"Berkatalah Yusuf kepada saudara-saudaranya: Tidak lama lagi aku akan mati ; tentu Allah akan memperhatikan kamu dan membawa kamu keluar dari negeri ini, ke negeri yang telah dijanjikanNya dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub". (Kejadian 50:24)Dalam renungan ini, mari kita membahas tema tentang "Menatap masa depan". Contohnya dapat kita baca dalam kitab Kejadian, yaitu ketika Yusuf mendekati akhir hayatnya, ia merenungkan tentang perkara-perkara apa yang akan terjadi dikemudian hari.
Sama seperti ayahnya Yakub, Yusuf teringat akan janji-janji Allah. Yusuf saat itu telah berada di Mesir selama 93 tahun, yang awalnya sebagai budak belian yang masih remaja namun, dengan segala pergumulan, penderitaan serta kesetiaannya kepada Tuhan dan dengan penyertaan Tuhan dalam segala sesuatu yang dikerjakan Yusuf(Kejadian 39:23), maka hidupnya berubah menjadi orang terpenting di Mesir.
Pada akhir kehidupannya, Yusuf mengingatkan sanak saudaranya akan janji Tuhan kepada Abraham, kakek mereka, bahwa Tuhan akan membawa keturunannya yang telah diperbudak oleh bangsa Mesir untuk kembali ketanah perjanjian.
Peringatan ini yang membuat mereka berbeda dengan orang-orang lain, walupun dinegeri kafir dan penuh penderitaan yang sangat berat. Kitab kejadian pasal terakhir mencatat tentang tulang-tulang Yusuf yang disimpan dalam sebuah peti jenazah Mesir.
Dengan iman Yusuf melihat jauh kemasa depan kaum dan bangsanya dan menginginkan tulang-belulangnya ikut pergi dengan mereka menuju tanah perjanjian yang dijanjikan Allah. Ketika kita mampu dan memusatkan perhatian kita kepada perkara-perkara besar yang dikerjakan Yesus untuk kita, maka penderitaan dan kematian pun bukanlah menjadi garis akhir bagi kita.
Masa depan yang jauh lebih besar yaitu keberadaan kita bersama Tuhan Yesus dalam kekekalan, itulah yang menjadi tujuan akhir hidup kita. Yang terpenting dalam bagian ini adalah kemampuan rohani kita melihat perkara yang Allah kerjakan jauh kedepan yang membawa kita dalam rencanaNya yang indah.
Dengan demikian kita akan terus termotivasi untuk selalu hidup taat, benar dan menyenangkan hati Tuhan. Oleh karenanya, marilah kita menatap masa depan kita yaitu masa depan yang penuh harapan seperti yang telah dijanjikan Allah. Tetapi perlu kita ingat bahwa masa depan yang penuh harapan, hanyalah bisa kita peroleh didalam Tuhan Yesus!
Doa kami:
Bapa dalam nama Yesus Kristus, kami mau menatap masa depan kami dengan sikap optimis, sebab kami tahu bahwa Engkaulah yang memelihara kami dan didalam genggaman tanganMulah ada masa depan kami. Amin
Sama seperti ayahnya Yakub, Yusuf teringat akan janji-janji Allah. Yusuf saat itu telah berada di Mesir selama 93 tahun, yang awalnya sebagai budak belian yang masih remaja namun, dengan segala pergumulan, penderitaan serta kesetiaannya kepada Tuhan dan dengan penyertaan Tuhan dalam segala sesuatu yang dikerjakan Yusuf(Kejadian 39:23), maka hidupnya berubah menjadi orang terpenting di Mesir.
Pada akhir kehidupannya, Yusuf mengingatkan sanak saudaranya akan janji Tuhan kepada Abraham, kakek mereka, bahwa Tuhan akan membawa keturunannya yang telah diperbudak oleh bangsa Mesir untuk kembali ketanah perjanjian.
Peringatan ini yang membuat mereka berbeda dengan orang-orang lain, walupun dinegeri kafir dan penuh penderitaan yang sangat berat. Kitab kejadian pasal terakhir mencatat tentang tulang-tulang Yusuf yang disimpan dalam sebuah peti jenazah Mesir.
Dengan iman Yusuf melihat jauh kemasa depan kaum dan bangsanya dan menginginkan tulang-belulangnya ikut pergi dengan mereka menuju tanah perjanjian yang dijanjikan Allah. Ketika kita mampu dan memusatkan perhatian kita kepada perkara-perkara besar yang dikerjakan Yesus untuk kita, maka penderitaan dan kematian pun bukanlah menjadi garis akhir bagi kita.
Masa depan yang jauh lebih besar yaitu keberadaan kita bersama Tuhan Yesus dalam kekekalan, itulah yang menjadi tujuan akhir hidup kita. Yang terpenting dalam bagian ini adalah kemampuan rohani kita melihat perkara yang Allah kerjakan jauh kedepan yang membawa kita dalam rencanaNya yang indah.
Dengan demikian kita akan terus termotivasi untuk selalu hidup taat, benar dan menyenangkan hati Tuhan. Oleh karenanya, marilah kita menatap masa depan kita yaitu masa depan yang penuh harapan seperti yang telah dijanjikan Allah. Tetapi perlu kita ingat bahwa masa depan yang penuh harapan, hanyalah bisa kita peroleh didalam Tuhan Yesus!
Doa kami:
Bapa dalam nama Yesus Kristus, kami mau menatap masa depan kami dengan sikap optimis, sebab kami tahu bahwa Engkaulah yang memelihara kami dan didalam genggaman tanganMulah ada masa depan kami. Amin
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.
Masa depan hidup kekal bersama Tuhan Yesus itulah tujuan hidup semua orang. Tks.