Pengumuman

Selamat Datang di Blog Persekutuan Doa Air Hidup.


Tuhan Yesus Memberkati.
ENTER

Anda rindu ingin membagikan berkat berupa renungan atau kabar gembira atau kesaksian pribadi? Kirim ke pdairhidup@gmail.com
POSTED BY Persekutuan Doa Air Hidup on 09.52 under
"Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." .(Ibrani 13:5)

Membandingkan diri dengan orang lain, sih boleh-boleh saja, asalkan dalam pengertian bahwa kita merenungkan sisi baiknya dan bukan dalam pengertian "iri hati atau tidak puas". Setelah itu kita bisa menjadikan perbandingan itu sebagai dorongan untuk melakukannya minimal seperti orang itu atau lebih baik.

Tetapi ada sebuah pandangan yang keliru yaitu kita terkadang berpikir mengenai orang lain yang kita anggap "lebih" dari diri kita adalah orang-orang yang lebih beruntung daripada kita. Lebih kuat, lebih berpendidikan, lebih keren penampilannya, lebih kaya, lebih tinggi pangkat dan kedudukannya, lebih populer dan lain lain.

Ada seseorang berkata: "Pak, engkau sangat beruntung memiliki istrimu". Lho, kan dia juga sudah menikah, apakah dia tidak merasa sangat beruntung memiliki istrinya itu..?

Seringkali kita berkata: "Seandainya aku seperti dia."? "Bagaimana rasanya ya, kalau aku jadi anak orang kaya, punya banyak pacar, banyak uang, ada rumah dan mobil bagus seperti orang itu" ?!

Mungkin selama ini kita bersikap seperti itu yaitu kita anggap wajar dan tidak menyalahi prinsip etika, tetapi sebenarnya sikap seperti itu kuranglah tepat.

Pertama. Menganggap orang lain lebih beruntung dari pada kita, berarti kita mengangap Tuhan itu tidak bersikap adil kepada kita. Seakan-akan kehidupan ini hanya tergantung dari pada keberuntungan atau kecelakaan saja. Akibatnya apa ?

Orang yang berpikir seperti demikian tidak dapat mengucap syukur dengan tulus atas semua kebaikkan yang diberikan Tuhan kepadanya. Pasti orang seperti ini tidak akan pernah merasa puas dan bahagia pada apa yang Tuhan telah berikan, misalnya badan yang sehat, rumah tangga yang rukun, punya pekerjaan, ada tempat tinggal, diam di negara yang beriklim tropis sehingga tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk beli baju musim dingin, bumi masih berputar, turun hujan pada musimnya, matahari terbit setiap hari, ada bulan bintang pada malam hari dan lain lain .

Selain itu dalam doa Bapa kami, Tuhan Yesus juga telah mengajarkan kita supaya meminta makanan kita yang secukupnya kepada Tuhan Allah Bapa di sorga. "Rasa tidak cukup" itu akan membutakan mata rohani seseorang untuk pengenalan akan Tuhan.(1 Tim 6:6-8).

Kedua. Menganggap orang lain lebih beruntung, berarti kita tidak menyadari bahwa segala sesuatu yang kita miliki adalah milik Tuhan yang harus digunakan bagi kepentinganNya, dan wujud konkritnya adalah misalnya: Menolong dan mengasihi sesama, memberitakan kabar keselamatan yang dari Tuhan, hidup dengan penuh takut akan Tuhan dan menjadi terang bagi orang-orang disekitar kita.

Kalau kita mengerti prinsip ini, maka kita tidak perlu iri pada kelebihan orang lain dan sesungguhnya kelebihan orang lain tidak akan membuat diri kita merasa "malang/gagal". Sebab segala sesuatu adalah milik Tuhan: dari Dia dan oleh Dia, dan untuk Tuhanlah segala kemuliaan sampai selamanya.(Roma 11:36)

Ketiga. Menganggap orang lain lebih beruntung, berarti kita tidak puas diri dan tidak dapat menerima bahwa keadaan yang diberikan Tuhan kepada setiap indivu adalah yang paling tepat baginya. Kita diciptakan dengan tinggi badan, bentuk muka, mata, rambut, warna kulit, keturunan adalah keadaan yang paling sempurna yang Tuhan ciptakan bagi kita.

Oleh karena itu, kita harus merasa beruntung, sebab masing-masing kita telah menerima yang terbaik dari Tuhan sesuai bagian kita dan semua apa yang telah diberikan Tuhan adalah tepat bagi kita. Dengan demikian kita bisa mengasihi diri kita, sehingga kita juga bisa mengasihi sesama kita, terutama mengasihi Tuhan. Kalau tidak bisa mengasihi diri sendiri, biasanya kita tidak bisa mengasihi sesama, apalagi mengasihi Tuhan.(Markus 12:29-31)

Doa kami:
Ampunilah kami ya Tuhan Yesus, kalau selama ini kami terlalu membandingkan diri kami dengan orang lain. Ajarilah kami untuk dapat mencukupkan diri dengan apa yang ada pada kami dan bersyukur kepadaMu. Amin
0 comments so far:
-->

Copyright 2012 Persekutuan Doa Air Hidup | Halaman ini adalah ruang maha kudus Tuhan, dimana kita menikmati hadiratNya, firmanNya, kasihNya, kuasaNya, berkatNya, didikanNya, pimpinanNya, penghiburanNya, perlindunganNya dan segalaNya. Jadi bukanlah halaman untuk berbinis atau segala macam bentuk kegiatan duniawi. Tuhan berkati. Amin