Pengumuman

Selamat Datang di Blog Persekutuan Doa Air Hidup.


Tuhan Yesus Memberkati.
ENTER

Anda rindu ingin membagikan berkat berupa renungan atau kabar gembira atau kesaksian pribadi? Kirim ke pdairhidup@gmail.com
POSTED BY Persekutuan Doa Air Hidup on 10.48 under


"Apabila dasar-dasar dihancurkan, apakah yang dapat dibuat oleh orang benar itu"? (Mazmur 11:3)

Kokohnya sebuah bangunan sangat tergantung pada dasar atau fondasinya bukan ? Juga kehidupan seseorang sangat tergantung pada dasar hidup yang dibangunnya.

Yesus pernah menjelaskan bahwa hidup manusia dibedakan atas dua bagian. Ada kelompok orang yang membangun rumahnya diatas pasir dan kelompok kedua adalah orang yang membangun diatas batu karang. (Matius 7:24-27)

Nah, melalui nas tersebut diatas pemazmur Daud mengatakan: Apabila dasar-dasar dihancurkan, apakah yang dapat dibuat oleh orang benar itu ? Artinya kalau begitu, orang benar harus memperhatikan dasar hidupnya dengan sebaik-baiknya, supaya ketika ada badai kesulitan, persoalan, masalah dan sakit pernyakit menyerangnya, maka imannya tidak goyah, rapuh, gugur dan hancur.

Apa yang harus dilakukan untuk itu ?

Percaya dan hidup sesuai firman Tuhan sampai akhir hidup kita , terutama adalah mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama seperti Tuhan telah mengasihi kita. (Markus 12:30-31)

Kalau kita mengasihi Tuhan, maka kita akan taat dan setia melakukan semua perintah dan firmanNya. (Yohanes14:23) Dan jikalau kita berkata bahwa kita mengasihi Allah, maka kita harus terlebih dahulu mengasihi saudara kita, keluarga kita, sahabat kita dll. Sebab kita tidaklah bisa mengasihi Allah yang tidak kelihatan, jikalau kita membenci saudara kita yang kelihatan. (1 Yohanes 4:20-21)

Hal ini dapat diwujudkan dalam bentuk antara lain :

Pertama, dalam bentuk Kerendahan hati terhadap Allah dan sesama.

Kita sebagai orang yang percaya pada Tuhan, harus datang merendahkan diri kita dihadapan Tuhan. Kita perlu sadar bahwa tanpa Tuhan, kita tidak dapat berbuat apa-apa (Yohanes 15:5) Kita hanyalah manusia yang serba terbatas, bahkan Alkitab katakan Hidup kita sama seperri uap yang sebentar kelihatan lalu hilang. (Yakobus 4:14)

Lalu apa hubungannya dengan sesama ? Dengan kita datang dan belajar pada Tuhan Yesus yang penuh belas kasihan, murah hati, rendah hati dan lemah lembut itu, maka karakter Yesus tersebut akan mempengaruhi karakter kita, sehingga kita bisa memujudkan kerendahan hati itu lewat pergaulan kita dengan sesama. Dan kasih Tuhan dengan sendirinya akan terpancar melalui kehidupan kita bagi mereka.

Kedua, dalam bentuk Ucapan syukur kepada Tuhan. Alkitab menjelaskan supaya kita selalu mengucap syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah bagi kita dalam Kristus Yesus (1 Tesalonika 5:18)

Ada suatu pepatah yang mengatakan: Seperti kacang lupa pada kulitnya, demikianlah orang yang tidak tahu berterima kasih.

Seseorang yang tahu berterima kasih atas budi kebaikkan sesamanya, maka dia paling sedikit akan mengucapkan terima kasih kepada si pemberi ketika dia menerima berkat, bantuan atau pertolongan dari si pemberi tersebut, meskipun mungkin nilainya kecil dan tidak berarti bagi dia. Namun ternyata dalam keadan akhir zaman sekarang ini, ada banyak orang-orang di dunia ini, termasuk orang kristen cenderung jadi lebih egois, mementingkan diri sendiri, berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih dll. (2 Timotius 3:2)

Nah, supaya kita menjadi umat Tuhan yang tahu berterima kasih, maka tentunya sangatlah perlu bagi untuk selalu mengucap syukur dalam segala hal kepada Tuhan, maskipun kita mungkin sedang berada dalam keadaan yang kurang baik atau sakit sekalipun. Jikalau hal ini kita jadikan sebagai landasan hidup kita, maka tidak ada hal yang sulit bagi Tuhan untuk meneguhkan iman kita dan memampukan kita agar dapat terus teguh percaya kepadaNya sampai akhirnya.

Ketiga, dalam bentuk Berdoa, memuji dan menyembah Tuhan. Penting sekali bagi orang kristen untuk selalu menjalin hubungan dan komunikasi yang rutin dan baik dengan Tuhan dengan berdoa, memuji dan menyembahnya. (1 Tesalonika 5:17 dan Mamur 150:6 dan Lukas 4:8).

Ketika kita berdoa, memuji dan menyembah Tuhan, maka kuasa Tuhan akan dinyatakan melalui kita. (Kisah Para Rasul 16:25-26). Dan ketika kita berdoa kepada Tuhan, maka itulah saat yang terbaik bagi kita untuk menyerahkan seutuhnya hidup kita kepada Tuhan, menyampaikan semua permohonan dan keinginan kita, dan menyerahkan semua kekuatiran kita kepadaNya. (1 Petrus 5:7)

dengan melakukan semuanya itu, maka kita akan menjadi seperti rumah yang dibangun diatas batu karang. Sehingga ketika kita berada ditengah-tengah goncangan badai hidup, maka kita tidak akan goyah dan mampu menghadapinya, sebab Tuhan menyertai, memelihara, melindungi dan memberkati kita,

Doa kami :

Tuhan Yesus, Engkaulah yang membuat kami mampu untuk melalui segala badai kehidupan ini, sebab Engkau adalah Allah yang selalu menyertai. Amin
0 comments so far:
-->

Copyright 2012 Persekutuan Doa Air Hidup | Halaman ini adalah ruang maha kudus Tuhan, dimana kita menikmati hadiratNya, firmanNya, kasihNya, kuasaNya, berkatNya, didikanNya, pimpinanNya, penghiburanNya, perlindunganNya dan segalaNya. Jadi bukanlah halaman untuk berbinis atau segala macam bentuk kegiatan duniawi. Tuhan berkati. Amin