"Haleluya! Pujilah Tuhan di sorga, pujilah Dia di tempat tinggi!....Pujilah Tuhan, hai matahari dan bulan, pujilah dia, hai segala bintang terang!....Pujilah Tuhan hai raja-raja di bumi dan segala bangsa, pembesar-pembesar dan semua pemerintah dunia....Biarlah semuanya memuji-muji Tuhan, sebab hanya namaNya saja yang tinggi luhur, keagunganNya mengatasi bumi dan langit".(Mamur 148:1-13)Dalam renungan hari ini, kita membahas tentang pujian kepada Tuhan Allah kita. Kenapa pemazmur memuji dan memuliakan Tuhan, serta mengajak semua orang di bumi bahkan segenap ciptaanNya untuk bersama-sama memuji Tuhan ?
Untuk itu kita perlu memahami beberapa hal, ketika kita memuji Tuhan yaitu:
Pertama. Bukannya Tuhan gila hormat, sehingga Ia membutuhkan pujian dari manusia atau semua ciptaanNya. Memuji Tuhan adalah suatu ucapan atau expresi kekaguman/keheranan kita atas segala keajaiban Tuhan yang telah menciptakan segala sesuatunya dengan sangat indah dan baik.
Misalnya ketika kita melihat pemandangan yang indah atau pelangi yang indah, maka kita secara otomatis memuji keindahan alam itu dan mengajak orang yang bersama kita untuk menikmatinya, mengaguminya dan memujinya. Dengan mengucapkan pujian dan kekaguman kita itu, maka terasa lengkaplah saat kita menikmatinya.
Tetapi dibalik semua itu, ingatlah bahwa Tuhanlah yang menciptakan semuanya itu, dengan firmanNya dan kuasaNya dari yang "tidak ada" menjadi "ada", menciptakan terang, gelap, cakrawala, darat, laut, tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon buah-buahan, berbagai jenis benda-benda langit yang menerangi cakrawala, matahari, bulan, bintang, berbagai makhluk hidup binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak dan berkeriapan dalam air, segala jenis burung bersayap, segala jenis makhluk hidup ternak, binatang melata, segala jenis binatang liar dan ternak, dan manusia laki-laki dan perempuan.(Kejadian 1:9-31)
Karena itu sudah sepantasnyalah kita memuji dan memuliakan Tuhan dan juga layaklah mengajak orang-orang disekitar kita, bahkan semua orang dan segenap ciptaanNya untuk bersama-sama memuji Tuhan atas semuanya itu.
Kedua. Memuji Tuhan karena suatu alasan yang benar. Kita memuji Tuhan, karena kita telah merasakan kehebatanNya, kasihNya, kebaikkanNya, kesetiaanNya. Tuhan adalah Allah yang perkasa, yang mengatasi segala sesuatu termasuk "waktu, hal-hal dan situasi yang sangat mustahil dan diluar kemampuan/pikiran/nalar manusia".
Contohnya: Yusuf, Daniel, para gembala memuji dan memuliakan Tuhan yang mengubah saat dan waktu, memecat dan mengangkat raja, memberitahukan kepada mereka hal-hal yang akan datang, menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga dan tersembunyi, menerangkan arti mimpi, menggenapi apa yang dikatakanNya dan sebagainya.(Daniel 2:20-23 dan Kejadian 40:8 dan Lukas 2:20)
Bagi kita, orang yang percaya kepada Tuhan, sudah sepantasnyalah kita juga bersyukur dan memuji Tuhan, karena Ia sudah rela mengorbankan nyawanya disalib sebagai korban penebus dosa kita. Tuhan telah menanggung semua hukuman Allah atas dosa-dosa kita, mematahkan kuasa maut dan memberi kita hidup yang kekal.(Kisah Para Rasul 10:43 dan 2 Timotius 1:10)
Ketiga. Memuji Tuhan dengan segenap hati dan kekuatan kita. Persembahkanlah pujian bagi Tuhan, bukan dengan sembarangan, terpaksa atau ikut-ikutan atau ada maksud terselubung lainnya ; tetapi dengan segenap hati dan kekuatan kita.
Kalau kita bisa memainkan peralatan musik, maka pujilah Tuhan dengan menggunakan musik (Mazmur 150). Kalau kita hanya bisa menyanyi saja, lakukanlah itu dengan gembira dan setulus hati, bila perlu kita ikut paduan suara di gereja atau dalam acara kegiatan rohani lainnya. Kalau kita tidak bisa menyanyi, lakukanlah dengan menari, bersenandung atau dengan bermazmur dan memuliakan Tuhan setiap waktu. Persembahkanlah pujian kepada Tuhan dengan segenap hati dan kekuatan kita dan dengan apa saja yang ada pada kita yaitu anggota tubuh, pikiran, perasaan atau segala apa yang Tuhan karuniakan kepada kita.
Keempat. Pujilah Tuhan dengan cara yang benar. Memuji Tuhan dengan benar adalah memujiNya berdasarkan "kekuatan Allah". Kita tidak sanggup memuji Tuhan dengan kekuatan kita sendiri, apalagi kalau kita sedang berada dalam masalah atau kesulitan yang silih berganti. Oleh sebab itu sebelum beribadah, bernyanyi, memuji dan menyembah Tuhan, mintalah terlebih dahulu kekuatan dan suka-cita dari Tuhan. Adalah keinginan hati Tuhan bahwa justru ditengah-tengah persoalan yang kita hadapi kita mampu memujiNya. Haleluya!
Doa kami:
Tuhan Yesus, Engkau telah mengaruniakan kepada kami nafas kehidupan, maka patutlah kami memujiMu. Amin
Untuk itu kita perlu memahami beberapa hal, ketika kita memuji Tuhan yaitu:
Pertama. Bukannya Tuhan gila hormat, sehingga Ia membutuhkan pujian dari manusia atau semua ciptaanNya. Memuji Tuhan adalah suatu ucapan atau expresi kekaguman/keheranan kita atas segala keajaiban Tuhan yang telah menciptakan segala sesuatunya dengan sangat indah dan baik.
Misalnya ketika kita melihat pemandangan yang indah atau pelangi yang indah, maka kita secara otomatis memuji keindahan alam itu dan mengajak orang yang bersama kita untuk menikmatinya, mengaguminya dan memujinya. Dengan mengucapkan pujian dan kekaguman kita itu, maka terasa lengkaplah saat kita menikmatinya.
Tetapi dibalik semua itu, ingatlah bahwa Tuhanlah yang menciptakan semuanya itu, dengan firmanNya dan kuasaNya dari yang "tidak ada" menjadi "ada", menciptakan terang, gelap, cakrawala, darat, laut, tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon buah-buahan, berbagai jenis benda-benda langit yang menerangi cakrawala, matahari, bulan, bintang, berbagai makhluk hidup binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak dan berkeriapan dalam air, segala jenis burung bersayap, segala jenis makhluk hidup ternak, binatang melata, segala jenis binatang liar dan ternak, dan manusia laki-laki dan perempuan.(Kejadian 1:9-31)
Karena itu sudah sepantasnyalah kita memuji dan memuliakan Tuhan dan juga layaklah mengajak orang-orang disekitar kita, bahkan semua orang dan segenap ciptaanNya untuk bersama-sama memuji Tuhan atas semuanya itu.
Kedua. Memuji Tuhan karena suatu alasan yang benar. Kita memuji Tuhan, karena kita telah merasakan kehebatanNya, kasihNya, kebaikkanNya, kesetiaanNya. Tuhan adalah Allah yang perkasa, yang mengatasi segala sesuatu termasuk "waktu, hal-hal dan situasi yang sangat mustahil dan diluar kemampuan/pikiran/nalar manusia".
Contohnya: Yusuf, Daniel, para gembala memuji dan memuliakan Tuhan yang mengubah saat dan waktu, memecat dan mengangkat raja, memberitahukan kepada mereka hal-hal yang akan datang, menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga dan tersembunyi, menerangkan arti mimpi, menggenapi apa yang dikatakanNya dan sebagainya.(Daniel 2:20-23 dan Kejadian 40:8 dan Lukas 2:20)
Bagi kita, orang yang percaya kepada Tuhan, sudah sepantasnyalah kita juga bersyukur dan memuji Tuhan, karena Ia sudah rela mengorbankan nyawanya disalib sebagai korban penebus dosa kita. Tuhan telah menanggung semua hukuman Allah atas dosa-dosa kita, mematahkan kuasa maut dan memberi kita hidup yang kekal.(Kisah Para Rasul 10:43 dan 2 Timotius 1:10)
Ketiga. Memuji Tuhan dengan segenap hati dan kekuatan kita. Persembahkanlah pujian bagi Tuhan, bukan dengan sembarangan, terpaksa atau ikut-ikutan atau ada maksud terselubung lainnya ; tetapi dengan segenap hati dan kekuatan kita.
Kalau kita bisa memainkan peralatan musik, maka pujilah Tuhan dengan menggunakan musik (Mazmur 150). Kalau kita hanya bisa menyanyi saja, lakukanlah itu dengan gembira dan setulus hati, bila perlu kita ikut paduan suara di gereja atau dalam acara kegiatan rohani lainnya. Kalau kita tidak bisa menyanyi, lakukanlah dengan menari, bersenandung atau dengan bermazmur dan memuliakan Tuhan setiap waktu. Persembahkanlah pujian kepada Tuhan dengan segenap hati dan kekuatan kita dan dengan apa saja yang ada pada kita yaitu anggota tubuh, pikiran, perasaan atau segala apa yang Tuhan karuniakan kepada kita.
Keempat. Pujilah Tuhan dengan cara yang benar. Memuji Tuhan dengan benar adalah memujiNya berdasarkan "kekuatan Allah". Kita tidak sanggup memuji Tuhan dengan kekuatan kita sendiri, apalagi kalau kita sedang berada dalam masalah atau kesulitan yang silih berganti. Oleh sebab itu sebelum beribadah, bernyanyi, memuji dan menyembah Tuhan, mintalah terlebih dahulu kekuatan dan suka-cita dari Tuhan. Adalah keinginan hati Tuhan bahwa justru ditengah-tengah persoalan yang kita hadapi kita mampu memujiNya. Haleluya!
Doa kami:
Tuhan Yesus, Engkau telah mengaruniakan kepada kami nafas kehidupan, maka patutlah kami memujiMu. Amin
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.