"Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai dibelakang penyabit-penyabit ; kebetulan ia berada ditanah milik Boas yang berasal dari kaum Elimelekh". (Rut 2:3)Pernahkah ada pengalaman saudara mengalami sesuatu yang sifatnya “kebetulan?”
Ada suatu pengalaman nyata yang diceritakan oleh salah seorang anak Tuhan sebagai berikut :
Kelihatannya pengalaman ini adalah kebetulan, padahal semuanya itu adalah rencana Tuhan, Allah Bapa yang memelihara saya dan keluarga.
Suatu saat saya berada dalam kesulitan mengenai keuangan. Saya harus membayar sejumlah tagihan, tetapi saya tidak punya uang untuk itu dan saya tidak ada jalan keluar untuk membayarnya.
Mungkin kalau saya pinjam, ada orang yang bersedia memberi pinjaman, tetapi sesuai firman Tuhan, saya tidak terbiasa untuk meminjam uang.
Lalu, pada suatu sore hari, saya pergi bermain bulutangkis ke salah satu gelanggang olah-raga didekat tempat kami tinggal. Disana saya bertemu seseorang sahabat yang sudah jarang kami bertemu. Tiba-tiba dia berkata kepada saya : Pak, kebetulan kita bertemu disini, sudah lama saya mau menghubungi bapak, tetapi saya tidak punya nomor handphone-nya bapak ; kalau bapak tidak keberatan nanti sehabis main bulutangkis kita sama-sama kerumah saya ya. Singkat cerita, melalui keluarga ini, saya mendapatkan berkat materi berupa uang yang saya butuhkan. Sepertinya hal ini terjadi secara “kebetulan saja” tapi apakah iya bahwa hal itu memang suatu kebetulan…?
Melalui renungan kita hari ini, kita belajar satu kata yaitu kata “Kebetulan” adalah kata yang sering kita dengar ataupun kita ucapkan.
Dalam hidup ini ada banyak hal yang kelihatannya seperti kebetulan, namun jika kita pelajari karya Kristus dalam hidup kita, maka ada dua hal yang perlu kita sadari yaitu : Apa pun yang Tuhan Yesus kerjakan dalam hidup kita tidak pernah dikerjakan secara mendadak, dan apa pun yang Tuhan kerjakan pasti ada tujuan yang mulia. Dalam konteks kehidupan Rut, ada banyak kejadian yang dialami yang sepertinya kebetulan, tetapi sebenarnya apa-pun yang dialaminya, tidak ada yang terjadi secara kebetulan.
Dalam kehidupan kita sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, ada beberapa pelajaran penting dalam setiap peristiwa yang kita alami secara kebetulan, diantaranya : Allah dapat memakai siapa saja dan apa saja untuk mewujudkan kehendakNya. Ditangan Tuhan segala sesuatunya mungkin dapat terjadi, sebab tidak ada yang mustahil bagi Allah. (Lukas 1:37)
Misalnya, Allah memakai keledai yang dapat berbicara kepada manusia, untuk mengingatkan Bileam agar jangan mengutuki bangsa Israel seperti yang diminta oleh raja Balak, melainkan untuk memberkati mereka. (Bilangan 22:27-35)
Demikian juga Allah memelihara nabi Elia melalui burung gagak, artinya tidak ada yang secara kebetulan. Mana mungkin burung gagak yang serakah & pemakan daging itu bisa memberikan roti dan daging kepada nabi Elia setiap hari, tanpa memakannya terlebih dahulu ? Mana mungkin burung gagak itu tahu bahwa dia harus membawa roti dan daging itu ke tepi sungai Kerit untuk memberi makan nabi Elia setiap pagi dan petang ? (1 Raja-Raja 17:2-6)
Melalui peristiwa yang terjadi secara kebetulan, Tuhan mengajarkan kepada kita bahwa Tuhan, Allah kita adalah Allah yang kreatif & tepat waktu dalam hal menyelamatkan umatNya, agar kita dapat mengerti akan rencanaNya dan pemeliharaanNya.
Allah menolong Rut melalui Boas. Demikian juga Allah membelah laut Teberau untuk menolong bangsa Israel lolos dari serangan raja Mesir beserta dengan pasukan tentaranya yang mengejar dan akan membunuh mereka. (Keluaran 14:19-30) Dan juga adalah Tuhan, Allah kita yang menolong Yunus dari tenggelam di lautan melalui seekor ikan besar. (Yunus 1:4-17)
Melalui peristiwa yang sepertinya kebetulan, kita akan dapat belajar bahwa fakta yang kita lihat, bukanlah sesuatu keadaan yang tidak dapat berubah. Mungkin hari ini, peristiwa tersebut adalah merupakan suatu hal/keadaan yang kita tangisi ; tetapi besok atau lusa bisa saja menjadi suatu hal/keadaan yang menggembirakan kita dan perlu kita syukuri kepada Allah.
Dalam kisah diatas, Rut seorang janda yang miskin, berjalan tanpa arah untuk mencari gandum/jelai hari demi hari bagi dirinya & mertuanya, Naomi, istri almarhum Elimelekh, bahkan masuk keladang orang tanpa izin ; namun segalanya menjadi berubah. Dia menjadi istri Boaz yang kaya raya dan menjadi nenek moyang raja Daud. (Matius 1:5-6)
Doa kami :
Tuhan Yesus, oleh firmanMu ini, kami merasa semakin diteguhkan bahwa apa pun yang terjadi dalam hidup kami tidaklah ada kebetulan. Amin.
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.