“Tetapi jawab Tuhan kepadaku : Cukuplah kasih karuniaKu bagimu,sebab justru dalam kelemahanlah kuasaKu menjadi sempurna”. (2 Korintus 12:9)
Ada seorang umat Tuhan, dia merasa kurang puas dalam hidupnya, padahal hidupnya selalu diberkati Tuhan, kebajikan serta kemurahan Tuhan selalu menyertainya dan keluarganya. Kenapa demikian ? Sebab dia melihat bahwa ibunya lebih mengasihi adiknya yang bungsu daripadanya, padahal ibunya juga mengasihinya dan juga saudara-saudaranya yang lain.
Lalu umat Tuhan ini terpikir tentang Tuhan yang juga mengasihi yang satu lebih daripada yang lain. Misalnya dari antara Esau dan Yakub, Tuhan lebih memilih dan mengasihi Yakub. Dari antara dua belas anak-anak Yakub, Tuhan lebih memilih dan mengasihi Yusuf ; dari semua anak-anak Isai, Tuhan lebih memilih dan mengasihi Daud ; demikian juga Tuhan Yesus lebih mengasihi Yohanes diantara dua belas rasul/murid-muridNya….dan lain-lain.
Apakah manusia itu adalah benar diciptakan serupa gambaran Tuhan yaitu pilih kasih ? Hal itu adalah memang demikian adanya, dengan satu perbedaan yang sangat mendasar. Kalau manusia melihat apa yang didepan mata ;misalnya dari parasnya, perawakannya, sikapnya, tingkah-lakunya, perkataannya, perbuatannya dan lain-lain. Tetapi Tuhan Allah melihat hati manusia. (1 Samuel 16:6-7) Sehingga Ia dapat mengetahui semua yang ada dalam hati manusia. Semua motivasi,pikiran, maksud, rencana yang jahat atau yang baik dalam diri seseorang dapat dengan mudah dilihatNya. (Matius 12:34-35)
Misalnya dalam contoh diatas, umat Tuhan ini melihat bahwa adik bungsunya itu lebih banyak memberi perhatian/kasih kepada ibunya. Adiknya itu juga selalu menurut apa yang dikatakan atau diinginkan ibunya, atau jarang marah dan sikapnya ramah…dan lain-lain. Sedangkan umat Tuhan yang ini meskipun sangat mengasihi ibunya, dan selalu rela memberi yang paling baik dan berharga menurutnya bagi ibunya, namun hal itu sering menimbulkan terjadi salah paham.
Katakanlah kalau dia membelikan sesuatu makanan yang enak dan mahal untuk ibunya, tetapi ibunya itu menerimanya/memakannya dengan ogah-ogahan atau menolaknya dengan alasan kurang suka atau masih kenyang dan lian-lain, padahal ibunya suka makanan itu.
Belakangan ini umat Tuhan ini menyadari alasannya yaitu bahwa ibunya ini adalah orang yang sangat hemat atau bahkan kikir. Kalau makanan yang diberikan itu harganya murah, maka dia pasti akan mengatakan enak walaupun sebenarnya biasa saja. Ibunya hanya bisa menilai dari apa yang dilihatnya, tetapi tidak bisa menilai apa yang ada dalam hati seseorang.
Setelah umat Tuhan ini memperoleh pengertian yang demikian dari Tuhan melalui firmanNya, barulah dia sadar dan tidak mengeluh lagi. Ia percaya bahwa kasih karunia Tuhan cukup baginya. Sama seperti juga ketika rasul Paulus meminta Tuhan tiga kali supaya penyakit/duri yang mengganggu matanya disembuhkan. Tetapi Tuhan tidak mengabulkannya, melainkan hanya berkata kepadanya sesuai nas diatas yaitu Kasih karuniaKu cukup bagimu,….. Tadinya Paulus berpikir bahwa kalau bagi orang-orang lain yang sakit dia berdoa demi nama Yesus, maka orang-orang itu sembuh dan lain-lain. Jadi kalau dia sendiri berdoa bagi dirinya supaya matanya sembuh maka Tuhan pastilah akan menyembuhkannya, namun sayangnya tidaklah demikian halnya. Tuhan hanya menjawabnya bahwa kasih karuniaKu cukup bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasaKu sempurna.
Artinya meskipun Paulus sedang kesakitan karena matanya yang sakit, tetapi dia tetap bisa mendoakan orang yang sakit sembuh demi nama Yesus, dan orang mati bangkit oleh kuasa Tuhan yang sempurna bekerja melalui dirinya. Dan kuasa Tuhan juga bekerja sempurna dalam hidupnya yaitu rasul Paulus tetap sanggup melayani Tuhan, memberitakan Injil, menghadapi segala bahaya maut, sengsara, penderitaan dan hukuman mati yang akan dihadapinya dan memelihara imannya kepada Tuhan sampai akhirnya. (2 Timotius 4:7)
Jadi marilah kita selalu bersyukur kepada Tuhan dalam segala hal. Tidaklah perlu untuk tidak puas dengan keadaan kita yang sekarang. Sebab kasih karunia Tuhan cukup bagi kita, bahkan semuanya lebih dari cukup. Percayalah bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah Allah yang pengasih, penyayang, pengampun, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Dan Ia juga Allah kita yang maha kuasa dan berdaulat penuh atas kita. Ia tahu mana yang baik dan yang tidak baik bagi semua kita umatNya !
Doa kami:
Tuhan Yesus, mampukanlah kami untuk menerima semua apa yang ada pada kami dan yang sudah Engkau jadikan bagi kami sekarang. Sebab kasih karuniaMu cukup bagi kami. Amin.

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.