Shallom...
Kebahagiaan atau kesenanganPengkhotbah 1:2
Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia.
Kebahagiaan/kesenangan dunia itu
hanyalah Sementara
Kenapa orang tidak bahagia walau sudah bergelimang harta, punya kedudukan/jabatan tinggi, punya keluarga lengkap, sempurna tidak cacat, bisa makan enak, punya kasur empuk tapi susah tidur, punya istri/suami cantik tapi masih selingkuh, dan lain sebagainya.
Pengkhotbah 5:12
Seorang pekerja boleh jadi tidak punya cukup makanan, tapi setidak-tidaknya ia bisa tidur nyenyak. Sebaliknya, seorang kaya hartanya begitu banyak, sehingga ia tak bisa tidur karena cemas.
Ada beberapa sebab orang tidak bahagia :
- karena mencari bahagia diperbuatan kita. Berbuat baik karena ingin dapat balasan. Padahal sudah seharusnya kita berbuat baik, karena Tuhan sudah baik kepada kita, bukan karena ingin mendapatkan pujian atau balasan apapun, juga bukan supaya masuk surga. ( ingat cerita anak muda yang kaya) Jika demikian maka kita tidak akan pernah bahagia dari perbuatan kita.
- Karena tidak sesuai harapan, jika bahagia berpusat pada harapan, maka kita tidak akan bisa bahagia jika tidak sesuai harapan. Manusia boleh berharap, tetapi tetap Tuhan yang menentukan, dengan demikian walau tidak sesui harapan kita tetap bisa bersyukur dan bahagia.
- karena keinginannya dibalas berkalilipat. Seringkali kita ingin mendapatkan untung dari setiap perbuatan atau usaha kita, wajar jika setiap orang ingin dapat untung besar sampai 100% misalnya, akan tetapi jika tidak terjadi, kita jangan kecewa atau marah kepada Tuhan, dengan demikian kita tidak akan bahagia, jadi jika kita mau bahagia berserah kepada Tuhan berapapun atau sekalipun tidak mendapatkan balasan/rugi bahkan mungkin ditipu, tetap ada damai sukacita.
Bagaimana agar kita bahagia?
Ada sukacita dari roh kudus yang didalam kita. Ringan tanpa beban.
Kita ambil contoh cerita anak yang hilang. Lukas 15:17-19, si bungsu walau sudah menghabiskan semua harta warisan dari Bapanya, tetap tidak menemukan kebahagiaan, dia sadar hanya kembali kepada Bapa dan tinggal didekatNya maka dia akan bahagia.
Lukas 15:17-19
Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
Kita harus kenali Tuhan sebagai Bapa yaitu Identitas Bapa,
-Bapa bukan mesin atm, yang kita dekati/minta jika perlu saja.
Berada dekatnya tidak merubah status kita sebagai anak.
Sisulung punya mentalitas majikan atau bos yang menganggap semua yang sudah dikerjakan harus dihargai.
- Bapa mengasihi anak tanpa pamrih
- Semua miliknya milik anaknya
- Bapa selalu memberi yang terbaik
Lakukan semua ikhlas tanpa minta balasan, tetapi karena Tuhan sudah mengasihi kita.
Kebahagiaan adalah ketenangan hidup, dan hanya bisa kita dapatkan ketika kita dekat Allah
Mazmur 62:2
Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.
Doa kami : Tuhan biarlah Roh Kudus yang didalamku tetap hidup dan memberi ketenangan. Amin
Tuhan Yesus memberkati (yl)
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.
Terimakasih, Tuhan Yesus memberkati