"......Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya kalau aku kenyang, aku tidak menyangkalMu dan berkata : Siapa Tuhan itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri dan mencemarkan nama Allahku". (Amsal 30:8-9)
Dia adalah seorang yang takut akan Tuhan dan dia menyadari bahwa segala jenis keberhasilan/keberuntungan/anugerah adalah merupakan suatu ujian. Kalau dia gagal dalam ujian tersebut , maka bisa saja dia menjadi sombong dan menyangkal Tuhan serta berkata siapa Tuhan itu?
Seringkali kita sering menganggap bahwa ujian iman adalah serupa dengan ketika kita berada dalam suatu kehidupan yang penuh masalah, kesulitan, penderitaan, sakit penyakit dan lain-lain. Tetapi sebaliknya ketika hidup kita sukses, dilimpahi dengan kekayaan, berkat/anugerah Tuhan, kehidupan keluarga yang rukun & damai, berhasil dalam kegiatan pelayanan bagi Tuhan dan lain-lain ; maka kita sering lupa atau tidak menyadari bahwa hal itu juga adalah merupakan suatu ujian iman. Kenapa ?
Sebab pada saat kita sukses, menjadi kaya raya, hidup bahagia, dan tidak ada masalah dalam hidup ini ; tanpa disadari sedikit demi sedikit rasa bangga terhadap diri sendiri akan mulai muncul dalam hidup kita. Dan jikalau kita tidak mawas diri, maka lama kelamaan hal ini akan dapat membuat kita lupa kepada Tuhan, lupa kepada peringatanNya, bahwa sebenarnya Tuhan-lah yang memberikan kepada kita kekuatan/kuasa/kemampuan untuk memperoleh kekayaan. Sehingga kemudian kita akan mulai berkata terhadap diri kita sendiri bahwa kekuatan/kemampuan/kehebatanku-lah yang membuat aku berhasil dan memperoleh kekayaan ini. (Ulangan 8:17-18)
Dan akibatnya sesuai dengan nas tersebut diatas, nanti kita akan menjadi orang yang sombong dan lupa kepada Allah dalam nama Yesus Kristus yang memberkati kita.
Jadi berhati-hati-lah bahwa segala jenis keberhasilan/anugerah/keberuntungan apapun, akan dapat menjadi perangkap bagi kita, dan itulah ujian terhadap iman kita.
Ada banyak orang tua dunia berkata kepada anak-anaknya bahwa untuk menjadi sukses/berhasil, maka selain usaha/kerja keras & waktu yang tepat, mereka juga memerlukan faktor keberuntungan.
Buktinya : Tidak semua orang yang pandai/jenius, rajin & berjiwa wira-usaha yang dapat berhasil & menjadi kaya raya, seperti misalnya Bill Gates seorang anak Tuhan, salah satu orang terkaya di dunia. Demikian juga tidak semua orang dapat menjadi musisi atau ilmuwan atau hamba Tuhan yang terkenal dan sukses di dunia dan lain-lain.
Dan bagi kita sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, maka yang namanya faktor keberuntungan itu, sebenarnya tidak lain adalah suatu anugerah/berkat Tuhan, atau campur tangan Tuhan bagi kita, atau jawaban dari Tuhan atas doa-doa kita.
Namun, ketika hidup kita sukses dan diberkatiNya, ingatlah bahwa Tuhan juga mempunyai banyak rencanaNya dan tugas lainnya bagi kita, yang harus kita lakukan dalam hidup ini. Sebab, jikalau kita banyak diberi, maka kepada kita juga akan banyak dituntut. (Lukas 12:48)
Doa kami :
Tuhan Yesus, berikanlah kepada kami pada hari ini makanan/rezeki kami yang secukupnya. Amin.

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.