"Jika kita berkata bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri sendiri dan kebenaran tidak ada dalam kita".(1 Yohanes 1:8)Dalam hubungannya dengan pengakuan dosa, penting sekali kita memeriksa diri sendiri. Seringkali kita bergantung pada penilaian diri sendiri, daripada penilaian Allah untuk dapat menemukan dosa dan kesalahan kita.
Untuk itu kita perlu meminta bantuan Roh kudus, dalam memeriksa/menginterospeksi diri kita sendiri. Sebab kalau tidak ada bantuan Roh kudus, maka kecenderungan kita adalah mencintai diri sendiri dan membenarkannya. Biasanya lebih mudah kita melihat selumbar didalam mata saudara kita, daripada melihat balok yang didalam mata kita.(Lukas 6:41-42)
Itulah sebabnya perlu kuasa Ilahi untuk menyelidiki hati kita dan mengoreksi dosa dan kesalahan kita sekecil apapun (1 Tawarikh 28:9). Tuhan tidak mau jika dosa-dosa kita disembunyikan rapat-rapat, tetapi sebaliknya Tuhan ingin supaya semuanya dibongkar dihadapanNya, karena tidak ada sesuatu yang rahasia/tersembunyi yang tidak akan tersingkap, diketahui dan diumumkan (Markus 4:22)
Masalahnya adalah karena suatu alasan-alasan tertentu, seringkali kita berkompromi dalam hidup ini, sehingga kita mengabaikan kebenaran yang ada dalam hati kita. Maka dikatakan dalam nats diatas bahwa ketika itulah sebenarnya kita sedang menipu diri kita sendiri.
Suatu waktu saya bertemu seseorang dan dia berkata: Saya ditempat pekerjaan setiap hari tertekan, karena saya berbuat hal-hal yang bertentangan dengan kebenaran yang ada dalam hati saya. Tetapi saya sulit keluar dari tekanan itu, karena yang memerintahkannya adalah pimpinan saya. Disuatu pihak saya harus loyal kepada perusahaan, tetapi dilain pihak, hati nurani saya tidak sejahtera. Menurut Bapak bagaimana....?
Saya katakan kepadanya: Memang lilin atau lampu atau pelita dinyalakan ditempat yang gelap. Saudara ada disana untuk menjadi terang, memancarkan kasih dan kebenaran Allah ditempat kerja. (Markus 4:21-22) Yang perlu anda lakukan adalah memperingatkan atasan anda akan hal itu ; walaupun penuh dengan konsekwensi bahwa anda bisa dipecat dari pekerjaan misalnya.
Tetapi hal itu adalah lebih baik dari pada kompromi dengan dosa, sebab akibatnya nanti anda akan menerima konsekwensi yang dari Allah, Dia akan menuntut pertanggung jawabannya dari pada kita. Karena Firman Tuhan dalam kitab Yehezkiel 3:18,19 telah berkata: "Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati ! dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, maka orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu".
Karena itu bersikap jujurlah terhadap diri sendiri, periksalah dan interospeksilah segala sesuatu dalam diri kita dengan tulus dan apa adanya. Kemudian akuilah segala dosa dan kesalahan kita dihadapan Tuhan dan mintalah ampun kepadaNya. Maka Tuhan, Allah yang setia dan adil, Dia akan mengampuni dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.(1 Yohanes 1:9)
Doa kami:
Tuhan Yesus, berikanlah kami kemampuan supaya kami dapat memeriksa diri kami, seperti Engkau melihat hati kami. Amin
Untuk itu kita perlu meminta bantuan Roh kudus, dalam memeriksa/menginterospeksi diri kita sendiri. Sebab kalau tidak ada bantuan Roh kudus, maka kecenderungan kita adalah mencintai diri sendiri dan membenarkannya. Biasanya lebih mudah kita melihat selumbar didalam mata saudara kita, daripada melihat balok yang didalam mata kita.(Lukas 6:41-42)
Itulah sebabnya perlu kuasa Ilahi untuk menyelidiki hati kita dan mengoreksi dosa dan kesalahan kita sekecil apapun (1 Tawarikh 28:9). Tuhan tidak mau jika dosa-dosa kita disembunyikan rapat-rapat, tetapi sebaliknya Tuhan ingin supaya semuanya dibongkar dihadapanNya, karena tidak ada sesuatu yang rahasia/tersembunyi yang tidak akan tersingkap, diketahui dan diumumkan (Markus 4:22)
Masalahnya adalah karena suatu alasan-alasan tertentu, seringkali kita berkompromi dalam hidup ini, sehingga kita mengabaikan kebenaran yang ada dalam hati kita. Maka dikatakan dalam nats diatas bahwa ketika itulah sebenarnya kita sedang menipu diri kita sendiri.
Suatu waktu saya bertemu seseorang dan dia berkata: Saya ditempat pekerjaan setiap hari tertekan, karena saya berbuat hal-hal yang bertentangan dengan kebenaran yang ada dalam hati saya. Tetapi saya sulit keluar dari tekanan itu, karena yang memerintahkannya adalah pimpinan saya. Disuatu pihak saya harus loyal kepada perusahaan, tetapi dilain pihak, hati nurani saya tidak sejahtera. Menurut Bapak bagaimana....?
Saya katakan kepadanya: Memang lilin atau lampu atau pelita dinyalakan ditempat yang gelap. Saudara ada disana untuk menjadi terang, memancarkan kasih dan kebenaran Allah ditempat kerja. (Markus 4:21-22) Yang perlu anda lakukan adalah memperingatkan atasan anda akan hal itu ; walaupun penuh dengan konsekwensi bahwa anda bisa dipecat dari pekerjaan misalnya.
Tetapi hal itu adalah lebih baik dari pada kompromi dengan dosa, sebab akibatnya nanti anda akan menerima konsekwensi yang dari Allah, Dia akan menuntut pertanggung jawabannya dari pada kita. Karena Firman Tuhan dalam kitab Yehezkiel 3:18,19 telah berkata: "Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati ! dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, maka orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu".
Karena itu bersikap jujurlah terhadap diri sendiri, periksalah dan interospeksilah segala sesuatu dalam diri kita dengan tulus dan apa adanya. Kemudian akuilah segala dosa dan kesalahan kita dihadapan Tuhan dan mintalah ampun kepadaNya. Maka Tuhan, Allah yang setia dan adil, Dia akan mengampuni dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.(1 Yohanes 1:9)
Doa kami:
Tuhan Yesus, berikanlah kami kemampuan supaya kami dapat memeriksa diri kami, seperti Engkau melihat hati kami. Amin
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.