"Tetapi kami berlaku ramah diantara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya. Sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka, sehingga mereka mengenal kebenaran".(2 Timotius 2:24-25)Kalau kita jujur, meskipun kita adalah seorang hamba Tuhan, namun kebanyakan dari kita pasti mengakui bahwa kesabaran bukanlah ciri khas kepribadian kita. Lebih dari yang kita sadari, kita sering bersikap seperti orang berdoa: Tuhan, berilah aku kesabaran saat ini juga.
Kadang-kadang waktu pagi hari kita berdoa: Tuhan anugerahkanlah kepadaku kesabaran. Lalu tidak lama kemudian, ketika anak kita menumpahkan teh yang ada diatas meja kita dan membasahi koran yang sedang kita baca ., maka kita mulai marah.
Atau mungkin ketika kita sedang makan disebuah warung dipinggir jalan, lalu datanglah pengamen nyanyi-nyanyi. ,lalu kita sudah mulai tidak sabar. Juga seringkali ketidak-sabaran kita terlihat, ketika kita menuntut pasangan kita, anak-anak kita, teman kita atau orang lain agar cepat berubah, padahal kita sendiri sangat lambat untuk berubah.
Jadi, kalau kita meminta kesabaran, seringkali Tuhan tidak memberikan kepada kita kesabaran, tetapi yang dizinkanNya terjadi adalah hal-hal yang memanas-manaskan hati kita. Mengapa ? TujuanNya adalah supaya kita belajar sabar.
Sesuai dengan nats tersebut diatas; kesabaran dan kelemah-lembutan sangatlah tepat dipraktekkan terutama bagi mereka yang baru percaya kepada Tuhan, tapi suka melawan atau berdebat.
Mungkin kita hanya memerlukan waktu lima belas menit untuk dapat menuntun mereka kepada Kristus, tetapi kita memerlukan waktu lima tahun untuk dapat membantu mereka bertumbuh imannya. Disinilah kita memerlukan kesabaran, antara lain pengorbanan waktu kita; untuk dapat terus dengan ramah, sabar dan lemah lembut menjawab semua pertanyaannya.
Kalau kita sabar, maka Alkitab katakan bahwa kemampuan kita melebihi seorang pahlawan yang menang perang (Amsal 16:32). Kita bisa menang dan menjawab semua pertanyaan mereka dengan benar dan meyakinkannya, sehingga kita dapat meyakinkan mereka dalam pengenalannya akan kebenaran dan membuat mereka tersadar dari jerat iblis yang telah mengikatnya.
Dalam menjawab orang yang suka melawan atau berdebat dengan mereka, kita juga memerlukan kelemah-lembutan untuk menghadapainya, sebab dengan demikian maka segala emosi, panas hati dan kegeraman dapat diredakan (Amsal 15:1), sehingga orang yang suka melawan/berdebat tersebut menjadi tenang hatinya, pikirannya menjadi lebih jernih dan mereka akan dapat dengan lebih mudah mengerti dan menerima apa yang kita ajarkan tentang kebenaran Kristus.
Sebab itu terus lakukanlah pekerjaan pemberita injil dan tunaikanlah tugas pelayanan kita dengan ramah, sabar dan lemah lembut. Karena akan datang waktunya nanti, bahwa orang-orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat yang dari Tuhan, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membuka telinganya bagi dongeng.(2 Timotius 4:3-5)
Kita perlu sabar menghadapi semuanya itu, seperti Tuhan telah sabar terhadap kita. Karena Tuhan menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik kepadaNya dan bertobat.(2 Petrus 3:9)
Doa kami:
Tuhan Yesus, ajarlah dan mampukanlah kami untuk dapat terus melakukan pekerjaan pemberita Injil dengan ramah, sabar dan lemah lembut dan menunaikan tugas pelayanan kami! Terima kasih ya Tuhan. Amin
Kadang-kadang waktu pagi hari kita berdoa: Tuhan anugerahkanlah kepadaku kesabaran. Lalu tidak lama kemudian, ketika anak kita menumpahkan teh yang ada diatas meja kita dan membasahi koran yang sedang kita baca ., maka kita mulai marah.
Atau mungkin ketika kita sedang makan disebuah warung dipinggir jalan, lalu datanglah pengamen nyanyi-nyanyi. ,lalu kita sudah mulai tidak sabar. Juga seringkali ketidak-sabaran kita terlihat, ketika kita menuntut pasangan kita, anak-anak kita, teman kita atau orang lain agar cepat berubah, padahal kita sendiri sangat lambat untuk berubah.
Jadi, kalau kita meminta kesabaran, seringkali Tuhan tidak memberikan kepada kita kesabaran, tetapi yang dizinkanNya terjadi adalah hal-hal yang memanas-manaskan hati kita. Mengapa ? TujuanNya adalah supaya kita belajar sabar.
Sesuai dengan nats tersebut diatas; kesabaran dan kelemah-lembutan sangatlah tepat dipraktekkan terutama bagi mereka yang baru percaya kepada Tuhan, tapi suka melawan atau berdebat.
Mungkin kita hanya memerlukan waktu lima belas menit untuk dapat menuntun mereka kepada Kristus, tetapi kita memerlukan waktu lima tahun untuk dapat membantu mereka bertumbuh imannya. Disinilah kita memerlukan kesabaran, antara lain pengorbanan waktu kita; untuk dapat terus dengan ramah, sabar dan lemah lembut menjawab semua pertanyaannya.
Kalau kita sabar, maka Alkitab katakan bahwa kemampuan kita melebihi seorang pahlawan yang menang perang (Amsal 16:32). Kita bisa menang dan menjawab semua pertanyaan mereka dengan benar dan meyakinkannya, sehingga kita dapat meyakinkan mereka dalam pengenalannya akan kebenaran dan membuat mereka tersadar dari jerat iblis yang telah mengikatnya.
Dalam menjawab orang yang suka melawan atau berdebat dengan mereka, kita juga memerlukan kelemah-lembutan untuk menghadapainya, sebab dengan demikian maka segala emosi, panas hati dan kegeraman dapat diredakan (Amsal 15:1), sehingga orang yang suka melawan/berdebat tersebut menjadi tenang hatinya, pikirannya menjadi lebih jernih dan mereka akan dapat dengan lebih mudah mengerti dan menerima apa yang kita ajarkan tentang kebenaran Kristus.
Sebab itu terus lakukanlah pekerjaan pemberita injil dan tunaikanlah tugas pelayanan kita dengan ramah, sabar dan lemah lembut. Karena akan datang waktunya nanti, bahwa orang-orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat yang dari Tuhan, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membuka telinganya bagi dongeng.(2 Timotius 4:3-5)
Kita perlu sabar menghadapi semuanya itu, seperti Tuhan telah sabar terhadap kita. Karena Tuhan menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik kepadaNya dan bertobat.(2 Petrus 3:9)
Doa kami:
Tuhan Yesus, ajarlah dan mampukanlah kami untuk dapat terus melakukan pekerjaan pemberita Injil dengan ramah, sabar dan lemah lembut dan menunaikan tugas pelayanan kami! Terima kasih ya Tuhan. Amin
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.