhan menyertai, memelihara, melindungi dan memberkati kita,
Doa kami :
Tuhan Yesus, Engkaulah yang membuat kami mampu untuk melalui segala
badai kehidupan ini, sebab Engkau adalah Allah yang selalu menyertai. Amin

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.