"Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah". (Mazmur 62:7)Tema pembahasan renungan kita hari ini adalah Bagaimana agar kita kuat menghadapi gelombang dan badai kehidupan?
Dalam menjalani hidup didunia ini, semua orang pada suatu saat akan mengalami yang namanya gelombang dan badai kehidupan. Ibaratnya kapal yang berlayar ditengah laut lepas, pasti ada hujan, badai, ada taufan, mengalami ombak kecil atau besar, dan tidak selalu laut tenang. Kalau gelombang dan badainya besar, maka sangatlah mungkin kapal kita akan karam dan kita akan binasa, jikalau tidak pintar-pintar mengemudikannya.
Adakah kiat-kiat atau teknik-teknik yang bisa kita lakukan agar kita kuat dan tidak goyah dalam menghadapi gelombang dan badai kehidupan tersebut ? Inilah beberapa kiat-kiatnya yaitu a.l :
1. Dalam kitab Amsal 12:28 tertulis: Di jalan kebenaran terdapat hidup, tetapi jalan kemurtadan menuju maut. Jadi menurut petunjuk Alkitab agar hidup kita damai, tidak kekurangan, aman dan selamat, kita harus hidup dalam kebenaran antara lain saleh, jujur, adil dan dapat dipercaya orang. Hidup dalam kebenaran ada kuasa dan berkat, dan tidak mudah goyah, ketika kehidupan kita diombang-ambingkan oleh kesulitan, persoalan, sakit penyakit dan penderitaan.
2. Miliki prinsip hidup agar kita tidak goyah. Dalam kitab 2 Petrus 1:5 dikatakan terhadap iman percaya kita kepada Tuhan, haruslah kita tambahkan kebajikkan dan terhadap kebajikkan pengetahuan. Selain percaya kepada Tuhan dan melakukan kebajikkan, kita harus mengetahui banyak pengetahuan akan firman Tuhan dan melakukan firmanNya itu.
Tetapi berhati-hatilah dengan memiliki banyak pengetahuan akan firman Tuhan dan pengalaman dengan Tuhan, janganlah kita menjadi sombong secara rohani, merasa sok lebih suci, merasa lebih diberkati Tuhan ataupun merasa sombong secara jasmani yaitu gampang menghina atau merendahkan orang yang tidak berpengetahuan/berpengalaman dll. Tetapi haruslah kita pandai-pandai menguasai diri kita (2 Petrus 1:6), belajarlah lemah-lembut, rendah hati dan panjang sabar seperti Tuhan Yesus. Dengan prinsip hidup yang demikian, maka hidup kita akan bertambah teguh dan tidak mudah goyah dalam menghapai berbagai macam badai kehidupan.
3. Janganlah terlalu serius. Dalam hidup ini semuanya harus seimbang. Ada waktunya kita bekerja keras, ada waktunya berrekreasi atau bersantai. Ada waktunya senang, tertawa, namun ada juga waktunya prihatin, menangis dan lain lain.(Pengkhotbah 3:1-8) Lebih baik lagi kalau hidup kita, disertai dengan humor seperti Gus Dur, salah seorang mantan presiden RI, dengan ucapannya yang terkenal: Gitu-gitu aja koq repot ! Carilah cerita-cerita humor di internet, dan sharingkan dengan kawan-kawan, maka beban hidup kita akan terasa lebih ringan dan wajah kita akan nampak lebih berseri-seri dan ceria sehingga membuat suasana hidup kita dan orang disekitar kita menjadi lebih bergembira. (Amsal 15:13)
4. Datang dan percayalah kepada Tuhan Yesus yang berkata: Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (Matius 11:28) Bila kita berada dalam keadaan letih lesu, berbeban berat, merasa tertekan, panik, bingung, hampa, tanpa pengharapan dalam hidup ini, maka ingatlah akan firman Tuhan tersebut. Datanglah dan percayalah kepada Tuhan dan sampaikanlah semua isi hati, keresahaan, kesusahan, penderitaan, kesedihan kita kepadaNya, maka kita akan mendapat kelegaan dan damai sejahtera. Kita tidak akan lapar dan haus lagi (Yohanes 6:35), hati dan hidup kita tidak terasa kosong/hampa lagi, melainkan menjadi bermakna. Tuhanlah gunung batu kita dan keselamatan kita, dan kota benteng kita. Haleluya
Demikianlah beberapa kiat-kiat dalam menghadapi terpaan gelombang dan badai kehidupan, agar kita kuat dan tidak mudah goyah. Semoga bermanfaat !
Doa kami :
Roh Kudus dalam nama Yesus Kristus, penuhilah kami setiap hari dengan kuasaMu dan roh takut akan Tuhan, supaya kami dapat menghadapi semua gelombang dan badai kehidupan ini. Amin
Dalam menjalani hidup didunia ini, semua orang pada suatu saat akan mengalami yang namanya gelombang dan badai kehidupan. Ibaratnya kapal yang berlayar ditengah laut lepas, pasti ada hujan, badai, ada taufan, mengalami ombak kecil atau besar, dan tidak selalu laut tenang. Kalau gelombang dan badainya besar, maka sangatlah mungkin kapal kita akan karam dan kita akan binasa, jikalau tidak pintar-pintar mengemudikannya.
Adakah kiat-kiat atau teknik-teknik yang bisa kita lakukan agar kita kuat dan tidak goyah dalam menghadapi gelombang dan badai kehidupan tersebut ? Inilah beberapa kiat-kiatnya yaitu a.l :
1. Dalam kitab Amsal 12:28 tertulis: Di jalan kebenaran terdapat hidup, tetapi jalan kemurtadan menuju maut. Jadi menurut petunjuk Alkitab agar hidup kita damai, tidak kekurangan, aman dan selamat, kita harus hidup dalam kebenaran antara lain saleh, jujur, adil dan dapat dipercaya orang. Hidup dalam kebenaran ada kuasa dan berkat, dan tidak mudah goyah, ketika kehidupan kita diombang-ambingkan oleh kesulitan, persoalan, sakit penyakit dan penderitaan.
2. Miliki prinsip hidup agar kita tidak goyah. Dalam kitab 2 Petrus 1:5 dikatakan terhadap iman percaya kita kepada Tuhan, haruslah kita tambahkan kebajikkan dan terhadap kebajikkan pengetahuan. Selain percaya kepada Tuhan dan melakukan kebajikkan, kita harus mengetahui banyak pengetahuan akan firman Tuhan dan melakukan firmanNya itu.
Tetapi berhati-hatilah dengan memiliki banyak pengetahuan akan firman Tuhan dan pengalaman dengan Tuhan, janganlah kita menjadi sombong secara rohani, merasa sok lebih suci, merasa lebih diberkati Tuhan ataupun merasa sombong secara jasmani yaitu gampang menghina atau merendahkan orang yang tidak berpengetahuan/berpengalaman dll. Tetapi haruslah kita pandai-pandai menguasai diri kita (2 Petrus 1:6), belajarlah lemah-lembut, rendah hati dan panjang sabar seperti Tuhan Yesus. Dengan prinsip hidup yang demikian, maka hidup kita akan bertambah teguh dan tidak mudah goyah dalam menghapai berbagai macam badai kehidupan.
3. Janganlah terlalu serius. Dalam hidup ini semuanya harus seimbang. Ada waktunya kita bekerja keras, ada waktunya berrekreasi atau bersantai. Ada waktunya senang, tertawa, namun ada juga waktunya prihatin, menangis dan lain lain.(Pengkhotbah 3:1-8) Lebih baik lagi kalau hidup kita, disertai dengan humor seperti Gus Dur, salah seorang mantan presiden RI, dengan ucapannya yang terkenal: Gitu-gitu aja koq repot ! Carilah cerita-cerita humor di internet, dan sharingkan dengan kawan-kawan, maka beban hidup kita akan terasa lebih ringan dan wajah kita akan nampak lebih berseri-seri dan ceria sehingga membuat suasana hidup kita dan orang disekitar kita menjadi lebih bergembira. (Amsal 15:13)
4. Datang dan percayalah kepada Tuhan Yesus yang berkata: Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (Matius 11:28) Bila kita berada dalam keadaan letih lesu, berbeban berat, merasa tertekan, panik, bingung, hampa, tanpa pengharapan dalam hidup ini, maka ingatlah akan firman Tuhan tersebut. Datanglah dan percayalah kepada Tuhan dan sampaikanlah semua isi hati, keresahaan, kesusahan, penderitaan, kesedihan kita kepadaNya, maka kita akan mendapat kelegaan dan damai sejahtera. Kita tidak akan lapar dan haus lagi (Yohanes 6:35), hati dan hidup kita tidak terasa kosong/hampa lagi, melainkan menjadi bermakna. Tuhanlah gunung batu kita dan keselamatan kita, dan kota benteng kita. Haleluya
Demikianlah beberapa kiat-kiat dalam menghadapi terpaan gelombang dan badai kehidupan, agar kita kuat dan tidak mudah goyah. Semoga bermanfaat !
Doa kami :
Roh Kudus dalam nama Yesus Kristus, penuhilah kami setiap hari dengan kuasaMu dan roh takut akan Tuhan, supaya kami dapat menghadapi semua gelombang dan badai kehidupan ini. Amin
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.