Pengumuman

Selamat Datang di Blog Persekutuan Doa Air Hidup.


Tuhan Yesus Memberkati.
ENTER

Anda rindu ingin membagikan berkat berupa renungan atau kabar gembira atau kesaksian pribadi? Kirim ke pdairhidup@gmail.com
POSTED BY Persekutuan Doa Air Hidup on 13.00 under

"Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya". (Amsal 13:24)


Nas tersebut diatas adalah suatu nasihat dari  Alkitab bagi semua kita umatNya agar dapat mendidik anak-anak kita dengan benar.

Para orang tua yang terlalu memanjakan anaknya dan terobsesi dengan kebahagiaan anaknya, maka mereka justru cenderung sedang menjadikan anaknya kelak bertumbuh menjadi orang dewasa yang bodoh yaitu tidak tahu diri, tidak tahu sopan santun, kampungan/gampang jadi bahan tertawaan, egois, tidak bisa berdikari/sangat tergantung pada orang lain, mudah dibodohi/ditipu dan lain-lain. (Amsal 22:15) 

Para orang tua yang tidak membesarkan anak-anaknya dengan didikan yang sesuai dengan firman Tuhan dalam rumah tangga, maka ketika anak-anaknya beranjak dewasa kelak, anak-anaknya belum siap untuk dapat menghadapi kehidupan dunia yang didalamnya ada banyak kesulitan, kesusahan, masalah, tekanan, kesedihan, persaingan… dan lain-lain. 

Padahal untuk menghadapi semuanya itu, dituntut kemampuan, semangat, kerja keras, rela berkorban dan disiplin, serta karakter yang teguh dalam iman kepada Tuhan.

Untuk menghindari hal itu, maka kita perlu mengikuti petunjuk dari firman Tuhan yaitu sekali-sekali kita perlu memakai tongkat didikan, terhadap anak-anak kita. Ketika si anak berbuat salah atau nakal yang keterlaluan, kita perlu menerapkan disiplin atau sanksi/hukuman baginya. Misalnya : Kalau terlalu nakal, maka ketika itu anak-anak itu sekali-kali perlu disabet oleh sebatang rotan atau beberapa batang lidi…..dan lain-lain. Asalkan dalam menyabet anak kita dengan lidi atau rotan, janganlah lakukan itu sebagai pelampiasan amarah/kekesalan kita ; tetapi lakukanlah itu dengan menjelaskannya terlebih dahulu bahwa kita melakukannya sesuai firman Tuhan diatas, sebab kita mengasihinya.

Salah satu contohnya dalam Alkitab:Hofni dan Pinehas adalah anaknya Imam Eli di Silo. Tetapi kedua anaknya ini berbeda dengan ayahnya, mereka tidak mengindahkan Tuhan dan tidak mendengarkan perkataan ayahnya, sebab sejak kecil mereka terlalu dimanjakan oleh  ayahnya. Daripada hidup dengan penuh takut akan Tuhan dan mengindahkanNya, mereka menjadi orang yang dursila/tidak berguna dan hidupnya penuh dosa dan menjadi imam-imam yang rakus, suka mengambil dengan paksa korban persembahan yang bukan bagiannya, melakukan hal yang dilarang Tuhan, berbuat cabul, berbuat jahat…. dan lain-lain. (1 Samuel 2:12-17,22).

Ketika anak-anak nya sudah dewasa, Imam Eli mencoba menegur mereka lagi,tetapi tidak didengarkan oleh kedua anaknya itu. (1 Samuel 2:22-25)

Sebagai akibat dari dosa kedua anaknya dan karena Eli lebih takut terhadap mereka dibanding kan Tuhan (1 Samuel 2:29), maka Tuhan mengatakan bahwa keluarganya akan dijatuhi hukuman. (1 Samuel 2:31-34 dan 1 Samuel 4:16-18)

Sebagai orang tua kristen, kita-pun memiliki tanggung jawab untuk mendidik dan mendisiplin anak kita dalam kasih dan kebenaran. Ketika kita mengajarkan hikmat Allah melalui Alkitab kepada anak-anak kita dan mendidik mereka sesuai firman Tuhan, maka sebenarnya kita sedang menyatakan kasih kita kepada mereka dan juga kita sedang membimbing anak-anak kita agar bertumbuh menjadi orang dewasa yang menghormati Tuhan. 

Jikalau kita sungguh-sungguh mendidik anak-anak kita secara demikian, maka kita akan bersuka-cita dan tenteram hidupnya. Demikian juga, apabila anak-anak kita sungguh-sungguh memperhatikan didikan yang diberikan, maka mereka akan menjadi bijak, berpengetahuan/pandai, berakal budi ; sehingga hidup mereka akan bahagia dan baik. (Amsal 29:17 ; 1:3 ; 4:13 ; 6:23 ; 12:1; 15:32)

Sebaliknya kalau anak-anak kita membenci didikan, maka mereka akan menjadi orang yang bodoh/dungu, yaitu tidak tahu diri, tidak tahu sopan santun, kampungan/gampang jadi bahan tertawaan, egois, tidak bisa berdikari/sangat tergantung pada orang lain, mudah dibodohi/ditipu; lalu akhirnya hidupnya akan menjadi sengsara dan mati. (Amsal 1:7 ; 12:1 ; 15:10)

Doa kami :
Tuhan Yesus, pimpinlah dan mampukanlah kami untuk dapat mendidik anak-anak kami sesuai dengan yang Kau inginkan, agar kami semua berbahagia dan tenteram hidupnya.Amin. 

0 comments so far:
-->

Copyright 2012 Persekutuan Doa Air Hidup | Halaman ini adalah ruang maha kudus Tuhan, dimana kita menikmati hadiratNya, firmanNya, kasihNya, kuasaNya, berkatNya, didikanNya, pimpinanNya, penghiburanNya, perlindunganNya dan segalaNya. Jadi bukanlah halaman untuk berbinis atau segala macam bentuk kegiatan duniawi. Tuhan berkati. Amin