"DiberikanNya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia, Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjianNya".(Mazmur 111:5)Didalam memasuki awal tahun yang baru ini, kita perlu mulai belajar hidup penuh takut akan Tuhan serta taat dan setia melakukan perintahNya. Dengan demikian kita tidak perlu lagi merengek-rengek minta rezeki/berkat, karena Tuhan pasti selalu ingat akan perjanjianNya. Sebab sudah dijelaskan dalam nats diatas bahwa untuk mendapat rezeki dari Tuhan, maka syaratnya adalah kita harus hidup dengan penuh takut akan Tuhan.
Hal ini juga sudah disampaikan Tuhan seperti tertulis dalam kitab Ulangan 6:2 yaitu bahwa kita harus hidup dengan penuh takut akan Tuhan seumur hidup kita. Tapi bukan hanya kita, melainkan juga semua anak cucu keturunan kita, haruslah semuanya hidup dengan penuh takut akan Tuhan, seumur hidup kita.
Selain itu, kita beserta semua anak cucu keturunan kita, juga harus berpegang pada segala ketetapan dan perintahNya serta melakukannya dengan setia seumur hidup kita. Maka dengan demikian janji Tuhan akan digenapi yaitu keadaan kita akan baik/sehat/senang, kita menjadi banyak punya akan cucu keturunan.
Yaitu kita akan diberikan suatu negeri, tempat tinggal atau suatu kehidupan atau suatu rumah tangga, atau suatu usaha/pekerjaan/pelayanan yang berhasil, berkecukupan dalam segala sesuatu dan berkelimpahan dalam berbagai kebajikkan dan penuh kegembiraan dan damai sejahtera, serta ada persekutuan yang akrab dengan Tuhan dan sesama.
Tetapi apakah maksudnya dengan "takut akan Tuhan" itu ? Karena kita tidak dapat melihat Tuhan, merabaNya, membayangkanNya atau merasakan kehadiranNya, sehingga harus kita takuti/segani/hormati/taati.
Untunglah dalam kitab Amsal 8:13 dijelaskan bahwa takut akan Tuhan itu adalah membenci kejahatan ; benci kesombongan, benci kecongkakan, benci akan tingkah laku yang jahat dan benci akan mulut yang penuh dusta dan tipu muslihat. Kalau kita membenci sesuatu, maka: Jangankan melakukan hal tersebut ; memikirkan, membicarakan, mendengar, melihat, mendekati atau mentolerir juga kita tidak akan mau !
Kenapa kita harus hidup dalam penuh takut akan Tuhan ? Karena segala sesuatu yang dilakukan Allah akan tetap ada untuk selamanya ; itu tak dapat ditambah dan tak dapat dikurangi.(Pengkhotbah 3:14)
Perjanjian berkat Tuhan ini terhadap kita umat pilihanNya, tidaklah dapat ditiadakan oleh kenyataan atau realita.
"Suatu realita atau kenyataan" boleh saja memperlihatkan bahwa hidup kita sekarang ini miskin, sakit-sakitan, susah, dan menderita. Tetapi semuanya itu bukanlah "kebenaran" bagi kita yang percaya kepada Tuhan, tapi semuanya itu adalah "fitnah dan tipu daya" dari si setan, iblis yang sudah menipu kita, mencuri/merampok dari kita, semua berkat kesehatan, berkat damai sejahtera, kegembiraan dan berkat kekayaan yang telah disediakan Tuhan.
Janji Tuhan bagi kita umatNya adalah rencana damai sejahtera yang memberikan hari depan penuh harapan, pemulihan dan keselamatan.
Seperti contohnya : "Kenyataannya" adalah seorang pastor menemukan sebuah dompet yang terjatuh dijalan dan dia bermaksud mengembalikan dompet tersebut kepada pemiliknya. Tapi ternyata dia malahan disangka, dituduhkan dan difitnah sebagai seorang jahat yang mencuri dompet tersebut. Sebab "kenyataannya" memang dompet itu ada ditangan pastor itu ketika akan mengembalikannya kepada pemiliknya.
Padahal "yang benar" adalah bahwa pastor tersebut menemukan dompet yang terjatuh di jalan dan dengan niat baik dia ingin mengembalikan dompet itu kepada pemiliknya. Untuk itu si pastor memerlukan seorang pembela/saksi yang membela atau membenarkan dia bahwa dia bukan pencuri atau orang jahat. Karena memang sebenarnya dia adalah orang yang baik, berjasa dan tidak bersalah ; sebaliknya ia layak menerima hadiah dari pemilik dompet tersebut.
Demikian juga halnya dengan kenyataan yang sulit, susah, miskin, sakit dan menderita, yang sedang kita alami saat ini, yang dituduhkan oleh si iblis kepada kita. Sebenarnya keadan buruk itu, dialah yang telah menyebabkannya, sebab semua berkat, kesehatan, damai sejahtera, kebahagiaan dan kekayaan yang diberikan Allah bagi kita, telah dicurinya daripada kita, ketika kita lengah, masih hidup dalam dosa dan jauh dari Tuhan. Dan untuk itu Tuhan akan mengirim pembela bagi kita yang memulihkan kita dan menyelamatkan kita dari semua keadaan itu.
Jadi, dalam mengawali tahun yang baru ini, supaya kita bisa mengalami janji Tuhan, marilah kita menjalaninya dengan komitmen yaitu "Hidup dengan penuh takut akan Tuhan dan melakukan perintah dan firman Tuhan dengan taat dan setia".
Doa kami:
Ya Tuhan Yesus, sertailah kami selalu sepanjang tahun yang baru ini, dan mampukanlah kami untuk dapat lebih sungguh hidup dengan penuh takut akan Engkau. Amin
Hal ini juga sudah disampaikan Tuhan seperti tertulis dalam kitab Ulangan 6:2 yaitu bahwa kita harus hidup dengan penuh takut akan Tuhan seumur hidup kita. Tapi bukan hanya kita, melainkan juga semua anak cucu keturunan kita, haruslah semuanya hidup dengan penuh takut akan Tuhan, seumur hidup kita.
Selain itu, kita beserta semua anak cucu keturunan kita, juga harus berpegang pada segala ketetapan dan perintahNya serta melakukannya dengan setia seumur hidup kita. Maka dengan demikian janji Tuhan akan digenapi yaitu keadaan kita akan baik/sehat/senang, kita menjadi banyak punya akan cucu keturunan.
Yaitu kita akan diberikan suatu negeri, tempat tinggal atau suatu kehidupan atau suatu rumah tangga, atau suatu usaha/pekerjaan/pelayanan yang berhasil, berkecukupan dalam segala sesuatu dan berkelimpahan dalam berbagai kebajikkan dan penuh kegembiraan dan damai sejahtera, serta ada persekutuan yang akrab dengan Tuhan dan sesama.
Tetapi apakah maksudnya dengan "takut akan Tuhan" itu ? Karena kita tidak dapat melihat Tuhan, merabaNya, membayangkanNya atau merasakan kehadiranNya, sehingga harus kita takuti/segani/hormati/taati.
Untunglah dalam kitab Amsal 8:13 dijelaskan bahwa takut akan Tuhan itu adalah membenci kejahatan ; benci kesombongan, benci kecongkakan, benci akan tingkah laku yang jahat dan benci akan mulut yang penuh dusta dan tipu muslihat. Kalau kita membenci sesuatu, maka: Jangankan melakukan hal tersebut ; memikirkan, membicarakan, mendengar, melihat, mendekati atau mentolerir juga kita tidak akan mau !
Kenapa kita harus hidup dalam penuh takut akan Tuhan ? Karena segala sesuatu yang dilakukan Allah akan tetap ada untuk selamanya ; itu tak dapat ditambah dan tak dapat dikurangi.(Pengkhotbah 3:14)
Perjanjian berkat Tuhan ini terhadap kita umat pilihanNya, tidaklah dapat ditiadakan oleh kenyataan atau realita.
"Suatu realita atau kenyataan" boleh saja memperlihatkan bahwa hidup kita sekarang ini miskin, sakit-sakitan, susah, dan menderita. Tetapi semuanya itu bukanlah "kebenaran" bagi kita yang percaya kepada Tuhan, tapi semuanya itu adalah "fitnah dan tipu daya" dari si setan, iblis yang sudah menipu kita, mencuri/merampok dari kita, semua berkat kesehatan, berkat damai sejahtera, kegembiraan dan berkat kekayaan yang telah disediakan Tuhan.
Janji Tuhan bagi kita umatNya adalah rencana damai sejahtera yang memberikan hari depan penuh harapan, pemulihan dan keselamatan.
Seperti contohnya : "Kenyataannya" adalah seorang pastor menemukan sebuah dompet yang terjatuh dijalan dan dia bermaksud mengembalikan dompet tersebut kepada pemiliknya. Tapi ternyata dia malahan disangka, dituduhkan dan difitnah sebagai seorang jahat yang mencuri dompet tersebut. Sebab "kenyataannya" memang dompet itu ada ditangan pastor itu ketika akan mengembalikannya kepada pemiliknya.
Padahal "yang benar" adalah bahwa pastor tersebut menemukan dompet yang terjatuh di jalan dan dengan niat baik dia ingin mengembalikan dompet itu kepada pemiliknya. Untuk itu si pastor memerlukan seorang pembela/saksi yang membela atau membenarkan dia bahwa dia bukan pencuri atau orang jahat. Karena memang sebenarnya dia adalah orang yang baik, berjasa dan tidak bersalah ; sebaliknya ia layak menerima hadiah dari pemilik dompet tersebut.
Demikian juga halnya dengan kenyataan yang sulit, susah, miskin, sakit dan menderita, yang sedang kita alami saat ini, yang dituduhkan oleh si iblis kepada kita. Sebenarnya keadan buruk itu, dialah yang telah menyebabkannya, sebab semua berkat, kesehatan, damai sejahtera, kebahagiaan dan kekayaan yang diberikan Allah bagi kita, telah dicurinya daripada kita, ketika kita lengah, masih hidup dalam dosa dan jauh dari Tuhan. Dan untuk itu Tuhan akan mengirim pembela bagi kita yang memulihkan kita dan menyelamatkan kita dari semua keadaan itu.
Jadi, dalam mengawali tahun yang baru ini, supaya kita bisa mengalami janji Tuhan, marilah kita menjalaninya dengan komitmen yaitu "Hidup dengan penuh takut akan Tuhan dan melakukan perintah dan firman Tuhan dengan taat dan setia".
Doa kami:
Ya Tuhan Yesus, sertailah kami selalu sepanjang tahun yang baru ini, dan mampukanlah kami untuk dapat lebih sungguh hidup dengan penuh takut akan Engkau. Amin
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.