Pengumuman

Selamat Datang di Blog Persekutuan Doa Air Hidup.


Tuhan Yesus Memberkati.
ENTER

Anda rindu ingin membagikan berkat berupa renungan atau kabar gembira atau kesaksian pribadi? Kirim ke pdairhidup@gmail.com
POSTED BY Persekutuan Doa Air Hidup on 11.20 under
"....bahwa dihadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari". (2 Petrus 3:8)

Dari nats diatas kita ketahui bahwa dihadapan Tuhan tidak ada unsur atau dimensi waktu. Bagi Dia tidak berlaku dimensi waktu. Bayangkan itu, satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari, bagaimana mungkin?

Jadi ketika Tuhan melarang Adam dan Hawa makan "buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat", dan Tuhan katakan bahwa ......pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati. (Kejadian 2:17) Sebenarnya ketika Adam dan Hawa memakan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, pada hakekatnya mereka sudah mati dihadapan Tuhan. Meskipun setelah Adam dan Hawa makan buah itu, mereka tidak langsung mati, melainkan masih hidup lama sampai beberapa ratus tahun lagi.

Ketika manusia belum jatuh dalam dosa yaitu melanggar perintah Tuhan, mereka juga tidak mengenal adanya unsur waktu, dan dimensi waktu tidak berlaku bagi manusia.

Mereka bisa berkomunikasi dengan Allah, bisa melihat dan mendengar Allah, bisa berjalan-jalan menemani Allah. Adam bisa berkomunikasi dengan Hawa, tidak berebut, bertengkar/salah paham,hidupnya suci. Mereka bisa berkomunikasi dengan alam, binatang dan tumbuh-tumbuhan, mereka diberi kuasa untuk menguasai bumi dan seluruh isinya. (Kejadian 1:26)

Mereka suci, sehat, dipelihara, dilindungi dan disayangi oleh Allah. Mereka tidak perlu kuatir atau takut akan kekurangan uang atau kerja/usaha cari nafkah, tempat tinggal/makanan/minuman selalu tersedia, tidak memerlukan pakaian, tidak takut kena hujan (ketika itu belum ada hujan turun, baca kitab Kejadian 2:4-7) atau terkena terik matahari atau dinginnya cuaca, karena waktu itu cuacanya selalu baik dan indah.

Manusia makan tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan buah-buahan, sedangkan segala binatang di bumi, di udara, dan yang merayap/melata dan semua yang bernyawa makanannya tumbuh-tumbuhan hijau. (Kejadian 2:29-30)

Sebenarnya, ketika kita masih bayi juga pernah menikmati sebentar, "bagaimana rasanya hidup tanpa mengenal unsur waktu dan dimensi waktu tidak berlaku bagi kita". Karena semasih bayi (terkecuali bayi-bayi yang terlahir sakit dan terlantar), hidup kita dipelihara, dilindungi dan disayangi oleh ayah dan ibu. Hidup kita baik, sehat seperti Adam dan Hawa ketika mereka berada di taman Eden.

Tetapi ketika manusia jatuh dalam dosa dan diusir dari Taman Eden, mereka mulai mengenal unsur waktu dan dimensi waktu mulai berlaku bagi mereka. Untuk bisa hidup, mereka harus mencari makanan dan minuman, pakaian dengan bekerja/berusaha keras sendiri. Apabila hujan turun atau terik matahari dan perubahan cuaca, mereka perlu tempat tinggal yang nyaman dan terlindung.

Mereka mulai mengenal sakit penyakit, kelahiran, kematian, berebut makanan/minuman/pakaian/tempat tinggal dan kejahatan mulai muncul didunia. Hidup mereka tidak suci dan benar lagi, tidak bisa bergaul akrab dengan Allah lagi, bahkan menyangkal Allah. Akibatnya alam semesta, langit, bumi dan seluruh isinya mulai berubah dan semakin lama bertambah rusak, usang dan semuanya nanti pada akhirnya akan lenyap binasa.

Tetapi Allah tetap sabar terhadap kita manusia ciptaanNya, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. (2 Petrus 3:9)

Jadi unsur/dimensi waktu sekarang dipergunakan oleh Allah dalam kehidupan manusia sebagai suatu sarana ujian bagi manusia. Apakah mereka akan dapat kembali hidup seperti di Taman Eden atau tidak ? Apabila ternyata kelak mereka bisa lulus dari ujian waktu dan tahan uji, seiring dengan berjalannya waktu sampai akhir hidupnya, maka mereka akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah. (Yakobus 1:12) Apakah ada diantara mereka yang mau berbalik, percaya kpada Allah dan bertobat dari hidupnya sekarang ini yang jahat dan tanpa Allah?

Suatu hal, persoalan atau pekerjaan yang paling sulit bagi manusia adalah menunggu ? kapan waktunya akan tiba ? Jadi tepatlah apabila Tuhan menggunakan "waktu" sebagai sarana untuk menguji manusia.

Contoh: Salah satu orang yang berhasil lulus dalam "ujian waktu" adalah Kaleb (Ulangan 1:35-36 dan Yoshua 14:6-14) Dia tetap teguh percaya kepada Tuhan dengan sepenuh hati dan percaya pada janji Tuhan yang akan memberikan negri Kanaan kepada bangsa Israel dan Kaleb sabar menunggu selama 45 tahun, sebelum dia memperoleh Hebron sebagai tanah pusaka miliknya.

Oleh sebab itu sebagai orang kristen, kita harus tetap teguh percaya kepada Tuhan dan setia kepada firmanNya, janjiNya dan perintahNya, kalau kita dihadapkan kepada ujian waktu.

Janganlah mudah mengomel, berontak kepada Tuhan atau bahkan tidak mau percaya lagi kepada Tuhan, apabila ada pergumulan atau permohonan atau doa kita yang masih belum terkabul, padahal sudah sekian lama berpuasa, didoakan dan sebagainya ! Tidak ada istilah terlambat bagi Tuhan, karena unsur waktu atau dimensi waktu tidak berlaku bagiNya. Segala pencobaan/kesulitan dapat kita tanggung bersama Tuhan, karena semua pencobaan/kesulitan itu tidak akan melebihi kekuatan kita; pada waktuNya pasti ada jalan keluarNya bagi kita. (1 Korintus 10:13)

Doa kam:

Tuhan Yesus, tolonglah kami dan mampukanlah kami untuk dapat tetap teguh percaya kepadaMu dan taat pada firmanMu dalam setiap pencobaan/kesulitan yang kami hadapi. Amin
0 comments so far:
-->

Copyright 2012 Persekutuan Doa Air Hidup | Halaman ini adalah ruang maha kudus Tuhan, dimana kita menikmati hadiratNya, firmanNya, kasihNya, kuasaNya, berkatNya, didikanNya, pimpinanNya, penghiburanNya, perlindunganNya dan segalaNya. Jadi bukanlah halaman untuk berbinis atau segala macam bentuk kegiatan duniawi. Tuhan berkati. Amin