"Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-muridNya Ia memarahi Petrus, katanya: Enyalah iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia".(Markus 8:33)Melalui nats renungan kita hari ini, marilah kita merenungkan bagaimana cara kita berpikir: Apakah sambil melakukan kegiatan sehari-hari, kita berpikir seperti apa yang dipikirkan Tuhan, atau kita hanya berpikir seperti halnya yang dipikirkan manusia pada umumnya didunia ini ?
Perhatikanlah kata-kata Yesus kepada rasul Petrus: "Engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia". Supaya kita lebih fokus, maka pada bagian ini kita akan membahas tema tentang "Memiliki pikiran Allah". Sebagai orang kristen, seringkali kita cenderung berpikir "salah" tentang penderitaan.
Sering kita berpikir bahwa sebagai orang kristen, kita tidak "pantas" menderita. Alasannya adalah karena kita ini anak Raja, anak Tuhan. Tapi cara berpikir seperti itu tidaklah sesuai dengan Alkitab. Mengapa ?
Karena bukanlah seperti itu yang dipikirkan Allah. Di suatu pihak, memang Allah mengasihi kita, tetapi di pihak lain, Ia tidak pernah menghilangkan jalan salib penderitaan bagi anak-anakNya. Sebab "penderitaan badani" dalam pikiran Allah adalah merupakan suatu proses bagi kita untuk masuk pada hidup yang berkemenangan.
Kalau kita telah menderita penderitaan badani, maka kita telah berhenti berbuat dosa. Sehingga waktu hidup kita yang tersisa, tidaklah kita pergunakan lagi menurut keinginan kita sebagai manusia, tetapi menurut kehendak Allah.(1 Petrus 4:1-2)
Supaya kita bisa mengikut Tuhan dan mengerti pikiran Allah, maka kita harus berani sangkal diri, melewati jalan salib penderitaan dan hidup sesuai firman Tuhan. Karena firman Tuhan telah katakan dalam kitab Markus 8:34 : Setiap orang yang mau mengikut Tuhan, maka ia harus menyangkal dirinya dan memikul salibnya. Dalam hal ini ada 3 hal yang perlu kita perhatikan yaitu:
Pertama. Menyangkal dirinya artinya kita tidak egois lagi dan kita tidak lagi dikuasai oleh keinginan daging/hawa nafsu/emosi kita, keinginan mata kita dan kesombongan kita .
Tujuan hidup kita tidaklah berfokus pada diri kita sendiri saja, melainkan juga mengarah pada Kristus, saudara kita dan sesama kita. Kita mulai belajar melayani, mengampuni, mengerti, memberkati dan mengasihi orang lain, sehingga mereka dapat mengenal Yesus melalui tingkah laku, pikiran, perkataan dan hidup kita.
Berusaha dan Bekerja bukanlah lagi menjadi sekedar untuk cari uang, menikah, punya anak, memuaskan hawa nafsu/keinginan kita akan materi kekuasaan/harta dan sebagainya, tetapi kita melakukan semuanya itu, terlebih untuk menggenapi rencana Allah yang telah ditentukan sebelumnya oleh Tuhan bagi kita.
Kedua . Memikul salib artinya kita berani menghadapi dan memikul semua penderitaan, masalah/persoalan kehidupan, dan juga tekanan yang disebabkan oleh iman kita kepada Kristus. Kita tidak melarikan diri dari resiko yang demikian. Kita maju terus menghadapinya bersama dengan Tuhan, sampai kita memperoleh kemenangan.
Ketiga. Terus mengikut Tuhan artinya kita memiliki komitmen untuk tetap percaya kepadaNya dan hidup sesuai firman dan perintah Tuhan sampai pada akhir hidup kita dan tidak akan meninggalkanNya atau menyangkal iman kita dengan alasan apapun.
Marilah kita mulai sekarang belajar memikirkan apa yang dipikirkan Allah dengan bantuan Roh Kudus/Roh Allah yang tinggal didalam kita, sehingga kita menjadi manusia rohani yang mengerti dan memiliki pikiran Allah. Dengan demikian kita bisa melakukan semua kegiatan sehari-hari, dengan cara berpikir seperti apa yang dipikirkan Tuhan.
Doa kami:
Tuhan Yesus, biarlah pikiran kami selalu memikirkan apa yang Engkau kehendaki dan melakukannya. Amin
Perhatikanlah kata-kata Yesus kepada rasul Petrus: "Engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia". Supaya kita lebih fokus, maka pada bagian ini kita akan membahas tema tentang "Memiliki pikiran Allah". Sebagai orang kristen, seringkali kita cenderung berpikir "salah" tentang penderitaan.
Sering kita berpikir bahwa sebagai orang kristen, kita tidak "pantas" menderita. Alasannya adalah karena kita ini anak Raja, anak Tuhan. Tapi cara berpikir seperti itu tidaklah sesuai dengan Alkitab. Mengapa ?
Karena bukanlah seperti itu yang dipikirkan Allah. Di suatu pihak, memang Allah mengasihi kita, tetapi di pihak lain, Ia tidak pernah menghilangkan jalan salib penderitaan bagi anak-anakNya. Sebab "penderitaan badani" dalam pikiran Allah adalah merupakan suatu proses bagi kita untuk masuk pada hidup yang berkemenangan.
Kalau kita telah menderita penderitaan badani, maka kita telah berhenti berbuat dosa. Sehingga waktu hidup kita yang tersisa, tidaklah kita pergunakan lagi menurut keinginan kita sebagai manusia, tetapi menurut kehendak Allah.(1 Petrus 4:1-2)
Supaya kita bisa mengikut Tuhan dan mengerti pikiran Allah, maka kita harus berani sangkal diri, melewati jalan salib penderitaan dan hidup sesuai firman Tuhan. Karena firman Tuhan telah katakan dalam kitab Markus 8:34 : Setiap orang yang mau mengikut Tuhan, maka ia harus menyangkal dirinya dan memikul salibnya. Dalam hal ini ada 3 hal yang perlu kita perhatikan yaitu:
Pertama. Menyangkal dirinya artinya kita tidak egois lagi dan kita tidak lagi dikuasai oleh keinginan daging/hawa nafsu/emosi kita, keinginan mata kita dan kesombongan kita .
Tujuan hidup kita tidaklah berfokus pada diri kita sendiri saja, melainkan juga mengarah pada Kristus, saudara kita dan sesama kita. Kita mulai belajar melayani, mengampuni, mengerti, memberkati dan mengasihi orang lain, sehingga mereka dapat mengenal Yesus melalui tingkah laku, pikiran, perkataan dan hidup kita.
Berusaha dan Bekerja bukanlah lagi menjadi sekedar untuk cari uang, menikah, punya anak, memuaskan hawa nafsu/keinginan kita akan materi kekuasaan/harta dan sebagainya, tetapi kita melakukan semuanya itu, terlebih untuk menggenapi rencana Allah yang telah ditentukan sebelumnya oleh Tuhan bagi kita.
Kedua . Memikul salib artinya kita berani menghadapi dan memikul semua penderitaan, masalah/persoalan kehidupan, dan juga tekanan yang disebabkan oleh iman kita kepada Kristus. Kita tidak melarikan diri dari resiko yang demikian. Kita maju terus menghadapinya bersama dengan Tuhan, sampai kita memperoleh kemenangan.
Ketiga. Terus mengikut Tuhan artinya kita memiliki komitmen untuk tetap percaya kepadaNya dan hidup sesuai firman dan perintah Tuhan sampai pada akhir hidup kita dan tidak akan meninggalkanNya atau menyangkal iman kita dengan alasan apapun.
Marilah kita mulai sekarang belajar memikirkan apa yang dipikirkan Allah dengan bantuan Roh Kudus/Roh Allah yang tinggal didalam kita, sehingga kita menjadi manusia rohani yang mengerti dan memiliki pikiran Allah. Dengan demikian kita bisa melakukan semua kegiatan sehari-hari, dengan cara berpikir seperti apa yang dipikirkan Tuhan.
Doa kami:
Tuhan Yesus, biarlah pikiran kami selalu memikirkan apa yang Engkau kehendaki dan melakukannya. Amin
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.