"Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kau miliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku. Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya".(Markus 10:22-23)Nats tersebut diatas memberitahukan kepada kita: "Betapa sulitnya orang kaya masuk kedalam Kerajaan Allah". Bahkan firman Tuhan menjelaskan dalam ayat berikutnya bahwa: Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum daripada seorang kaya masuk kedalam Kerajaan Allah.(Markus 10:23-25) Nah, jadi dapat kita bayangkan betapa sulitnya hal itu!
Mengapa demikian sulitnya bagi seorang kaya untuk dapat masuk kedalam Kerajaan Allah ?
Pertama. Karena orang kaya tersebut lebih mengandalkan uang dan harta bendanya, daripada mengandalkan Tuhan. Sehingga uang dan harta benda tersebut tersebut menjadi suatu "allah lain" baginya, selain Allah Penciptanya. Padahal Tuhan sudah melarang dengan tegas, dalam kitab Keluaran 20:3 bahwa Jangan ada padamu "allah lain" dihadapanKu.
Dengan uang dan harta bendanya yang banyak, ia berpikir tidak perlu kuatir lagi akan masa depan, ia merasa bahwa uangnya bisa mencukupi dia untuk seumur hidupnya. Kalau sakit, maka dia punya cukup uang untuk pergi berobat ke dokter ; dia dapat membeli apapun yang dia inginkan di dunia ini; dia bisa hidup nyaman dan menikmatinya seumur hidupnya.
Tetapi firman Tuhan katakan bahwa ia adalah orang bodoh, karena pada malam ini juga jiwanya akan diambil daripadanya, dan apa yang telah ia sediakan, untuk siapakah itu nanti ? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya dihadapan Allah.(Lukas 12:20-21) Orang kaya itu lupa bahwa "jiwanya" tidaklah dapat dibeli oleh seluruh uang dan harta bendanya.
Kedua. Karena orang kaya tersebut menjadi "cinta uang", dia cinta dan terikat kepada uang dan harta bendanya dan dia tidak rela untuk memberikan semua uang dan harta bendanya kepada orang-orang miskin dan orang lain. Padahal Alkitab katakan dalam kitab 1 Timotius 6:10 bahwa "Akar segala kejahatan adalah cinta uang".
Ada suatu pepatah mengatkan bahwa "Lebih sulit untuk menghabiskan uang, daripada mencari uang". Hal itu ada benarnya, karena Semakin banyak uang dan harta benda seseorang, maka ia akan menjadi semakin sayang dan terikat kepada uangnya, ia akan menjadi semakin ambisius, ia akan menjadi hamba uang dan akhirnya ia akan menjadi semakin tidak rela atau semakin kikir untuk memberikan/mendonasikan sebagian uang dan harta bendanya tersebut, apalagi seluruhnya kepada orang lain. Padahal dalam kitab 1 Korintus 6:10 dengan jelas dikatakan bahwa Orang kikir tidak akan dapat bagian dalam Kerajaan Allah !
Jadi hendaklah kita berhati-hati kalau ingin jadi kaya. Maksudnya "berhati-hati" disini adalah karena ingin kaya kita menghalalkan segala cara, sehingga kita terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat, dan ke dalam berbagai hawa nafsu yang hampa dan mencelakakan serta menenggelamkan kita kedalam keruntuhan dan kebinasaan.(1 Timotius 6:9)
Firman Tuhan katakan Janganlah kamu menjadi hamba uang, tapi cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Kita tidak usah kuatir akan menjadi kekurangan makanan/minuman/pakaian, karena Tuhan tidak akan pernah membiarkan atau meninggalkan kita, Tuhan pasti akan memelihara kita.(Ibrani 13:5 dan Matius 6:31-33)
Asal ada makanan dan minuman cukuplah, sebab kita tidak membawa sesuatu ke dunia ini dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa keluar.(1 Timotius 6:7-8)
Tentu saja kita harus belajar, bekerja dan berusaha dengan giat setiap hari, karena menurut firman Tuhan hal itu memang adalah suatu keharusan bagi kita.(2 Tesalonika 3:10) Tetapi tujuannya bukanlah untuk menjadi kaya dan akhirnya menjadi hamba uang, tetapi untuk hidup memuliakan namaNya dan menyenangkan hati Tuhan.
Berkat Tuhanlah yang menjadikan kita kaya, susah payah kita, tidaklah akan menambahinya.(Amsal 10:22) Kalau kita menjadi kaya, terpujilah Tuhan ! Tetapi kalau kita hanya cukup-cukup saja, juga terpujilah Tuhan ! Terjadilah semuanya dalam hidup kita ini menurut kehendakNya.
Doa kami:
Terima kasih Tuhan Yesus atas firmanMu yang telah mengingatkan kami bahwa tujuan hidup kami adalah untuk memuliakan namaMu dan menyenangkan hatiMu saja, sehingga kami akhirnya dapat masuk kedalam kehidupan kekal di sorga. Amin
Mengapa demikian sulitnya bagi seorang kaya untuk dapat masuk kedalam Kerajaan Allah ?
Pertama. Karena orang kaya tersebut lebih mengandalkan uang dan harta bendanya, daripada mengandalkan Tuhan. Sehingga uang dan harta benda tersebut tersebut menjadi suatu "allah lain" baginya, selain Allah Penciptanya. Padahal Tuhan sudah melarang dengan tegas, dalam kitab Keluaran 20:3 bahwa Jangan ada padamu "allah lain" dihadapanKu.
Dengan uang dan harta bendanya yang banyak, ia berpikir tidak perlu kuatir lagi akan masa depan, ia merasa bahwa uangnya bisa mencukupi dia untuk seumur hidupnya. Kalau sakit, maka dia punya cukup uang untuk pergi berobat ke dokter ; dia dapat membeli apapun yang dia inginkan di dunia ini; dia bisa hidup nyaman dan menikmatinya seumur hidupnya.
Tetapi firman Tuhan katakan bahwa ia adalah orang bodoh, karena pada malam ini juga jiwanya akan diambil daripadanya, dan apa yang telah ia sediakan, untuk siapakah itu nanti ? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya dihadapan Allah.(Lukas 12:20-21) Orang kaya itu lupa bahwa "jiwanya" tidaklah dapat dibeli oleh seluruh uang dan harta bendanya.
Kedua. Karena orang kaya tersebut menjadi "cinta uang", dia cinta dan terikat kepada uang dan harta bendanya dan dia tidak rela untuk memberikan semua uang dan harta bendanya kepada orang-orang miskin dan orang lain. Padahal Alkitab katakan dalam kitab 1 Timotius 6:10 bahwa "Akar segala kejahatan adalah cinta uang".
Ada suatu pepatah mengatkan bahwa "Lebih sulit untuk menghabiskan uang, daripada mencari uang". Hal itu ada benarnya, karena Semakin banyak uang dan harta benda seseorang, maka ia akan menjadi semakin sayang dan terikat kepada uangnya, ia akan menjadi semakin ambisius, ia akan menjadi hamba uang dan akhirnya ia akan menjadi semakin tidak rela atau semakin kikir untuk memberikan/mendonasikan sebagian uang dan harta bendanya tersebut, apalagi seluruhnya kepada orang lain. Padahal dalam kitab 1 Korintus 6:10 dengan jelas dikatakan bahwa Orang kikir tidak akan dapat bagian dalam Kerajaan Allah !
Jadi hendaklah kita berhati-hati kalau ingin jadi kaya. Maksudnya "berhati-hati" disini adalah karena ingin kaya kita menghalalkan segala cara, sehingga kita terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat, dan ke dalam berbagai hawa nafsu yang hampa dan mencelakakan serta menenggelamkan kita kedalam keruntuhan dan kebinasaan.(1 Timotius 6:9)
Firman Tuhan katakan Janganlah kamu menjadi hamba uang, tapi cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Kita tidak usah kuatir akan menjadi kekurangan makanan/minuman/pakaian, karena Tuhan tidak akan pernah membiarkan atau meninggalkan kita, Tuhan pasti akan memelihara kita.(Ibrani 13:5 dan Matius 6:31-33)
Asal ada makanan dan minuman cukuplah, sebab kita tidak membawa sesuatu ke dunia ini dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa keluar.(1 Timotius 6:7-8)
Tentu saja kita harus belajar, bekerja dan berusaha dengan giat setiap hari, karena menurut firman Tuhan hal itu memang adalah suatu keharusan bagi kita.(2 Tesalonika 3:10) Tetapi tujuannya bukanlah untuk menjadi kaya dan akhirnya menjadi hamba uang, tetapi untuk hidup memuliakan namaNya dan menyenangkan hati Tuhan.
Berkat Tuhanlah yang menjadikan kita kaya, susah payah kita, tidaklah akan menambahinya.(Amsal 10:22) Kalau kita menjadi kaya, terpujilah Tuhan ! Tetapi kalau kita hanya cukup-cukup saja, juga terpujilah Tuhan ! Terjadilah semuanya dalam hidup kita ini menurut kehendakNya.
Doa kami:
Terima kasih Tuhan Yesus atas firmanMu yang telah mengingatkan kami bahwa tujuan hidup kami adalah untuk memuliakan namaMu dan menyenangkan hatiMu saja, sehingga kami akhirnya dapat masuk kedalam kehidupan kekal di sorga. Amin
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.