“TUHAN semesta alam
telah merancang, siapakah yang dapat menggagalkannya? Tangan-Nya telah
teracung, siapakah yang dapat membuatnya ditarik kembali? (Yesaya 14:27)
Semua manusia punya
keinginan untuk berhasil dalam segala kegiatan yang dilakukan. Tidak ada yang
mau gagal. Kegagalan adalah suatu hal yang paling ditakuti oleh manusia,
terutama para pengusaha, para pelajar, para pelaksana acara berbagai
kegiatan dan sebagainya. Tetapi kita tidak bisa menghindari jika terjadi
kegagalan.
Ada salah satu
pengalaman saya tentang kegagalan.
Suatu saat saya ada
pesanan kue lumayan banyak, saya pun menyiapkan bahan kemudian
membuatnya, ternyata saya mengalami kegagalan, kue yang saya buat
tidak jadi dengan bagus, saya langsung lemas, karena besok pesanan
harus diantar, sambil memikirkan apa yang salah, tiba-tiba saya diingatkan
kalau tadi ada cara yang salah dan saat itu saya secara tak sadar
melakukannya, sepertinya saya tidak konsentrasi dan menganggap enteng
karena selalu berhasil dengan baik.
Peristiwa ini
langsung mengingatkan saya untuk tidak menganggap ringan segala sesuatu, dan
sesuatu yang buruk tetap bisa terjadi, walaupun kita merasa sudah menguasai/mempersiapkan
dengan baik. Walaupun kita gagal, tetapi Tuhan tetap menolong kita memberikan
jalan keluar, sehingga kita bisa terus melangkah. Jangan terus terpuruk karena
gagal, tetapi bangkit dan terus berusaha sampai berhasil. Akhirnya sayapun bisa
menyelesaikan pesanan dan berhasil dengan baik dan tepat waktu walau harus
mengulang. Tuhan bisa menegur kita lewat kegagalan, tetapi tidak selalu
kegagalan adalah karena kita yang salah, yang pasti adalah karena Tuhan
mengasihi kita; sehingga Dia izinkan kegagalan itu terjadi.
Seperti cerita Ayub di
Alkitab. Apa yang menimpa Ayub bukan karena kesalahannya, tetapi Tuhan izinkan
itu terjadi supaya Ayub menjadi lebih beriman kepadaNya.
Sekalipun kita sudah
berdoa kegagalan tetap bisa terjadi. Mengapa? Tuhan izinkan kita
mengalaminya karena banyak alasan, diantaranya :
1. Agar kita tetap percaya
& berharap pada Tuhan. Dengan adanya kegagalan, kita jadi sadar bahwa
sepandai apapun kita, tetap Tuhanlah penentunya, makanya kita tetap harus
yakin percaya kepada Tuhan dan berharap kepadaNya.
2. Agar kita tidak
menjadi sombong.
Kerena merasa berhasil
kadangkala kita jadi sombong. Kegagalan bisa menyadarkan kita untuk tidak
sombong dan tetap rendah hati.
3. Manusia ada
batasnya, sekalipun kita mempunyai segalanya, pendidikan kita sudah
profesor, atau jabatan kita tertinggi, dan harta kita sudah banyak, namun
tetap saja kita adalah manusia terbatas, karena hanya Tuhan yang maha dan tidak
terbatas kuasanya. Oleh karena itu manusia tetap bisa gagal. Hanya Tuhanlah
yang tidak pernah gagal.
"Aku tahu, bahwa
Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.
(Ayub 42:2)
Jikalau berbicara tentang
kegagalan, itu tidak hanya dalam kehidupan kita sekarang, tetapi juga
nanti setelah kita meninggal. Apakah kita berhasil atau gagal masuk kerajaan sorga?
Hal ini sangat ditentukan oleh bagaimana hidup kita selama di bumi.
Apakah kita berhasil hidup seperti yang Tuhan mau, ataukah kita gagal melakukan
firman Tuhan selama hidup kita? Sebab itu, janganlah sampai kita gagal
masuk ke surga.
Jangan takut
gagal, jika kita hidup senantiasa percaya dg takut akan Tuhan, selalu
berdoa dan melakukan firmanNya dalam hidup kita, maka kegagalan adalah
cara Tuhan mengasihi kita, karena Dia ingin kita tetap dijalanNya. Tetaplah
bersyukur dan hidup benar dihadapanNya, percaya bahwa dibalik kegagalan
ada rencana indah Tuhan bagi hidup kita.
Tuhan memberkati kita
semua para pembaca renungan pd airhidup. Alam sejahtera bagi kita semua dari , Yuliane
Hariyono, seorang saudari kita seiman dalam Kristus, kawan sekerja Allah yg
tinggal jauh diluar pulau Jawa.
Doa kami:
Tuhan Yesus, terima
kasih Tuhan, kami umatMu tahu bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesauatu
dan tidak ada rencanaMu yg gagal. Amin
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.