
"Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana". (Mazmur 90:12)
Ada suatu tulisan dalam suatu buku renungan yang mengisahkan tentang seorang pelawak dari Amerika. Dia mengatakan : "Seandainya saya diberi kesempatan untuk menghidupi kembali hari-hari hidup saya yang sudah lampau, maka saya yakin bahwa saya tidak akan punya kekuatan lagi untuk melewati hari-hari saya tersebut." Sebab hidupnya banyak sekali dipenuhi oleh kepahitan dan kegetiran, sebelum dia berhasil menjadi seorang pelawak.
Hal ini pasti juga pernah dialami oleh banyak diantara kita. Mungkin sekarang kita sudah menjadi orang yang berbahagia, sukses/berhasil, tetapi setelah melewati begitu banyak perjuangan dan berbagai jerih lelah sebelumnya.
Perkataan pelawak itu juga memiliki suatu arti bahwa hari-hari hidup ini sangatlah berharga. Sebab dia hanya berkata : “Seandainya ….”
Waktu yang sudah kita lalui, tidaklah mungkin dapat kita tarik/batalkan atau kita ulang kembali. Satu-satunya cara bersikap yang benar dan bijaksana terhadap “waktu” adalah mengisi waktu kita dengan hal=hal yang benar dan baik sesuai dengan firman Tuhan.
Selain itu kita sebagai umat Tuhan, juga tidak tahu kapan hidup kita akan berakhir. Tetapi yang pasti sesuai firman Tuhan adalah bahwa setiap manusia sudah ditetapkan hanya mati sekali saja, dan sesudah itu dihakimi. (Ibrani 9:27)
Pertanyaannya adalah apakah kita sudah mengisi hari-hari dalam hidup kita dengan sebaik-baik-nya atau sebijaksana mungkin ?
Jika belum, maka sekaranglah saatnya bagi kita untuk membenahinya yaitu dengan “menjauhi yang jahat” dan “melakukan yang baik”, maka kita akan tetap tinggal untuk “selamanya”. (Mazmur 37:27 dan Roma 12:9) Kata “selamanya” disini, dalam bahasa aslinya adalah “owlam” dibaca “o-lawm” yang berarti “panjang umur, dan kelak hidup kekal bersama Tuhan di sorga”
.
“Menjauhi yang jahat” adalah menjauhi percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan dan lain-lain. (Markus 7:21-23) “Melakukan yang baik” adalah percaya dan tunduk kepada Tuhan, dan tekun hidup menuruti firmanNya setiap hari, serta memuji Tuhan.
Kalau sampai sekarang kita masih sering melakukan yang jahat dan melanggar firmanNya dalam hidup ini, maka janganlah keraskan hati kita dan janganlah bosan/malas untuk segera datang kembali kepada Tuhan. Percayalah bahwa Tuhan adalah Allah yang setia pada firmanNya dan adil, kemudian akuilah semua pelanggaran dan kejahatan kita itu, bertobat dan minta ampun kepadaNya.
Dengan demikian kita akan diampuniNya dan hati kita pun akan disucikanNya dari segala kejahatan oleh darahNya. (1 Yohanes 1:9) Maka hati kita akan menjadi kudus/bersih kembali, dan Tuhan pun dapat turut bekerja mendidik dan mengajar kita supaya kita dapat menjalani hidup kita sehari-hari sesuai dengan firmanNya. Selain itu, pikiran kita-pun akan menjadi baik dan bersih, dan mulut kita juga tidak akan mengeluarkan hal-hal/perkataan yang jahat melainkan yang baik. (Matius 12:34-35 dan Markus 7:21)
Doa:
Tuhan Yesus, ajarilah kami ya Tuhan untuk dapat mengisi hari-hari hidup kami sesuai firmanMu, sehingga kami beroleh hati yang bijaksana dalam menjalani hidup ini. Amin.
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.