Pengumuman

Selamat Datang di Blog Persekutuan Doa Air Hidup.


Tuhan Yesus Memberkati.
ENTER

Anda rindu ingin membagikan berkat berupa renungan atau kabar gembira atau kesaksian pribadi? Kirim ke pdairhidup@gmail.com
POSTED BY Persekutuan Doa Air Hidup on 06.32 under

“Maka kata Yesus kepadanya : Masukkan pedang itu kembali kedalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang”. (Matius 26:52)



Ketika Yesus ditangkap di Taman Getsemani, salah seorang muridNya yang menyertai Yesus, dia menghunus pedangnya dan memotong kuping dari salah seorang hamba/budak dari Imam Besar sehingga putus telinganya. Tetapi Yesus menegor muridNya itu, sambil menjamah telinga orang itu dan meyembuhkannya. (Matius 26:53 dan Lukas 22:50-51) Ketika itu, Yesus telah mengingatkan murid-muridNya, dan juga sekarang termasuk kita semua murid-muridNya/umatNya ; agar kita tidak menggunakan senjata yang dapat mematikan nyawa/hidup orang lain dalam menjalani kehidupan kita sehari-hari. 

Ada suatu kisah dalam sejarah kemiliteran Amerika Serikat yaitu tentang Christopher Scott "Chris" Kyle lahir tahun 1974. Dia adalah seorang prajurit kesatuan khusus dari US Navy SEAL, yaitu pasukan elit komando militer Angkatan Laut Amerika yang paling tangguh dan disegani. Ibunya adalah seorang guru sekolah minggu dan ayahnya adalah seorang diaken yaitu seorang petugas gereja di Negara bagian Texas. Sayangnya ayahnya Kyle salah dalam hal mendidik dan memanjakan anaknya ini. Pada usianya yang ke 8 tahun, ayahnya memberi Kyle hadiah berupa pistol/senjata api. Sejak saat itulah dia sudah belajar dan mulai mahir menembak, serta gemar berburu burung puyuh, rusa dan lain-lain, bersama ayahnya. 

Setelah berkarir sebagai professional penunggang kuda Rodeo, kemudian Kyle memulai karirnya sebagai tentara di Angkatan Laut Amerika. Disana dia berhasil menjadi seorang penembak jitu yang paling terkenal dalam sejarah militer US Navy SEAL. Dalam karirnya sebagai penembak jitu, dia sudah menembak jitu sebanyak 160 orang. Dia sudah dikirim sebanyak empat kali dalam perang Irak yang lalu. Kyle berhenti dengan hormat dari Angkatan Laut Amerika pada tahun 2009.

Dan pada tahun 2012 dia menulis buku autobiografinya yang sangat laris dengan judul American Sniper. Berdasarkan buku autobiografinya ini, Clint Eastwood membuat sebuah film yang ditayangkan pada bulan Desember tahun 2014. Tapi sayangnya sebelum filmnya selesai dan diedarkan, Kyle dan temannya Chad Littefield pd bulan Februari 2013; mereka mati dibunuh dengan cara ditembak dari jarak dekat oleh Eddy Ray Routh teman mereka sendiri, dengan menggunakan senapan/pistolnya Kyle sendiri.Padahal mereka sedang mengajarkan Routh untuk belajar kembali menembak agar dia dapat pulih dari traumanya ketika dalam peperangan.

Sekarang Eddy Ray Routh dihukum penjara seumur hidup, tanpa adanya kemungkinan diberikan keringanan hukuman. Ini adalah sebuah kisah yang sangat tragis. Karena diberi hadiah pistol/senjata api dari ayahnya, maka anak kecil bernama Kyle itu, jadi mulai gemar menembak dan berburu, dan akhirnya dia berkarir sebagai seorang penembak jitu dalam dinas kemiliteran. Sebagai konsekwensinya, maka berlakulah  firman Tuhan atas dirinya yaitu Barangsiapa menggunakan pedang, dia akan binasa oleh pedang. 

Demikian juga : Hidup dan mati kita dikuasai oleh lidah. Kalau kita suka menggemakannya kita akan memakan buahnya. (Amsal 18:21) Sebab lidah kita juga ibaratnya adalah seperti sebuah pedang atau pistol atau senjata api yang mematikan atau seperti api yang menghanguskan. (Yakobus 3:6)

Kalau kita menggunakan lidah kita dengan sering berkata-kata yang jahat, fitnah gosip atau menjelek-jelekkan orang lain ; maka kita pasti akan terkena akibatnya yang buruk. Yaitu ketika orang kita yang kita jelek-jelekkan dan fitnah itu mengetahuinya, maka kita pasti akan dituntut secara hukum dengan berat dengan dakwaan merusak nama baik. Dan hukumannya bisa berupa tuntutan hukuman pidana/penjara dan dikenakan denda berupa uang yang sangat besar jumlahnya. 

Jadi untuk itu, sebagai umat Tuhan, sebaiknya ingatlah dan praktekkanlah dalam hidup kita setiap hari tentang apa yang Tuhan telah ajarkan kepada kita : Hendaklah setiap orang cepat untuk mendengar,tapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah. (Yakobus 1:19)

Ini bukan berarti bahwa kita adalah seorang yang pendiam atau minder atau bodoh, tetapi kita adalah orang yang sabar, bijaksana dan orang yang mengusahakan damai. Sebab orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi orang yang cepat marah membesarkan kebodohan. (Amsal 14:29) 

Doa kami:
Tuhan Yesus terima kasih atas peringatanMu kepada kami, mampukanlah kami mengingatnya dan melakukannya setiap hari. Amin.  

0 comments so far:
-->

Copyright 2012 Persekutuan Doa Air Hidup | Halaman ini adalah ruang maha kudus Tuhan, dimana kita menikmati hadiratNya, firmanNya, kasihNya, kuasaNya, berkatNya, didikanNya, pimpinanNya, penghiburanNya, perlindunganNya dan segalaNya. Jadi bukanlah halaman untuk berbinis atau segala macam bentuk kegiatan duniawi. Tuhan berkati. Amin