“…………Jawab orang itu: Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Kata Yesus kepadanya : Jawabmu itu benar,perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup”. (Lukas 10:25-28)
Kenapa Tuhan Yesus katakan bahwa hukum yang terutama adalah : Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap hatimu, jiwamu, akal budimu dan kekuatanmu ; dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri ? (Markus 12:30-31) Bahkan dalam firmanNya diatas Tuhan Yesus katakan bahwa supaya manusia bisa beroleh hidup yang kekal, maka lakukanlah hukum yang terutama tersebut.
Dengan mengasihi Tuhan maka kita pasti tidak akan berkata-kata yang jahat terhadap Tuhan. Misalnya: Mengomel kepada Tuhan, atau menghujatNya atau berkata bahwa Tuhan itu bohong sebab doa-doa permohonan kita tidak dijawabanNya.
Kita juga tidak akan berbuat jahat kepada Tuhan. Misalnya : Kita tidak percaya lagi kepada Tuhan, meninggalkan Tuhan, lalu hidup kita menyimpang dari semua perintah/firman Tuhan kepada kita dan menyembah serta beribadah kepada allah-allah lain.
Sebaliknya kita bisa teguh percaya kepadaNya, dan hidup sesuai firmanNya. Meskipun seringkali gagal, tetapi dengan bertobat, dan kembali kepada Tuhan lalu mengakui semua dosa/kesalahan/pelanggaran kita kepada Tuhan, maka Ia pasti akan mengampuni kita. Sebab Tuhan adalah Allah yang setia pada firmanNya yaitu Ia adalah Allah yang Maha Pengampun yang mengampuni dosa kita 10x 7 x… tidak habis-habisnya; selama kita masih mau mengakui dosa dan kesalahan kita kepadaNya, bertobat dan minta ampun.
Ia juga adalah Allah kita yang adil terhadap kita, yaitu Tuhan tahu bahwa kita adalah manusia yang terbatas dan tidak sempurna.Bagaimana kita bisa mengasihi orang lain jikalau kita sendiri membenci diri kita sendiri ?
Misalnya: Kita benci pada diri sendiri karena dilahirkan sebagai anak yang tidak normal, atau kita dilahirkan sebagai bayi yang dibuang atau tidak diingankan oleh orang tua kita. Ada banyak kasus yang membuktikan, bahwa meskipun cacat, contohnya buta matanya dan berkulit hitam yang miskin ; tetapi dia bisa menjadi pianis terkenal di seluruh dunia, yaitu Stevie Wonder.
Atau kita tidak puas dengan perlakuan orang tua yang pilih kasih terhadap kita dibandingkan dengan saudara kita yang lain. Padahal anak-anak yang tidak disayangi orang tuanya, kebanyakan hidupnya lebih ulet dan lebih sukses daripada hidup mereka yang dimanja oleh orang tuanya, seperti Jefta anak seorang perempuan sundal, yang menjadi hakim/pemimpin bangsa Israel. (Hakim-Hakim 11:1-11)
Demikian juga,janganlah kita menjadi orang yang tidak puas diri, seperti Michael Jackson yang ingin jadi orang kulit putih dan mancung hidungnya. Kita perlu belajar interospeksi diri kita, dan belajar bersyukur kepada Tuhan yang menjadikan kita ada sebagaimana kita ada sekarang. Dengan mengasihi diri kita sendiri terlebih dahulu, maka kita pasti akan dapat mengasihi sesama seperti diri kita sendiri.
Dengan mengasihi sesama seperti diri kita sendiri, tentunya kita pun tidak mau berkata-kata dan berbuat kepada orang lain, semua hal-hal yang tidak kita kita senangi atau ingini mereka perbuat kepada kita. (Lukas 6:31) Misalnya: Kita tidak suka difitnah atau dibohongi atau dihina oleh orang lain, maka tentunya kita juga tidak mau memfitnah, membohongi atau menghina orang lain.
Demikian juga, jika kita tidak mau dijahati atau dicuri atau dirampok atau dicopet uangnya/harta benda kita oleh orang lain, tentunya kita juga tidak mau menjahati orang lain, atau mencuri/korupsi/mencopet atau merampok uang/harta benda orang lain…. dan lain sebagainya.
Dengan melakukan hukum tersebut diatas, maka dengan sendirinya hidup kita akan berkenan kepadaNya dan kita beroleh hidup yang kekal. Tuhan tidak berkenan kepada kita didunia ini saja, tetapi nanti di dunia orang mati-pun Tuhan pasti akan berkenan kepada kita. Sebab pada akhir zaman semua orang akan dibangkitkan sesuai firmanNya . Tetapi ada orang-orang yang dibangkitkan untuk dihukum, dan ada juga orang-orang yang mati dibangkitkan,untuk beroleh hidup yang kekal dalam Kerajaan Allah Bapa di sorga. (Yohanes 5:28-29)
Doa kami:
Tuhan Yesus, ajarlah kami mengerti dan mampukanlah kami untuk dapat mengasihiMu dan mengasihi diri kami sendiri dan mengasihi sesama kami. Amin.

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.