Orang kaya dan sorga
Ulangan 8:17
Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini.
Markus 10:25
Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
Orang kaya sadar atau tidak sadar mereka cenderung sombong, gila hormat dan merendahkan. Mereka menganggap orang yang dibawahnya (pekerja) lebih rendah derajatnya dan bisa dikendalikan oleh hartanya dan tidak layak bersanding. Pernah terjadi dan dialami seseorang ketika perjalanan bisnis dalam satu pesawat bos di kelas bisnis dan anak buah di kelas ekonomi padahal bos pernah berkata jika bos makan daging maka anak buah juga makan daging, namun kenyataannya berbeda. Manusia hanya bisa berkata-kata atau berjanji namun tidak banyak yang bisa menepati janjinya. Banyak orang kaya yang hanya ingin dilayani dan dihormati (orang lain harus tunduk dan menurut)
Harta sudah membutakan perasaan dan nuraninya, merasa tinggi derajatnya dari orang yang tidak punya. Dimata Tuhan kita semua sama karena Tuhan tidak melihat apa yang kita punya tetapi apa yang kita perbuat. Bagi beberapa orang kaya semua tindakan dihitung untung ruginya mereka menjadi semakin tamak dan ada yang selalu mengungkit cerita lama yang pernah merugikan sehingga membuat pelaku terus merasa bersalah. Namun ada juga orang kaya yang baik yang suka berbagi tetapi menurut pengamatan saya tetap ada kesombongan karena ada motivasi dibaliknya. Oleh sebab itu sukar bagi orang kaya masuk kerajaan Allah bisa dipahami. Bukan berarti tidak boleh kaya, Abraham kaya tetapi tetap taat dan setia kepada Tuhan dan dijuluki Bapa orang beriman, Yusuf diangkat menjadi penguasa di Mesir setelah Firaun dan menjadi kaya tetapi tidak menghukum orang yang sudah menjahati nya meskipun bisa dilakukan karena kuasa yang dimilikinya. Ayub kaya raya juga tetap setia saat semua diambil darinya. Namun Salomo dengan kekayaan, kehormatan dan kekuasaan nya jatuh dalam dosa. Berhati-hati lah dengan kekayaan karena bisa kehilangan keselamatan. Ingat cerita orang kaya dan Lazarus seorang pengemis (lukas 16:19-31) akhir hidupnya orang kaya di alam maut dan Lazarus di pangkuan Abraham
Lukas 16:23 Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.
Tidak mudah bagi orang yang mempunyai banyak harta untuk tetap rendah hati karena fasilitas sudah memanjakan hidupnya, menikmati kekayaan sangat diperbolehkan namun jangan terlena karena bisa menimbulkan dosa.
Bersyukur, menjadi berkat dan tidak sombong itu yang harus dilakukan jika mau menjadi kaya dan selamat. Kita lahir tidak membawa apapun demikian juga ketika kita mati tidak membawa apapun semua ditinggalkan. Harta atau kekayaan, pangkat atau jabatan semua hanya sementara jangan sampai membuat kita kehilangan keselamatan yang kekal. Kita semua sama dihadapanNya.
Lukas 16:25
Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.
Doa kami : Bapa di sorga terimakasih untuk berkat yang berlimpah kami mau menjaga hati untuk tetap rendah hati dan menjadi berkat. amin
Tuhan Yesus memberkati (yl)
Menerima berkat materi lebih dari yg lain, haruslah menjadi kewaspadaan bagi anak Tuhan.
Karena natur dosa yg masih melekat pada tubuh daging ini, berusaha membawa kepada kesombongan dan posisikan lebih dari yg dilihat rendah.
Inilah perangan rohani dan kedagingan orang percaya.
Namun jika Tuhan ijinkan anakNya memiliki berkat lebih dari yg lain, lalu selalu dekatkan diri serta ikatkan diri kepada Tuhan, maka dgn pertolongan Tuhan, kesombongan, otoriter, akan jauh bahkan sebaliknya dgn hamble akan mempergunakan berkat yg lebih itu untuk melakukan kehendak Tuhan.
Ada banyak orang melimpah harta, dan dikenal sebagai orang kaya. Dan mereka terlibat aktif melakukan pekerjaan Tuhan dgn harta mereka. Sehingga kekayaan mereka menjadi berkat bagi orang lain, dinikmati orang lain, dan itulah pelayanan diakonia.
Puji Tuhan, setiap Firman menjadi pengajaran buat kita, secara khusus buat kami. Karena dalam kekurangan kami, masih ada juga orang yang lebih kurang dari kami.
Ajaran Firman Tuhan utk yg berlebih, agar melihat, menopang yg lebih kurang, seperti jemaat mula-mula.
Haleluya.🛐