Ada kuasa dalam perkataan
Yakobus 3:10
dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.
Banyak orang secara sadar atau tidak melukai hati atau perasaan orang lain melalui perkataan yang keluar dari mulut entah dengan kata-kata kasar atau tajam. Kalau kata-kata kasar sudah pasti orang tersebut sadar jika perkataan nya pasti akan menyakiti orang yang mendengarnya, namun perkataan yang tajam seringkali orang yang melakukannya tidak sadar bahwa perkataan nya sudah menyakiti hati dan perasaan pendengarnya. Saya pernah mengalami ini dulu setiap orang tersebut mengatakan suatu kalimat membuat saya sedih sampai menangis karena kata-katanya yang menusuk walau bukan kata-kata kasar tetapi membuat sakit hati kesannya tidak perduli, memang kenyataan atau karena merasa lebih dari yang lain (sombong). Sebagai contoh ketika orang tua tiba-tiba masuk rumah sakit keluar perkataan "........semua orang akan mati" dalam kondisi cemas mendengar ini saya menangis. Memang benar apa yang dikatakan namun bukanbdisaat yang tepat. Ada lagi saat butuh biaya untuk sekolah anak ..."Kalau nggak punya uang banyak nggak usah sekolahkan anak...". Dan beberapa kejadian lain yang juga perkataannya menusuk sehingga membuat saya meneteskan air mata setiap mendengarnya.
Perkataan kita punya pengaruh baik atau buruk bagi yang mendengarnya. Oleh sebab itu kita harus menjaga perkataan kita agar tidak menyakiti orang yang mendengarnya. Mungkin ada yang bilang kenyataan memang pahit tetapi tetap kita harus bijaksana jangan seenaknya bicara. Kita adalah ciptaanNya yang berakal budi yaitu yang punya hati atau perasaan atau nurani berbeda dengan ciptaanNya yang lain, makanya harus berbeda dalam perlakuan atau perbuatan lebih beradab untuk itu kita harus menjaga perbuatan dan perkataan kita. Kenyataan memang harus disampaikan namun tetap harus menjaga situasi dan kondisi serta perasaan orang yang akan diajak bicara. Jangan menimbulkan sakit hati atau kemarahan.
Pengaruh perkataan sangat besar, sebagai contoh ketika Adam mendengarkan perkataan Hawa istrinya untuk memakan buah pohon pengetahuan akibatnya jatuh dalam dosa, dikutuk dan diusir dari taman Eden.
Kejadian 3:17
Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
Ketika Abraham mendengarkan perkataan istrinya Sarah untuk menghampiri Hagar hambanya akibatnya hingga sekarang terjadi permusuhan.
Kejadian 16:2
Berkatalah Sarai kepada Abram: "Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak." Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai.
Ada kuasa dalam perkataan, perkataan bisa menghasilkan kutuk atau berkat, karena itu berhati-hatilah dalam berkata-kata. Yesus dengan perkataan Nya pernah mengusir setan dan membuat tenang angin dan badai itulah kuasa dari perkataan Pakai perkataan kita untuk memberkati orang lain
Lukas 4:35
Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Dan setan itu pun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya.
Markus 4:39
Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.
Perkataan yang baik bisa menenangkan hati seperti Yusuf saat bertemu kembali dengan saudara-saudaranya yang takut dan kuatir Yusuf balas dendam karena sudah berbuat jahat kepadanya.
Kejadian 50:21Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga." Demikianlah ia menghiburkan mereka dan menenangkan hati mereka dengan perkataannya.
Jika orang tidak menyukai atau memusuhi kita biasanya apa yang dilakukannya baik lewat perkataan atau perbuatan ingin selalu menyakiti hati kita namun Tuhan mengajarkan kita untuk mengasihi yaitu dengan tidak membalas jahat dengan jahat tetapi dengan kebaikan.
Matius 5:44
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
Roma 12:17
Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!
Perkataan yang salah yang menyakiti adalah dosa yang seringkali tidak disadari.
Kita harus menjaga perkataan sebab FirmanNya mengajarkan semua yang benar yang manis yang sedap didengar berarti perkatakan yang baik yang menenangkan itu yang harus dilakukan
Filipi 4:8
Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
Doa kami : Ya Bapa ampuni kami yang masih menyakiti hati orang dengan perkataan dan belum bisa menahan dan mengatur perkataan dengan baik sesuai Kehendak-Mu. Kami mau belajar memperkatakan yang baik memakai kuasa perkataan dari mulut kami untuk menjadi berkat dan bukan kutuk amin
Tuhan Yesus memberkati (yl)
Terimakasih untuk renungan yg kembali mengingatkan untuk berhati2 dgn perkataan.
Saya punya pengalaman beberapa hari lalu, namun dgn pengalaman itu membuat saya sadar, untuk saya tidak lakukan hal yg sama.
Kami memulai pelayanan baru dgn jarak yg cukup jauh dari tempat kami. Demi efektivitas pelayanan, kami punya planing dan direspon seseorang dgn janji. Karena bersemangat kami pegang perkataannya, namun berjalan waktu yg janji dgn perkataan meyakinkan tdk ada kabar lagi.
Akhirnya, berubah rencana kami karena perkataan yg tidak ditepati.
Dari kejadian itu, dan renungan hari ini, menjadi perhatian buat kami hamba Tuhan. Jangan berkata apalagi berjanji, namun tidak ditepati. Ternyata akibatnya bukan hanya yg dijanjikan tidak menerima janji, tapi merubah planing orang yg dijanjikan karena sudah menyusun berbagai jadual.
Ini testimoni.
Apalagi perkataan2 yg menyakitkan, menyesatkan, itu sungguh berbahaya.
Buat kita orang percaya, bersyukur selalu diingatkan Firman Tuhan.
Mari kita pergunakan perkataan kita yg membangun, meneguhkan, menghibur bahkan menyelamatkan orang.
Haleluya