"......kecuali Kaleb bin Yefune. Dialah yang akan melihat negri itu dan kepadanya dan kepada anak-anaknya akan Kuberikan negri yang diinjaknya itu, karena dengan sepenuh hati ia mengikuti Tuhan". (Ulangan 1:36)Dalam renungan kita hari ini, perlu ditegaskan bahwa sesungguhnya janji dan penertaan Tuhan itu adalah sesuatu yang pasti kita akan terima dan nikmati, asalkan kita hidup mengikut Tuhan dengan sepenuh hati.
Mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati antara lain adalah percaya dan mengandalkan Tuhan sepenuhnya; menuruti semua jalan Tuhan, perkataanNya, kehendakNya, ajaranNya dan perintahNya dengan sebaik-baiknya dan tidak mengomel/mengeluh; turut menderita dan bergembira bersamaNya dalam segala hal; setia kepadaNya dan rela berkorban untukNya; menghormatiNya dan menyenangkan hatiNya dan sebagainya.
Persoalannya adalah apakah kita mau hidup sepenuh hati sesuai firmanNya atau tidak ?
Memang kita mau, tetapi seringkali kita tidak sanggup teguh percaya kepadaNya. Seringkali kita lupa kepada Tuhan ketika menghadapi masalah. Kita juga sering ragu-ragu, kuatir, takut dalam menghadapi persoalan atau kesulitan, kenapa ?
Pertama adalah karena seringkali kita menganggap suatu persoalan atau kesulitan yang kita hadapi itu sedemikian besarnya, sehingga kita melupakan Tuhan yang sebenarnya jauh lebih besar segalanya daripada semua kesulitan atau persoalan kita itu.
Kedua adalah karena kita sering tidak peroleh jawaban yang instan dari Tuhan dan kita tidak sabar menunggu, maka kita pergi bertanya kepada orang pandai, paranormal, membaca horoskop, ramalan sebagi jalan pintasnya dan lain-lain.
Ketiga adalah sebab kita tidak membiasakan atau mendisiplinkan diri kita untuk membaca dan merenungkan firman Tuhan setiap hari, untuk kemudian melakukannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sesuai dengan nats diatas, contohnya orang yang mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati adalah Kaleb bin Yefune.
Dia mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati, meskipun dia harus sabar menunggu penggenapan janjiNya selama 45 tahun. Sejak umurnya 40 tahun hidupnya dipelihara oleh Tuhan, mengembara bersama seluruh bangsa Israel dipadang gurun, menuju negri Kanaan (terutama daerah Kiryat Arba yang telah dilihat, diselidiki dan diinjak olehnya ketika itu) yang dijanjikan Allah akan diberikan kepada bangsa Israel. Akhirnya dengan anugerah dan penyertaan Tuhan, Kaleb dapat mengalahkan dan menghalau orang-orang Arba, yaitu raksasanya diantara para raksasa suku Enak, dan ia memperoleh daerah Kiryat-Arba yaitu Hebron di negri Kanaan, sebagai milik pusakanya. (Ulangan 1:35-36 dan Yoshua 14:6-14)
Apabila Kaleb mengandalkan kondisi tubuhya yang sudah berumur 85 tahun, maka pastilah ia akan berkata kepada Yoshua: Berikanlah saja sedikit daerah di negri kanaan yang sudah dibebaskan dari bangsa Filistin untuk saya dan keluarga saya. Sebab saya sudah tua, jadi tidak ada semangat dan tidak mampu berperang lagi. Tetapi Kaleb tidak berkata demikian, namun ia berkata kepada Yoshua : ...Jadi sekarang aku telah berumur 85 tahun hari ini, pada waktu ini aku masih sama kuat seperti waktu itu (yaitu ketika Kaleb berumur 40tahun) aku disuruh Musa, demikianlah kekuatanku untuk berperang .....Oleh sebab itu berikanlah kepadaku daerah pegunungan (yaitu Kiryat Arba) yang dijanjikan Tuhan pada waktu itu .....Mungkin Tuhan menyertai aku, sehingga menghalau mereka seperti yang difrmankan Tuhan.
Kaleb tidak ragu, takut, kuatir dan bahkan ia tidak pernah berpikir: Mana mampu saya yang sudah umur 85 tahun ini untuk berperang dan berkelahi dengan orang-orang Arba yang badannya paling besar dan paling kuat diantara para raksasa keturunan suku Enak. Secara pikiran yang wajar, Kaleb tidaklah mungkin menang melawan/berperang orang-orang Arba.
Tetapi Kaleb tidaklah berpikir demikian, ia teguh percaya kepada Tuhan yang sudah memberikan janjiNya 45 tahun yang lalu, bahwa Tuhan akan memberikan daerah Hebron untuknya dan keluarganya. Kaleb percaya bahwa Tuhan sanggup berbuat keajaiban dan menyertainya untuk menang berperang melawan orang-orang Arba yang menduduki daerah Kiryat Arba saat itu. Dalam masa penantiannya selama 45 tahun itu, Kaleb tetap mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati, tanpa ragu-ragu sedikitpun. Dan ternyata benar, pada waktuNya Tuhan menggenapi janjiNya tersebut bagi Kaleb dan keluarganya.
Jikalau kita ingin layak bagi Tuhan (Matius 10:38) dan kita ingin menerima dan menikmati semua penggenapan janji Tuhan dan penyertaanNya, maka ikutilah Tuhan dengan segenap hati. Janganlah kita pernah ragu, takut, kuatir, tawar hati lagi dalam menjalani hidup ini. Jadikanlah Taurat Tuhan sebagai kesukaan/hobby kita, renungkanlah dan lakukanlah itu setiap waktu. Tundukkanlah dan rendahkanlah diri kita dihadapan Tuhan dan andalkanlah Tuhan, janganlah andalkan diri sendiri atau manusia. Percayalah kepada Tuhan bahwa Ia adalah Allah yang maha kuasa, adil, setia dan tidak pernah berbohong, janjiNya dan penyertaanNya tidak dapat dibatasi oleh waktu, ruang, sesuatu kuasa atau apapun atau keadaan yang sesulit apapun.
Doa kami :
Bapa dalam nama Yesus Kristus, tolonglah dan mampukanlah kami ya Tuhan untuk dapat mengikutiMu dengan sepenuh hati kami. Amin
Mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati antara lain adalah percaya dan mengandalkan Tuhan sepenuhnya; menuruti semua jalan Tuhan, perkataanNya, kehendakNya, ajaranNya dan perintahNya dengan sebaik-baiknya dan tidak mengomel/mengeluh; turut menderita dan bergembira bersamaNya dalam segala hal; setia kepadaNya dan rela berkorban untukNya; menghormatiNya dan menyenangkan hatiNya dan sebagainya.
Persoalannya adalah apakah kita mau hidup sepenuh hati sesuai firmanNya atau tidak ?
Memang kita mau, tetapi seringkali kita tidak sanggup teguh percaya kepadaNya. Seringkali kita lupa kepada Tuhan ketika menghadapi masalah. Kita juga sering ragu-ragu, kuatir, takut dalam menghadapi persoalan atau kesulitan, kenapa ?
Pertama adalah karena seringkali kita menganggap suatu persoalan atau kesulitan yang kita hadapi itu sedemikian besarnya, sehingga kita melupakan Tuhan yang sebenarnya jauh lebih besar segalanya daripada semua kesulitan atau persoalan kita itu.
Kedua adalah karena kita sering tidak peroleh jawaban yang instan dari Tuhan dan kita tidak sabar menunggu, maka kita pergi bertanya kepada orang pandai, paranormal, membaca horoskop, ramalan sebagi jalan pintasnya dan lain-lain.
Ketiga adalah sebab kita tidak membiasakan atau mendisiplinkan diri kita untuk membaca dan merenungkan firman Tuhan setiap hari, untuk kemudian melakukannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sesuai dengan nats diatas, contohnya orang yang mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati adalah Kaleb bin Yefune.
Dia mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati, meskipun dia harus sabar menunggu penggenapan janjiNya selama 45 tahun. Sejak umurnya 40 tahun hidupnya dipelihara oleh Tuhan, mengembara bersama seluruh bangsa Israel dipadang gurun, menuju negri Kanaan (terutama daerah Kiryat Arba yang telah dilihat, diselidiki dan diinjak olehnya ketika itu) yang dijanjikan Allah akan diberikan kepada bangsa Israel. Akhirnya dengan anugerah dan penyertaan Tuhan, Kaleb dapat mengalahkan dan menghalau orang-orang Arba, yaitu raksasanya diantara para raksasa suku Enak, dan ia memperoleh daerah Kiryat-Arba yaitu Hebron di negri Kanaan, sebagai milik pusakanya. (Ulangan 1:35-36 dan Yoshua 14:6-14)
Apabila Kaleb mengandalkan kondisi tubuhya yang sudah berumur 85 tahun, maka pastilah ia akan berkata kepada Yoshua: Berikanlah saja sedikit daerah di negri kanaan yang sudah dibebaskan dari bangsa Filistin untuk saya dan keluarga saya. Sebab saya sudah tua, jadi tidak ada semangat dan tidak mampu berperang lagi. Tetapi Kaleb tidak berkata demikian, namun ia berkata kepada Yoshua : ...Jadi sekarang aku telah berumur 85 tahun hari ini, pada waktu ini aku masih sama kuat seperti waktu itu (yaitu ketika Kaleb berumur 40tahun) aku disuruh Musa, demikianlah kekuatanku untuk berperang .....Oleh sebab itu berikanlah kepadaku daerah pegunungan (yaitu Kiryat Arba) yang dijanjikan Tuhan pada waktu itu .....Mungkin Tuhan menyertai aku, sehingga menghalau mereka seperti yang difrmankan Tuhan.
Kaleb tidak ragu, takut, kuatir dan bahkan ia tidak pernah berpikir: Mana mampu saya yang sudah umur 85 tahun ini untuk berperang dan berkelahi dengan orang-orang Arba yang badannya paling besar dan paling kuat diantara para raksasa keturunan suku Enak. Secara pikiran yang wajar, Kaleb tidaklah mungkin menang melawan/berperang orang-orang Arba.
Tetapi Kaleb tidaklah berpikir demikian, ia teguh percaya kepada Tuhan yang sudah memberikan janjiNya 45 tahun yang lalu, bahwa Tuhan akan memberikan daerah Hebron untuknya dan keluarganya. Kaleb percaya bahwa Tuhan sanggup berbuat keajaiban dan menyertainya untuk menang berperang melawan orang-orang Arba yang menduduki daerah Kiryat Arba saat itu. Dalam masa penantiannya selama 45 tahun itu, Kaleb tetap mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati, tanpa ragu-ragu sedikitpun. Dan ternyata benar, pada waktuNya Tuhan menggenapi janjiNya tersebut bagi Kaleb dan keluarganya.
Jikalau kita ingin layak bagi Tuhan (Matius 10:38) dan kita ingin menerima dan menikmati semua penggenapan janji Tuhan dan penyertaanNya, maka ikutilah Tuhan dengan segenap hati. Janganlah kita pernah ragu, takut, kuatir, tawar hati lagi dalam menjalani hidup ini. Jadikanlah Taurat Tuhan sebagai kesukaan/hobby kita, renungkanlah dan lakukanlah itu setiap waktu. Tundukkanlah dan rendahkanlah diri kita dihadapan Tuhan dan andalkanlah Tuhan, janganlah andalkan diri sendiri atau manusia. Percayalah kepada Tuhan bahwa Ia adalah Allah yang maha kuasa, adil, setia dan tidak pernah berbohong, janjiNya dan penyertaanNya tidak dapat dibatasi oleh waktu, ruang, sesuatu kuasa atau apapun atau keadaan yang sesulit apapun.
Doa kami :
Bapa dalam nama Yesus Kristus, tolonglah dan mampukanlah kami ya Tuhan untuk dapat mengikutiMu dengan sepenuh hati kami. Amin
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.