"Demikianlah kita ketahui kasih Yesus Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawaNya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara saudara kita". (1 Yohanes 3:16)
Di suatu hari, pagi-pagi sekali tanggal 7 September 1838, Grace Darling putri dari seorang penjaga mercu suar di pulau Farne, Inggris melihat dari jendela di mercu suar, ada suatu kapal yang bernama Forfarshire yang terbelah dan karam separuhnya serta beberapa orang-orangnya yang selamat yang terkatung-katung disekitarnya.
Kapal itu telah menabrak sebuah batu karang dan terbelah menjadi dua di dekat kepulauan karang pada malam hari sebelumnya. Sebab sejak malam hari sampai hari itu, cuaca udara sangat buruk serta dibarengi dengan angin badai. Bersama dengan ayahnya William, Grace mendayung sebuah perahu kecil yang berukuran sekitar 6 meter dan dengan berani mendayung sejauh 1,6 km.Sebab mereka harus mengambil jalan yang memutar yang lebih aman agar dapat menembus laut yang bergelombang untuk menyelamatkan beberapa orang yang selamat disana.
Pertama mereka menyelamatkan empat orang laki-laki dan seorang wanita lalu membawanya ke mercu suar mereka. Kemudian ayahnya kembali lagi bersama dengan 3 orang laki-laki yang diselamatkan tadi ke kapal yang karam itu dan berhasil menyelamatkan 4 orang lagi.
Oleh sebab cuaca udara yang terus berlangsung sangat buruk, maka terpaksa semua orang yang telah diselamatkan itu, harus menginap di mercu suar yang berada di pulau Farne selama 3 hari, sebelum akhirnya mereka dapat kembali ke daratan Inggris.
Grace banyak dikagumi oleh banyak orang, karena hatinya yang penuh dengan belas kasihan dan hatinya yang tulus, teguh dan rela berkorban mempertaruhkan nyawanya untuk dapat menyelamatkan orang lain.
Demikian juga dalam Alkitab, rasul Paulus menulis tentang pengorbanan Akwila dan Priskila yang telah tulus dan rela tinggal bersama-sama dengan Paulus dan membahayakan diri mereka sendiri, Page 2 of 2 demi menyelamatkan Paulus. Penyelamatan hidup rasul Paulus adalah lebih penting bagi mereka daripada keselamatan nyawa mereka sendiri. (Kisah Para Rasul 18:3-23)
Menyelamatkan orang lain, baik secara lahiriah maupun rohaniah tentunya akan membawa resiko bagi diri kita. Namun kalau kita berani ambil risiko dengan dasar kasih yang tulus dan rela berkorban, maka pada saat itulah kita sedang melakukan firmanNya dan mencerminkan hati Yesus Kristus, Tuhan, Allah dan Juruselamat kita yang telah rela mati berkorban nyawaNya, sebagai korban penebus dosa bagi semua manusia ciptaanNya. Tuhan menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang bertobat dan percaya kepadaNya. (2 Petrus 3:9)
Bagaimana caranya kita menyerahkan nyawa/hidup kita bagi sesama ? Selain berani mengambil risiko menyerahkan nyawanya untuk sesama, seperti kedua contoh diatas ; masih ada lagi cara yang lain agar dapat menyerahkan hidup/nyawa kita untuk saudara-saudara kita.
Contoh : Kalau semula, hidup kita sarat dengan pesta pora, kemabukan dan kepentingan- kepentingan duniawi ; maka sekarang buanglah gaya hidup yang demikian dan korbankanlah semua hidup yang kita sukai itu, dengan hati yang tulus dan rela berkorban untuk kepentingan dan kebaikan orang tua kita atau istri kita yang tidak menyukainya. Agar dengan demikian hari Tuhan, jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas diri kita seperti suatu jerat. Ubahlah hidup/nyawa kita menjadi hidup yang selalu berjaga-jaga supaya kita jangan jatuh dalam dosa, sambil berdoa agar kita beroleh kekuatan untuk dapat luput dari semua yang akan terjadi, dan supaya kita dapat tahan berdiri dihadapan Yesus Kristus kelak. (Lukas 21:34-36)
Doa kami :
Tuhan Yesus, pakailah kami sebagai alatMu dan jadilah kehendakMu dan rencanaMu dalam hidup kami, agar kami mempermuliakanMu senantiasa. Amin.
Kapal itu telah menabrak sebuah batu karang dan terbelah menjadi dua di dekat kepulauan karang pada malam hari sebelumnya. Sebab sejak malam hari sampai hari itu, cuaca udara sangat buruk serta dibarengi dengan angin badai. Bersama dengan ayahnya William, Grace mendayung sebuah perahu kecil yang berukuran sekitar 6 meter dan dengan berani mendayung sejauh 1,6 km.Sebab mereka harus mengambil jalan yang memutar yang lebih aman agar dapat menembus laut yang bergelombang untuk menyelamatkan beberapa orang yang selamat disana.
Pertama mereka menyelamatkan empat orang laki-laki dan seorang wanita lalu membawanya ke mercu suar mereka. Kemudian ayahnya kembali lagi bersama dengan 3 orang laki-laki yang diselamatkan tadi ke kapal yang karam itu dan berhasil menyelamatkan 4 orang lagi.
Oleh sebab cuaca udara yang terus berlangsung sangat buruk, maka terpaksa semua orang yang telah diselamatkan itu, harus menginap di mercu suar yang berada di pulau Farne selama 3 hari, sebelum akhirnya mereka dapat kembali ke daratan Inggris.
Grace banyak dikagumi oleh banyak orang, karena hatinya yang penuh dengan belas kasihan dan hatinya yang tulus, teguh dan rela berkorban mempertaruhkan nyawanya untuk dapat menyelamatkan orang lain.
Demikian juga dalam Alkitab, rasul Paulus menulis tentang pengorbanan Akwila dan Priskila yang telah tulus dan rela tinggal bersama-sama dengan Paulus dan membahayakan diri mereka sendiri, Page 2 of 2 demi menyelamatkan Paulus. Penyelamatan hidup rasul Paulus adalah lebih penting bagi mereka daripada keselamatan nyawa mereka sendiri. (Kisah Para Rasul 18:3-23)
Menyelamatkan orang lain, baik secara lahiriah maupun rohaniah tentunya akan membawa resiko bagi diri kita. Namun kalau kita berani ambil risiko dengan dasar kasih yang tulus dan rela berkorban, maka pada saat itulah kita sedang melakukan firmanNya dan mencerminkan hati Yesus Kristus, Tuhan, Allah dan Juruselamat kita yang telah rela mati berkorban nyawaNya, sebagai korban penebus dosa bagi semua manusia ciptaanNya. Tuhan menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang bertobat dan percaya kepadaNya. (2 Petrus 3:9)
Bagaimana caranya kita menyerahkan nyawa/hidup kita bagi sesama ? Selain berani mengambil risiko menyerahkan nyawanya untuk sesama, seperti kedua contoh diatas ; masih ada lagi cara yang lain agar dapat menyerahkan hidup/nyawa kita untuk saudara-saudara kita.
Contoh : Kalau semula, hidup kita sarat dengan pesta pora, kemabukan dan kepentingan- kepentingan duniawi ; maka sekarang buanglah gaya hidup yang demikian dan korbankanlah semua hidup yang kita sukai itu, dengan hati yang tulus dan rela berkorban untuk kepentingan dan kebaikan orang tua kita atau istri kita yang tidak menyukainya. Agar dengan demikian hari Tuhan, jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas diri kita seperti suatu jerat. Ubahlah hidup/nyawa kita menjadi hidup yang selalu berjaga-jaga supaya kita jangan jatuh dalam dosa, sambil berdoa agar kita beroleh kekuatan untuk dapat luput dari semua yang akan terjadi, dan supaya kita dapat tahan berdiri dihadapan Yesus Kristus kelak. (Lukas 21:34-36)
Doa kami :
Tuhan Yesus, pakailah kami sebagai alatMu dan jadilah kehendakMu dan rencanaMu dalam hidup kami, agar kami mempermuliakanMu senantiasa. Amin.

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.