“Sebab dimana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri, disitu ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat”. (Yakobus 3:16)
Ada suatu cerita yang disampaikan kepada kami, yang cocok untuk bahan renungan hari ini.
Konon kisahnya disuatu negri, ada dua orang pemilik toko yang saling bersaing. Mereka menghabiskan waktunya, hari demi hari, untuk menyelidiki usaha saingannya dengan maksud agar mereka dapat menjatuhkan saingannya. Selain itu mereka juga tidak sungkan-sungkan saling menjelek-jelekan kwalitas barang dan harga daripada saingannya. Mereka tidak perduli apakah nanti barang dagangan saingannya tidak laku, atau saingannya itu akan bangkrut atau dikomplain oleh para pembelinya.Yang penting adalah mereka menang, dan barang dagangan di tokonya yang laku.Jika salah satu dari pemiliki toko-toko itu mendapatkan pembeli, maka dia akan menyindir saingannya dengan tersenyum penuh kemenangan terhadap saingannya.
Kemudian pada suatu malam, seorang malaikat muncul didalam mimpi salah satu dari pemilik toko tersebut, dan berkata, "aku akan memberikan apa saja yang kamu minta.Tetapi, apa saja yang kamu terima, maka sainganmu itu akan menerimanya dua kali lipat. Jadi sekarang katakanlah apakah keinginan mu?" Setelah berpikir, pemilik toko itu berkata kepada malaikat tersebut : "Buatlah mataku buta sebelah".
Permintaannya itu dapat menggambarkan tentang betapa besarnya peranan iri hati dan mementingkan diri sendiri dalam hati manusia. Dan cerita ini sungguh tepat menggambarkan apa yang ditulis dalam nas firman Tuhan tersebut diatas yaitu Dimana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri disitu akan ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.
Dalam Alkitab juga telah ditulis kisah tentang dijualnya Yusuf sebagai budak/barang yang bisa diperjual-belikan, oleh saudara-saudaranya dari satu ayah,karena iri hati.Perasaan iri hati dapat memecah belah suatu tali persaudaraan dalam keluarga, dan menimbulkan perbuatan yang jahat dan kejam. Yaitu dalam hal ini : Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya kepada pedagang dari Midian kemudian dijual ke Mesir dan dijadikan budak disana. (Kejadian 37:11,19-28)
Kalau diantara kita sesama umat Tuhan, sekarang ini masih ada yang terikat oleh iri hati dan perselisihan karena berbeda kepentingan; maka sebenarnya kita ini adalah masih manusia duniawi, yang belum dewasa rohaninya dalam Yesus Kristus. (1 Korintus 3:1-4)
Dalam hal ini berarti, kita masih belum mampu untuk mencerna makanan rohani yang keras. Kita hanya bisa mendengar firman/perkataan Tuhan Yesus yang keras, tetapi kita tidak mampu melakukannya. (Yohanes 6:60)
Contoh : Ketika Tuhan Yesus berkata : “Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, dia akan hidup untuk selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu adalah dagingKu yang akan Kuberikan untuk hidup dunia”. Kemudian Yesus menegaskan kepada mereka perkataan yang lebih keras lagi : “Kalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darahNya, kamu tidak mempunyai hidup didalam dirimu”. Ternyata hal ini telah menimbulkan pertengkaran diantara sesama bangsa Yahudi, padahal mereka adalah bangsa pilihan Allah. Itu berarti mereka belum dewasa rohaninya. (Yohanes 6:51-53)
Saat ini, kalau kita sebagai umat Tuhan, tidak mau untuk bertumbuh rohaninya didalam Yesus Kristus, maka sebenarnya kita sudah kehilangan salah satu kuasa dan mujizat yang dahsyat dalam hidup kita. Kita menganggap bahwa acara komuni kudus atau perjamuan kudus Tuhan dalam suatu misa atau ibadah di gereja, adalah hanya sebagai suatu perlambang saja atau sebagai ritual saja.
Padahal bukanlah demikian halnya. Kalau kita sungguh percaya kepada Tuhan, maka setiap kali kita mengikuti komuni atau perjamuan kudus, sebenarnya kita sedang menerima penggenapan janji Tuhan. Yaitu dengan makan TubuhNya dan minum darahNya ,dosa kita diampuni dan kita menjadi satu tubuh dengan Tuhan. Dan kita pasti akan menerima penggenapan janji Tuhan bahwa kita menerima hidup kekal, yaitu hidupNya Tuhan Yesus, serta hidup yang berkelimpahan, sehat dan sejahtera dan kita hidup oleh Tuhan setiap hari. (Yohanes 6:54-58)
Artinya dalam menghadapi segala permasalahan hidup ini, Tuhan Yesus selalu ada bersama kita, menolong kita untuk menghadapinya setiap hari dan membuat hidup kita baik dan berhasil.
Doa kami:
Tuhan Yesus, tambahkanlah iman kami. Amin.

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.