“Sebab TUHAN, Allahmu, memberkati engkau
dalam segala pekerjaan tanganmu. Ia memperhatikan perjalananmu melalui padang
gurun yang besar ini; keempat puluh tahun ini TUHAN, Allahmu, menyertai engkau,
dan engkau tidak kekurangan apa pun”. (Ulangan 2:7)
Pokok bahan renungan hari ini adalah “Jangan
menggerutu/mengeluh/mengomel kepada Tuhan”.
Bangsa Israel memerlukan waktu selama empat puluh tahun
perjalanan dari Mesir untuk sampai ke Kanaan. Dizaman sekarang jarak dari Mesir
ke Kanaan dengan bis hanya memerlukan waktu 12 jam, kalau dengan berjalan kaki
memerlukan waktu sekitar 14 hari. Kenapa bangsa Israel memerlukan waktu sampai
empat puluh tahun lamanya?
Ada beberapa hal yang
membuat hal ini terjadi yaitu: Bangsa Israel selalu membuat murka Tuhan. Baca
dalam Alkitab pada kitab Keluaran 4a, Musa membuat murka Tuhan, karena menolak
perintahNya. Tetapi Musa berkata: "Ah, Tuhan, utuslah kiranya siapa saja
yang patut Kauutus." (Keluaran 4:13) Sehingga akibatnya Musa tidak masuk
ke tanah perjanjian. Beberapakali bangsa Israel sebagai umat Tuhan, menggerutu
apabila ada masalah dalam perjalanan, walaupun Tuhan sudah sering memberikan
jalan keluar dan menyatakan mujizatNya, namun tetap saja mereka mengeluh dan
menggerutu, sehingga membuat Tuhan murka. "Sebab itu bangkitlah murka
TUHAN kepada orang Israel, sehingga Ia membuat mereka mengembara di padang
gurun empat puluh tahun lamanya, sampai habis mati segenap angkatan yang telah
berbuat jahat di mata TUHAN. " (Bilangan 32:13)
Murka Tuhan terjadi
karena dalam perjalanan mereka tidak patuh dan tidak fokus pada tanah
perjanjian yg Tuhan janjikan dg sumpah kepada Abraham, Ishak, dan Yakub nenek
moyang banga Israel sebagai umat Tuhan, yaitu Kanaan. Mereka terpikat dengan
tanah yang lain dan tidak mau meneruskan perjalanan ke Kanaan, silahkan baca
dalam kitab Bilangan 32:5-10. Akibatnya mereka hanya berputar-putar sampai 40
tahun. Waktu yang sangat panjang untuk menerima janji Tuhan.
Kehidupan semua kita
sebagai umat Tuhan, juga akan sama seperti kehidupan bangsa Israel, apabila
kita selalu merasa tidak puas dan menggerutu kepada Tuhan. Jika ada terjadi suatu
hal yang tidak menyenangkan, maka kita mudah tergiur dengan hal-hal yang diluar
janji Tuhan, padahal kita selalu melihat mujizat yang Tuhan lakukan dan
merasakan pemeliharaan Tuhan dalam hidup kita sehari-hari. Namun seperti Tuhan
selalu sabar terhadap bangsa Israel, umatNya dan mengasihi mereka, selalu ada
maaf untuk mereka apabila mereka bertobat dan minta ampun kepadaNya, demikian
pula halnya Tuhan lakukan terhadap kita umatNya.
Tentunya sebagai
orang yg percaya, kita tidak mau menjadi seperti bangsa Israel yang seharusnya
sudah sampai ke tujuan, tetapi harus berputar-putar dipadang gurun sekian puluh
tahun lamanya. Memang masalah akan selalu ada selama kita hidup, namun
hadapilah semuanya itu, dengan tetap berharap hanya pada Tuhan dengan tidak
mengeluh, menggerutu atau putus asa. Serahkanlah masalah itu kepada Tuhan, maka
pasti akan ada jalan keluarnya.Dan jangan menyimpang dan mengandalkan kekuatan
sendiri. Maka kita akan mencapai tujuan sesuai dengan waktunya dan tidak
berputar-putar.
Fokus dan buatlah
mata hati kita selalu tertuju kepada Tuhan saja, selagi Ia masih dapat kita
temui. Sebab nanti jikalau kita sudah mati, tidak akan ada kesempatan lagi
untuk bertobat dan tidak akan ada jalan keluar lagi bagi kita; semuanya sudah
terlambat.
Masalah kita itu
adalah bagiannya Tuhan. Jangan sampai doa kita tidak kunjung sampai kepada
Tuhan, karena dosa & kejahatan kita sendiri yg menjadi pemisah antara kita
dg Allah kita. (Yesaya 59:1-2) Sehingga akibatnya hidup kita akan menjadi
seperti hidup bangsa Israel, padahal mereka adalah umat plihan Tuhan. Yang
seharusnya keberhasilan dalam kehidupan kita, dapat kita capai dalam waktu 14
hari, akhirnya perjalanan hidup kita baru bisa berhasil, setelah kita menjadi
seorang yg tua bangka, yaitu setelah 40 tahun kemudian.
Kiranya kita bisa
belajar dari pengalaman bangsa Israel dengan tidak mengikuti cara hidup mereka
yang selalu menggerutu dan tidak menuruti jalan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati
kita semua para pembaca renungan pdairhidup. Salam damai sejahtera dari Yuliane
Hariyono, seorang saudari kita seiman dalam Kristus, kawan sekerja Allah, yg
tinggal jauh di luar pulau Jawa.
Doa kami:
Bapa yg baik dalam
nama Yesus, tolonglahlah kami umatMu agar dalam segala masalah apapun dapat
menghadapinya dg hidup menuruti firmanMu dan dg percaya kepadaMu bahwa Engkau
selalu beserta kami. Amin

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.